Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Implikasi Multidimensional Kebijakan Telemaika

Implikasi Multidimensional Kebijakan Telemaika

Ratings: (0)|Views: 246 |Likes:
Published by maswig
Pemanfaatan Teknologi Infomrasi dan Komunikasi (Telematika) menimbulkan implikasi pada berbagai aspek kehidupan manusia
Pemanfaatan Teknologi Infomrasi dan Komunikasi (Telematika) menimbulkan implikasi pada berbagai aspek kehidupan manusia

More info:

Published by: maswig on Nov 18, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/11/2013

pdf

text

original

 
Implikasi Multi-dimensional dari KebijakanTelematika Indonesia
*)
Oleh:
Mas Wigrantoro Roes Setiyadi
 Country Advocate, GIPI Indonesia
Pengantar
Peradaban dunia pada masa ini dicirikan dengan fenomena pertumbuhan Internetdan globalisasi di hampir semua bidang kehidupan, dari sains dan teknologi, mainan anak - anak hingga tatanan rambut orang dewasa. Salah satu pendorongnya adalah kemajuanteknologi yang berhasil membuahkan integrasi teknologi telekomunikasi, informasi danmultimedia. Ketika mereka masih berkembang sendiri - sendiri dampak yang dihasilkan belum sebesar sekarang, namun ketika telekomunikasi telah memperkaya teknologiinformasi, keduanya menghasilkan jenis - jenis pelayanan baru yang sebelumnya tidak  pernah terwujud. Pelayanan - pelayanan baru ini pada hakekatnya bertujuan memenuhikebutuhan informasi yang disajikan dalam berbagai bentuk. Karena manusia menerbitkandan menerima informasi menggunakan inderanya (mata, hidung, telinga, dan mulut),maka pelayanan inipun berupaya menyajikan informasi dalam kombinasi bentuk gambar,grafik, text, dan suara. Oleh karenanya penggunaan berbagai media sebagai data masukanatau informasi keluaran dari kombinasi alat telekomunikasi dan komputasi menjadi suatukeniscayaan. Fenomena inilah yang kemudian disebut sebagai konvergensi teknologitelekomunikasi, informasi, dan multimedia.Kemajuan dan perkembangan teknologi, khususnya telekomunikasi, multimediadan teknologi informasi (telematika) pada akhirnya merubah tatanan organisasi danhubungan sosial kemasyarakatan. Hal ini tidak dapat dihindari, karena fleksibilitas dankemampuan telematika untuk memasuki berbagai aspek kehidupan manusia. Bagisebagian orang, telematika telah membuktikan perannya sebagai alat bantu yangmemudahkan aktivitas kehidupan, sekaligus membantu meningkatkan produktivitas.Mereka yang sudah dapat menikmati manfaat telematika, terbukti mengalami peningkatan kekuatan ekonomi dan menjadi kelompok masyarakat yang relatif makmur,sebaliknya mereka yang belum memperoleh kesempatan pada umumnya berpenghasilan
*)
Makalah dipresentasikan dalam Seminar Dies Natalis Fisipol Universitas Gajah Mada Ke-46, tanggal 19september 2001, di Jogjakarta.Page 1 of 23
 
rendah dan bahkan di beberapa negara hidup dalam kemiskinan. Fenomena seperti inimakin menguatkan hipotesa
the winner takes all 
yang kurang lebih menyiratkan makna bahwa yang kaya semakin kaya, sementara yang miskin tetap saja miskin.Internet sebagai perwujudan konvergensi telah menyebar ke seluruh penjurudunia pada empat dekade terakhir ini, terutama di negara - negara yang memilikikemampuan menyerap tekonologi, dan oleh karenanya di negara negara kaya kemudianterbentuk suatu kelompok yang disebut masyarakat informasi (Fukuyama, 2000). Transisikarakter ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat cenderung berjalan lebih cepat ketikaInternet melengkapi kemampuannya untuk memfasilitasi aktivitas bisnis dan perdagangan menjadi lebih efisien dan kompetitif. Perubahan ini makin nyata,sebagaimana dikatakan Fukuyama
"A society build around information tends to produce more of the two things peoplevalue most in modern democracy: freedom and equality".
Menyikapi kondisi yang demikian, banyak negara yang sedang berusaha kerasmenyiapkan kerangka kebijakan bagi pembangunan telematika agar dapat mengatasifenomena kesenjangan digital
(digital divide)
. Meski yang terlihat di permukaan adalahmasih sedikitnya penggunaan telematika bagi sebagian penduduk di belahan bumi ini,namun akar permasalahan dari digital divide ini sangat kompleks, karena tidak sajamenyangkut pengembangan dan penggunaan teknologi, namun juga adanya masalahketidak-mampuan ekonomi, masalah sosio-kultural, serta sistem politik di masing -masing negara. Ada beberapa kesamaan di antara negara - negara di Asia Pasifik dalammenyikapi fenomena
digital divide
ini, khususnya menyangkut strategi dan prioritaskebijakan pembangunan bidang telematika.Di sisi lain, struktur fisik Internet yang cenderung menjadi substitusi bagi saranatelekomunikasi konvensional, menjadikannya sulit bagi pemerintah dan anggotamasyarakat lain untuk melakukan upaya pengendalian dan atau sensor. Dapat dimengerti bila kemudian muncul kekhawatiran dari sementara pihak bahwa penggunaan Internetakan lebih banyak menimbulkan mudharat dari pada manfaat. Beberapa pemimpin pemerintahan negara di Asia bahkan telah menyuarakan kekhawatirannya bahwaketerbukaan Internet dapat merusak moralitas dan identitas budaya masyarakat. Namundemikian di tengah retorika dan kontroversi, beberapa negara di Asia sudah mulai
Page 2 of 23
 
menyediakan kebijakan yang dimaksudkan untuk mendukung penyebar-luasan Internet,dengan suatu keyakinan bahwa Internet akan membawa manfaat yang lebih besar danmembantu meningkatkan daya saing ekonomi bila dikelola dengan benar (Hongladarom,2000). Antusiasme dalam mengadopsi Internet pada gilirannya mengundang pertanyaansejauh mana ia dapat berpengaruh pada semua aspek kehidupan dan bagaimanasebaiknya kebijakan publik yang memadai perlu disediakan agar pengaruh ekonomi,sosial dan budaya terhadap masyarakat penggunanya memberikan manfaat dari padamudharat.Dalam makalah ini penulis mengetengahkan observasi pengaruh multi-dimensional meliputi aspek ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanansehubungan dengan kebijakan telematika yang pernah ada di Indonesia. Analisakebijakan menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan teori dan kaidah yang banyak diaplikasikan di berbagai negara. Pada beberapa kasus penggunaan istilah Internet,Telematika, dan Teknologi Informasi sering dipakai secara bergantian untuk mengacu pada maksud yang sama, meskipun ketiganya masing - masing memiliki definisi yang berbeda. Pada beberapa bagian dalam makalah ini, penulis mengajukan rekomendasiyang diharapkan dapat digunakan oleh pemerintah, organisasi sosial , atau sektor bisinissebagai pertimbangan dalam membuat kebijakan strategi atau aktivitas lain yeng berhubungan dengan pemanfaatan telematika.
Sasaran Umum Kebijakan Telematika
Evolusi Telematika akan terus terjadi dengan atau tanpa kebijakan nasional di bidang telematika yang dinyatakan dengan sistematis, jelas, dan komprehensif. Namundemikian kebijakan yang tidak koherent akan mendorong terjadinya pembangunaninfrastruktur dan penggunaan sumber daya secara tidak efisien dan tidak efektif. Gunamencegah terjadinya pemborosan sumber daya, dibuatlah petunjuk sasaran yang biasanyadipakai oleh negara -negara berkembang dalam menyusun kebijakan.Pada umumnya ada tiga sasaran utama kebijakan pemerintah di bidang telematika(Koh How Eng, 1999):
 pertama,
tercapainya
pertumbuhan ekonomi dan daya saing(
economic growth and competitiveness
).
 Kedua,
tercapainya peningkatan kualitashidup (
quality of life
) masyarakat, dan
ketiga,
tercapainya stabilitas pertahanan dan
Page 3 of 23

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Yarith Tialen liked this
icaesaria liked this
iLcon liked this
Sry Rahmawaty liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->