Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Operasi Militer Indonesia 1959-1965; Periode Demokrasi Terpimpin

Operasi Militer Indonesia 1959-1965; Periode Demokrasi Terpimpin

Ratings: (0)|Views: 2,686 |Likes:
Published by Tangguh
Di periode 1959-1965, jumlah operasi militer yang dilakukan Indonesia meningkat secara signifikan. Dalam periode demokrasi terpimpin, Angkatan Bersenjata Republik Indonesia mengadakan 77 operasi militer yang sebagian besar dikerahkan untuk menghadapi ancaman neokolonialisme Malaysia, ancaman internal DI-TII, serta ancaman disintegrasi oleh pendudukan Belanda di wilayah Irian Barat. Lingkungan strategis Indonesia pada periode ini yang dikelilingi ancaman neokolonialisme membuat Indonesia mengintegrasikan sikap antikolonialisme dan antiimperialisme dalam pertahanan negara. Dalam paper ini, penulis akan membahas dua komando operasi militer yang mengoperasionalisasikan sikap antikolonialisme tersebut dalam strategi militernya, yaitu Komando Mandala Pembebasan Irian Barat dan Komando Ganyang Malaysia. Pembahasan kelompok kami dalam makalah ini akan berdasarkan pada dua pertanyaan: (a) bagaimanakah operasi militer Indonesia dilakukan di Indonesia; dan (b) apakah doktrin militer Indonesia koheren dengan aplikasi lapangan dalam bentuk operasi militer Indonesia. Dalam tulisan ini kami akan mengambil dua studi kasus, yaitu terhadap Operasi pembebasan Papua barat (Operasi Mandala) dan operasi Ganyang Malaysia. Dari kedua operasi itu kami ingin mengargumentasikan bahwa Indonesia melakukan operasi militernya secara disintegratif terhadap doktrin. Ada ruang bagi inovasi terhadap penyesuaian bentuk operasi militer Indonesia dengan kondisi keadaan dan kalkulasi lapangan, namun semuanya masih sesuai dengan idealisasi strategi pertahanan semesta yang dimiliki Indonesia.
Di periode 1959-1965, jumlah operasi militer yang dilakukan Indonesia meningkat secara signifikan. Dalam periode demokrasi terpimpin, Angkatan Bersenjata Republik Indonesia mengadakan 77 operasi militer yang sebagian besar dikerahkan untuk menghadapi ancaman neokolonialisme Malaysia, ancaman internal DI-TII, serta ancaman disintegrasi oleh pendudukan Belanda di wilayah Irian Barat. Lingkungan strategis Indonesia pada periode ini yang dikelilingi ancaman neokolonialisme membuat Indonesia mengintegrasikan sikap antikolonialisme dan antiimperialisme dalam pertahanan negara. Dalam paper ini, penulis akan membahas dua komando operasi militer yang mengoperasionalisasikan sikap antikolonialisme tersebut dalam strategi militernya, yaitu Komando Mandala Pembebasan Irian Barat dan Komando Ganyang Malaysia. Pembahasan kelompok kami dalam makalah ini akan berdasarkan pada dua pertanyaan: (a) bagaimanakah operasi militer Indonesia dilakukan di Indonesia; dan (b) apakah doktrin militer Indonesia koheren dengan aplikasi lapangan dalam bentuk operasi militer Indonesia. Dalam tulisan ini kami akan mengambil dua studi kasus, yaitu terhadap Operasi pembebasan Papua barat (Operasi Mandala) dan operasi Ganyang Malaysia. Dari kedua operasi itu kami ingin mengargumentasikan bahwa Indonesia melakukan operasi militernya secara disintegratif terhadap doktrin. Ada ruang bagi inovasi terhadap penyesuaian bentuk operasi militer Indonesia dengan kondisi keadaan dan kalkulasi lapangan, namun semuanya masih sesuai dengan idealisasi strategi pertahanan semesta yang dimiliki Indonesia.

More info:

Published by: Tangguh on Nov 16, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/21/2012

pdf

text

original

 
Ahmad
 
Naufal 
 
Da’i
0706291174 
Dept.
Ilmu 
Hubungan
Internasional 
 
Tangguh
0706291426 
Dept.
Ilmu 
Hubungan
Internasional 
 Fransiscus
Febrisoni 
0706284282
Dept.
Kriminologi
Fakultas 
 
Ilmu
 
Sosial 
 
dan
Ilmu 
 
Politik
Universitas 
Indonesia
 1
 
Operasi Militer Indonesia 1959-1965
Periode Demokrasi Terpimpin
Mata Kuliah Strategi Pertahanan Indonesia
Pendahuluan: Operasi Militer Indonesia 1959-1965
Di periode 1959-1965, jumlah operasi militer yang dilakukan Indonesia meningkatsecara signifikan. Dalam periode demokrasi terpimpin, Angkatan Bersenjata Republik Indonesia mengadakan 77 operasi militer yang sebagian besar dikerahkan untuk menghadapiancaman neokolonialisme Malaysia, ancaman internal DI-TII, serta ancaman disintegrasioleh pendudukan Belanda di wilayah Irian Barat. Lingkungan strategis Indonesia padaperiode ini yang dikelilingi ancaman neokolonialisme membuat Indonesia mengintegrasikansikap antikolonialisme dan antiimperialisme dalam pertahanan negara. Dalam
 paper 
ini,penulis akan membahas dua komando operasi militer yang mengoperasionalisasikan sikapantikolonialisme tersebut dalam strategi militernya, yaitu Komando Mandala PembebasanIrian Barat dan Komando
Ganyang Malaysia
.Pembahasan kelompok kami dalam makalah ini akan berdasarkan pada dua pertanyaan:(a) bagaimanakah operasi militer Indonesia dilakukan di Indonesia; dan (b) apakah doktrinmiliter Indonesia koheren dengan aplikasi lapangan dalam bentuk operasi militer Indonesia.Dalam tulisan ini kami akan mengambil dua studi kasus, yaitu terhadap Operasipembebasan Papua barat (Operasi Mandala) dan operasi
Ganyang Malaysia
. Dari keduaoperasi itu kami ingin mengargumentasikan bahwa Indonesia melakukan operasi militernyasecara disintegratif terhadap doktrin. Ada ruang bagi inovasi terhadap penyesuaian bentuk operasi militer Indonesia dengan kondisi keadaan dan kalkulasi lapangan, namun semuanyamasih sesuai dengan idealisasi strategi pertahanan semesta yang dimiliki Indonesia.
Definisi dan Konsepsi Operasi Militer
Operasi militer adalah tindakan militer terkordinasi dari sbeuah negara yangmerupakan respon/tanggapan terhadap sebuah perkembangan situasi. Tindakan ini dirancangsebagai sebuah rencana militer untuk mengatasi situasi di lapangan sesuai dengan aspirasi
 
Ahmad
 
Naufal 
 
Da’i
0706291174 
Dept.
Ilmu 
Hubungan
Internasional 
 
Tangguh
0706291426 
Dept.
Ilmu 
Hubungan
Internasional 
 Fransiscus
Febrisoni 
0706284282
Dept.
Kriminologi
Fakultas 
 
Ilmu
 
Sosial 
 
dan
Ilmu 
 
Politik
Universitas 
Indonesia
 2
 
negara.
1
Operasi militer dapat berwujud kombat atau
 
dalam bentukan non-kombat, danoperasi militer dapat dinamakan sesuai dengan kode istilah demi menjamin keamanan danefektivitras operasi militer terkait. Operasi militer dalam hal ini dapat didefinisikan melaluilingkup, skala kekuatan pasukan dan format penggelaran pasukan militer terkait dengantujuan spesifik yang ingin diraih oleh sebuah negara
2
:
 
Teater (
Theatre
):
operasi ini merupakan sebuah upaya kontestasi pada area dan skalabesar, biasanya dalam skala benua dimana terlihat sekali adanya komitmen nasionalstrategis, seperti operasi Barbarossa. Operasi militer tipe ini biasanya melinkupi jugakonsiderasi non-militer seperti efek ekonomis dan politis dari sebuah operasi.
 
Kampanye (
Campaign
):
operasi ini merupakan bagian dari sebuah operasi teater,dengan sebuah komitmen grografis dan operasional strategis yang terbatas sepertipertempuran Inggris dimana terkadang totalitas komitmen nasional sebuah negaraterhadap konflik tersebut tidak terlalu dibutuhkan.Mirip dengan operasi pada lingkupteater, operasi jenis kampanye juga dapat didasari konsiderasi dominan non-militer.
 
Pertempuran operasional
: Jenis pertempuran seperti ini memiliki tujuan militerspesifik dan merupakan sebuah bagian lebih kecil dari operasi militer berjeniskampanye (
campaign
), seperti dicontohkan dalam pertempuran Gallipolli,yangmerupakan kombinasi-kombinasi operasi angkatan bersenjata yang melibatkankurang lebih 480.000 pasukan sekutu. Konsiderasi militer menjadi faktor dominan.
 
Pelibatan (
 Engagement
):
operasi ini merupakan bagian terkecil yang biasanyamendeskripsikan kontestasi taktikal untuk menguasai area spesifik atau tujuan militerspesifik oleh unit-unit yang terlihat perbedaan jelasnya (
distinct spesification of units
).Operasi jenis ini dicontohkan dengan the
 Battle of Kursk 
, dimana konsiderasi teknikanmiliter menjadi corak utama operasi ini.
Doktrin dan Strategi Pertahanan Indonesia 1959-1965
Doktrin Pertahanan Indonesia 1959-1965
Di periode 1959-1965, terjadi konsistensi penggunaan doktrin pertahanan rakyat sepertiyang digunakan di periode sebelumnya. Doktrin yang mengikutsertakan seluruh rakyat dalam
1
 
2
 
 
Ahmad
 
Naufal 
 
Da’i
0706291174 
Dept.
Ilmu 
Hubungan
Internasional 
 
Tangguh
0706291426 
Dept.
Ilmu 
Hubungan
Internasional 
 Fransiscus
Febrisoni 
0706284282
Dept.
Kriminologi
Fakultas 
 
Ilmu
 
Sosial 
 
dan
Ilmu 
 
Politik
Universitas 
Indonesia
 3
 
pembelaan negara bermula dari konsepsi Wakil Panglima Besar Angkatan Perang A.H.Nasution pada 1948 mengenai cara-cara perlawanan menghadapi Belanda, yaitu sebagaiberikut.1.
 
Tidak akan melakukan pertahanan yang linier.2.
 
Tugas memperlambat setiap majunya musuh serta pengungsian total (semua pegawaidan sebagainya), serta bumi hangus total.3.
 
Tugas pokok membentuk kantong-kantong di tiap onderdistrik yang mempunyaikompleks di beberapa pegunungan.Inti dari konsepsi itu adalah perang gerilya. Pokok-pokok gerilya adalah1.
 
Tidak bertempur di lapangan terbuka dan frontal.2.
 
Mengundurkan diri bila diserang musuh yang lebih kuat.3.
 
Menyerang dan menghancurkan pasukan-pasukan musuh yang lebih kecil.4.
 
Mengganggu dan menyerang garis-garis komunikasi dan konvoi-konvoi musuh.Dalam konsepsi itu, terlihat bahwa perang harus dilakukan oleh seluruh rakyat denganmengikutsertakan seluruh potensi yang ada. Perang tidak hanya menyangkut aspek militer,tetapi juga aspek-aspek lain (ideologi, politik, ekonomi, dan sosial budaya).
3
 Konsepsi itu terus dikembangkan oleh Angkatan Darat dan kemudian dituangkan dalamDoktrin Tri Ubaya C
   ̧
akti, yang dirumuskan pada 1965 dengan pokok-pokok sebagai berikut.
4
 1.
 
Antipenjajahan.2.
 
Melaksanakan pertahanan rakyat semesta.3.
 
Melakukan doktrin pertahanan defensif-aktif.4.
 
Percaya kepada kekuatan sendiri.5.
 
Tidak mengenal menyerah.
Komando Mandala Pembebasan Irian Barat: Suatu Inovasi Strategi
Strategi Perang Konvensional dalam Serangan Ofensif 
Komando Mandala adalah suatu Komando Pelaksana Utama Tri Komando Rakyat(Trikora), yang dikumandangkan Presiden Sukarno untuk merebut Irian Barat.
5
Dalamstrategi besar Pembebasan Irian Barat dalam Komando Mandala, dapat dilihat bahwa
3
Seri Text-Book Sedjarah ABRI:
 Angkatan Darat 
, h. 106-107.
4
 
Ibid 
., h. 107.
5
 
Ibid 
., h. 30.

Activity (0)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Graham Wilson liked this
feermanz liked this
gsdufy liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->