Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
16Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pemanfaatan ICT Dalam Good Governance-R1

Pemanfaatan ICT Dalam Good Governance-R1

Ratings: (0)|Views: 536 |Likes:
Published by maswig
Banyak pihak berpendapat bahwa penggunaan Teknologi Informasi (TI) mendukung penerapan Good Governance
Banyak pihak berpendapat bahwa penggunaan Teknologi Informasi (TI) mendukung penerapan Good Governance

More info:

Published by: maswig on Nov 18, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/05/2013

pdf

text

original

 
Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam PenerapanGood Governance di Indonesia
Ditulis dan disajikan oleh: Mas Wigrantoro Roes Setiyadi
Pengantar
Banyak pihak berpendapat bahwa penggunaan Teknologi Informasi (TI)mendukung penerapan
Good Governance
. Pendapat ini tidak salah namun juga belumsepenuhnya benar. Hubungan antara TI dan
 good governance
serta implikasi yangdihasilkan dari hubungan tersebut relatif belum banyak terdefinisikan.Paper ini mencoba memberi gambaran mengenai hubungan dan implikasi antar keduanya serta mengajukan usulan bagaimana masyarakat memanfaatkan hubungan inidalam upaya mewujudkan masyarakat yang taat dan tertib.
Pendahuluan
Jika menggunakan pemahaman awam, TI tak lebih dari sekedar alat yang dibuatuntuk memudahkan manusia dalam berkarya. Dalam konteks ini, TI tak berbeda halnyadengan pisau, cangkul, atau mobil. Sebagai alat TI bersifat netral, ia dapat dipakai untuk tujuan kebaikan, demikian pula dapat digunakan sebagai alat bantu kejahatan atauaktivitas lain yang negatif. Berbeda dengan alat lain yang hanya berfungsi pada ruanglingkup kegunaan tertentu, TI memiliki kegunaan yang luas dan hampir tidak terbatas.Dikatakan demikian karena hampir semua aspek kehidupan manusia dapat difasilitasidengan TI. TI dipakai secara luas di lingkungan organisasi bisnis, institusi pendidikan,Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan pemerintahan.Di lingkungan akademis, Teknologi Informasi didefinisikan sebagai sisi teknologidari suatu sistem informasi, yang terdiri dari perangkat keras (
hardware
), basis data(
database
), perangkat lunak (
 software
), jaringan komputer, dan peralatan lain terkait.
1
Penggunaan TI sebagai bagian dari Sistem Informasi di organisasi swasta telah berhasilmendorong adanya: peningkatan produktivitas (pengurangan biaya, peningkatan
1
Turban, McLean, Wetherbe,
 Information Technology for Management Improving Quality and  Productivity
, John Wiley & Sons, Inc., 1996.
1
 
efektivitas), perbaikan kualitas layanan kepada stakeholder, peningkatan daya saing, perbaikan proses pengambilan keputusan, peningkatan kreativitas dan inovasi, serta perbaikan struktur dan fungsi organisasi
2
.Jika manfaat penggunaan TI di organisasi swasta telah dapat dirasakan secaraluas, sementara kita sepakat bahwa TI dapat digunakan untuk memfasilitasi hampir semua kegiatan manusia, pertanyaannya adalah bagaimana atau sejauh mana TI dapatdimanfaatkan institusi pemerintahan untuk meningkatkan kinerja mereka. Mengapa halini ditanyakan? Jawabnya, kinerja pemerintahan yang baik menunjukkan, dan berkorelasidengan, adanya tata pemerintahan yang baik (
 good governance
).
Good governance
dilihat dari sisi luar organisasi seolah merupakan refleksi perilaku institusi. Namun demikian, jika kita kaji lebih mendalam,
 good governance
darisebuah organisasi merupakan agregat perilaku individu yang taat dan tunduk padaketentuan (
regulatory
) yang telah ditetapkan. Ketentuan ini biasanya menyangkut tentang batasan mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan, dan atau petunjuk/prosedur  pelaksanaan suatu aktivitas dalam rantai nilai pelayanan kepada stakeholder. Dengandemikian,
 good governance
mencerminkan bagaimana manusia berkarya secara benar, benar dalam pengertian sesuai dengan ketentuan regulasi yang telah ditetapkan.Manusia memiliki kecenderungan melakukan segala sesuatu yang sesuai dengankeinginannya, baik yang menguntungkan diri sendiri namun tidak merugikan orang lainmaupun yang menguntungkan diri sendiri dengan merugikan pihak lain. Masing – masingindividu berupaya agar apa yang diinginkan dapat tercapai. Perjuangan individumemperoleh apa yang diinginkan seringkali menimbulkan benturan kepentingan.Mencegah hal tersebut menjadi potensi negatif, oleh karena itu diperlukan aturan. Dalamkonteks inilah kemudian muncul
 governance
yakni apa dan bagaimana sebuah peraturandibuat serta dijalankan. Peraturan ini di kalangan pemerintahan dapat berupa UU, atau peraturan pelaksanaan di bawahnya. Di kalangan organisasi privat dapat berupakebijakan perusahaan.Dari penjelasan di atas bila hendak dibuat relasi antara
 governance
dan TI adalah bagaimana TI digunakan secara benar dalam setiap proses kebijakan yang meliputi perancangan, pembuatan, pelasakanaan, dan evaluasi suatu peraturan. Sebagaimana
2
Ibid.
2
 
layaknya suatu hubungan, interaksi antara TI dan
 governance
menghasilkan berbagaiimplikasi yang dipengaruhi oleh sifat dasar dari keduanya, maupun aktor yang terlibatdalam proses kebijakan.
Istilah Government, Governance, dan Good Governance
Secara umum istilah
 government 
lebih mudah dipahami sebagai “pemerintah”yaitu lembaga beserta aparaturnya yang mempunyai tanggung-jawab untuk mengurusinegara dan menjalankan kehendak rakyat. Pemerintah dalam arti yang paling dasar diterjemahkan sebagai sekumpulan orang yang memiliki mandat yang absah dari rakyatuntuk menjalankan wewenang – wewenangnya dalam urusan – urusan pemerintahan.Dalam hal ini ada hubungan “kontrak sosial” antara rakyat sebagai pemberi mandat dan pemerintah sebagai pelaksana mandat
3
. Jika diadakan pendekatan dari segi bahasaterhadap kata “pemerintah” atau “pemerintahan”, kedua kata tersebut berasal dari sukukata “perintahyang berarti sesuatu yang harus dilaksanakan. Beberapa hal yangterkandung dalam makna pemerintah adalah sebagai berikut:
4
1.adanya keharusan menunjukkan kewajiban untuk melaksanakan apa yangdiperintahkan;2.adanya dua pihak, yaitu yang memberi dan yang menerima perintah;3.adanya hubungan fungsional antara yang memberi dan yang menerima perintah;4.adanya wewenang atau kekuasaan untuk memberi perintah.Proses pemahaman umum mengenai
 governance
atau
 good governance
mulaimengemuka di Indonesia sejak tahun 1990-an dan mulai semakin bergulir pada tahun1996, seiring dengan interaksi pemerintah Indonesia dengan negara luar beserta lembaga – lembaga bantuannya yang menyoroti kondisi objektif perkembangan ekonomi dan politik Indonesia. Lembaga pemberi donor baik yang bersifat multilateral maupun bilateral memperkenalkan
 good governance
yang dikaitkan dengan kebijaksanaan pemberian bantuan, dalam arti
 good governance
dijadikan salah satu aspek yang perludipertimbangkan dalam pemberian bantuan baik berupa pinjaman (
loan
) maupun hibah(
 grant 
).
3
Sekretariat Pengembangan Public Good Governance BAPPENAS,
 Public Good Governance Sebuah Paparan Singkat 
, April 2002.
4
Bayu Suryaningrat,
Mengenal Ilmu Pemerintahan
, hal 9, Jakarta, Rineka Cipta, 1992.
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->