Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Diabetes Mellitus Terhadap Tikus Jantan

Diabetes Mellitus Terhadap Tikus Jantan

Ratings: (0)|Views: 328 |Likes:
Published by yunii

More info:

Published by: yunii on Nov 16, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/12/2012

pdf

text

original

 
Nama: YuniasihKelompok: B 2NIM: 10.2009.102 Mata kuliah: Metodologi Penelitian
Laporan Penelitian tentang Pemberian Infusa Umbi Gadung terhadap KadarGlukosa Darah Tikus Putih Jantan Diabetes
Pendahuluan
Adanya perubahan pola hidup di masyarakat akibat keberhasilan menurunkan angka kematian dapatmenyebabkan pergeseran pola penyakit, yang bergeser dari penyakit infeksi ke penyakit degeneratif yangmenahun. Diabetes mellitus merupakan penyakit yang ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi normal(hiperglikemia) sebagai akibat dari tubuh yang kekurangan insulin relatif maupun absolut. Pada dasarnyaDiabetes mellitus dapat ditangani dengan cara pengaturan pola makan dan olahraga teratur, penggunaan obatantidiabetes oral misalnya golongan sulfonil urea dan biguanida, serta suntikan insulin. Salah satu bahan alamyang dapat menurunkan kadar gula darah adalah umbi gadung
(Dioscorea hispida Dennst)
. Tanaman gadungmerupakan tanaman yang mudah didapat, harganya relatif murah namun kemanfaatan umbi gadung sebagai penurunan kadar gula darah belum banyak diketahui.Tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek penurunan kadar glukosa infusa umbigadung serta berapa dosis efektif yang dapat menurunkan kadar glukosa darah. Lalu tujuan umum dari penelitian ini adalah dapat memberikan informasi bagi kalangan medis dan masyarakat umumnya, tentang peran umbi gadung sebagai obat anti diabetes mellitus.
Metodologi
Populasi
Hewan uji yang digunakan adalah tikus putih berkelamin jantan galur wistar, umur 2 – 3 bulan, berat badan 140 – 280 gram.
Bahan
Bahan yang digunakan umbi gadung
(Dioscorea hispida Dennst),
aloksan, insulin, TCA 10% (E.Merck),o-toulidin (E. Merck), heparin, aqua dest, aqua bidest,
Alat
Alat penampung darah (eppendorf), alat – alat gelas (pyrex), Neraca analitik (sartorius), Spectrofotometer mini 1240 UV Vis Shimadsu, Timbangan hewan uji, Termometer, sonde, Vortex (Thermolin, Dubuque iowa,USA), Micro pipet (Sacorex ISBA S.A., Switzerland, Acura 821 adjustable micripippette 200-1000 µL),Skalpel, Blue tape, Holder tikus, Water – bath (Thermostat).
Cara kerja
Umbi gadung sebelumnya dikupas dan dipotong tipis-tipis, diolesi abu gosok dan dipres dengan benda berat sampai air dalam gadung keluar, dienapkan semalam, dan dijemur sampai kering, kemudian direndamdengan air selama 2 hari, dikukus dan dijemur kembali sampai menjadi ubi kering, dari pengalaman empiris pembuat keripik gadung. Umbi yang telah kering diblender, dibuat infusa sesuai Farmakope Indonesia.Kadar infusa 630 mg/kg BB : diperoleh 5 gr umbi gadung kering untuk manusia secara umum (berat 50kg),untuk manusia (berat 70 kg), yang dikonversi ke tikus (200 gr) adalah 70/50 x 0,018 x 5 gr x 1000/200 =630 mg/kg BB sebagai dosis I, dan dosis ke II (1260mg/kg BB) merupakan kelipatannya.
Cara perlakuan terhadap hewan uji
20 ekor tikus putih jantan wistar, dibuat diabetes dengan diinduksi aloksan 150 mg/kg BB secara intra peritonial, kemudian dikelompokkan secara acak menjadi 4 kelompok, masing – masing 5 ekor. Kelompok I,sebagai kontrol pasif diberi insulin 12,6 IU/kg BB, subcutan; Kelompok II, sebagai kontrol negatif diberi aquadest 5 mL/kg BB per oral; Kelompok III, diberi infusa umbi gadung dosis 630 mg/kg BB per oral; Kelompok IV, diberi infusa umbi gadung dengan dosis 1260 mg/kg BB per oral.Masing – masing kelompok diberi perlakuan sehari sekali selama 14 hari, selanjutnya penetapan kadar glukosa darah dilakukan pada hari ke 4, 7, 10, 14 menggunakan metode o-toluidin pada 634 nm.
 
Tabel I. Data rerata pengukuran kadar glukosa darah (mg/dL) dari masing – masing kelompok perlakuan.
Kelompok AwalHariHariHariHari HariPerlakuan ke 0 ke 4 ke 7 ke 10 ke 14
 Kelompok I 77,70 421,99 303,81 228,57 199,20 122,62Kelompok II89,48303,81 300,09 205,13236,39 255,82Kelompok III 77,41 261,95234,55174,86187,07 175,56Kelompok IV65,39438,16221,30148,24188,07 125,16Ket :Kelompok I= kontrol positif insulin 12,6 UI/kg BB.Kelompok II= kontrol negatif aqua dest 5 mL/kg BB.Kelompok III= infusa umbi gadung 630 mg/kg BB.Kelompok IV= infusa umbi gadung 1260 g/kg BB.Tabel II. Data rerata persen perubahan kadar glukosa darah (%) dibanding kadar glukosa darah hari ke – 0,masing – masing kelompok perlakuan.
KelompokHari ke 0 Hari ke 4Hari ke 7Hari ke 10Hari ke - 14Perlakuan
Kelompok I100,0072,0653,3146,91 29,34Kelompok II100,0099,2066,8277,7984,07Kelompok III100,0090,8968,8872,8367,18Kelompok IV100,0053,3834,0441,0628,64
Hasil penelitian
Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan pada saat tikus sebelum diinduksi (hari ke – 0) dan sesudahdiinduksi aloksan dan menjadi diabetes (hari ke 4, 7, 10, 14). Sebelum diambil darahnya tikus dipuasakan 16 – 18 jam. Hasil pengukuran kadar glukosa darah pada tabel I.Kemudian dari tabel II, dibuat dalam grafik persen (%) perubahan kadar glukosa darah dibanding hari ke – 0 masing – masing kelompok perlakuan dapat dilihat pada gambar 1.
020406080100120hari ke-0hari ke-4hari ke-7hari ke-10hari ke-14kel-1kel-2kel-3kel-4
Gambar 1.
grafik persen perubahan kadar glukosa darah (%) dibanding hari ke – 0 masing – masing kelompok perlakuan.
Pada gambar 1, tikus kelompok I dimana sebagai kontrol positif, dengan diberi insulin 12,6 IU/kg BBmenunjukkan penurunan perubahan persentase kadar glukosa darah dibandingkan dengan hari ke – 0. Terlihat bahwa penurunannya bersifat stabil dan nyata seiring dengan bertambahnya hari perlakuan.Pada kelompok II, sebagai kontrol negatif, yang diberi aqua dest lewat sonde 5 mL/kg BB menunjukkan bahwa pada hari ke – 0 dibuat diabetes kadar glukosa darah dapat melebihi normal, kadar glukosa ini menurunsampai hari ke – 7, yang seharusnya stabil, namun ternyata kondisi stres dari lingkungan akan mengakibatkangerak menjadi aktif pada saat pengambilan darah, sehingga penggunaan glukosa jaringan meningkat. Kondisiini yang membuat kadar glukosa darah dalam tubuh menurun, tetapi penurunan tersebut masih dalam kondisidiabetes.Pada kelompok III dan IV, terjadi penurunan persen perubahan kadar glukosa darah pada hari ke – 4 danhari ke – 7, tetapi pada kedua kelompok tersebut pada hari ke – 10 mengalami peningkatan persen perubahan

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
rainold_maki liked this
4171ok liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->