4. Kab.Pontianak 743.042 1468,46 9.520 976.196 1929,24 12.7845. Kab.Sanggau 32.777 64,78 582 30.310 59,90 5026. Kab.Ketapang 39.324 77,72 5.390 59.262 117,12 3.2817. Kab.Sintang 24.767 48,95 161 25.337 50,07 2448. Kab.Kapuas Hulu 20.178 39,88 644 19.456 38,45 6429. Kab.Sekadau 813 1,61 5 1.772 3,50 1810. Kab.Melawi 0 0,00 0 0 0,00 011. Kota Pontianak 35.975 71,10 451 49.025 96,89 4.40012. Kota Singkawang 35.885 70,92 953 0 0,00 0 Jumlah 1.078.401 2.131,23 21.206 1.298.055 2.565,33 25.333(BPS, Kal-Bar, 2006)Kurangnya produksi bahan pangan seperti beras, tepung terigu, kedelai, minyak goreng dan gula diKalimantan Barat, menyebabkan pedagang memasok sekitar 80 persen bahan pangan tersebut dariPulau Jawa. Dan transportasi pengangkutan lewat laut yang terhambat gelombang besarmenyebabkan harga bahan pangan melonjak tinggi. Seperti harga tepung terigu dari Rp 6.500 perkilogram, naik menjadi Rp 7.000 per kilogram (www.pontianakpost.com, 2008). Hal tersebutmengakibatkan produk pangan dengan bahan dasar tepung, seperti mie harganya juga melonjak.Dengan adanya pemanfaatan limbah kulit pisang menjadi tepung, penulis berharap tepung pisangini dapat mensubstitusi tepung terigu sehingga harga tepung terigu yang mahal dapat diimbangi.Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengangkat tema mengenai pemanfaatan sumber daya kulitpisang menjadi pati sebagai substituen tepung terigu dalam pembuatan mie, sebagai alternatif bahan pangan yang dapat dikonsumsi banyak orang, khususnya di Kalimantan Barat.1.2 Rumusan MasalahPenyebaran tanaman pisang di Kalimantan Barat sangat luas, namun masyarakat Kalimantan Baratkhususnya Pontianak umumnya hanya mengkonsumsi buahnya saja, sedangkan kulitnya dibuangyang akan mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan. Oleh karena itu pengolahan limbahkulit pisang menjadi pati yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan mie merupakan salah satualternatif masalah tersebut. Selain itu pati dari kulit pisang dapat menjadi substituen tepung terigusehingga harga tepung terigu yang melonjak dapat diatasi.Berdasarkan hal tersebut, beberapa sub masalah yang diangkat dalam penulisan ini adalah :1. Bagaimana potensi pati limbah kulit pisang sebagai bahan dasar pembuatan mie.2. Sejauh mana kemampuan pati limbah kulit pisang mensubstitusi tepung terigu dalampembuatan mie.1.3 TujuanAdapun tujuan dari penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut: