Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
19Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
TIK Sebagai Faktor Perubahan Sosial

TIK Sebagai Faktor Perubahan Sosial

Ratings: (0)|Views: 1,008 |Likes:
Published by maswig

More info:

Published by: maswig on Nov 18, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2012

pdf

text

original

 
Teknologi Informasi dan KomunikasiDan Perannya Dalam Proses Perubahan Sosial
*)
 Ditulis oleh
: Ir. Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, SE, MSi., MPP
Pengantar
Kajian mengenai peran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di dalamkontribusinya memberikan dukungan kepada berbagai sektor kehidupan masyarakat berupa peningkatan efisiensi serta produktivitas sudah banyak disajikan di berbagai fora.Pada umumnya studi tentang peran TIK di dalam organisasi difokuskan pada persoalanteknis seperti bagaimana memperbaiki kinerja operasional, atau bagaimana TIdigunakan sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan. Kajian yang lebih luas sepertimisalnya bagaimana dampak sosial dari perkembangan TIK yang sedemikian hebatselama dua dekade terakhir ini relatif masih sedikit dilakukan.Dalam lingkungan sosial yang selalu berubah, terdapat setidaknya dua faktor yangmemperngaruhi perubahan sosial itu sendiri: pelaku perubahan dan mereka yang terkenadampak perubahan. Dalam kaitan ini TIK dapat berperan dalam dua posisi sekaligus,sebagai aktor (
means
) pengubah dan sekaligus sebagai sasaran (
ends
) dari perubahanyang ingin dicapai. Naskah singkat ini dimaksudkan untuk memberi gambaran hubungan sebab akibatyang diperankan oleh TIK dalam konteks perubahan sosial kemasyarakatan.
Pendahuluan
Teknologi diyakini sebagai alat pengubah. Sejarah membuktikan evolusiteknologi selalu terjadi sebagai tujuan atas hasil upaya keras para jenius yang padagilirannya temuan teknologi tersebut diaplikasikan untuk memperoleh kemudahan dalamaktivitas kehidupan dan selanjutnya memperoleh manfaat dari padanya. Terdapat urutanyang sistematis dalam perkembangan teknologi, diawali dengan persoalan yang
*)
Disajikan dalam diskusi dengan thema “Cyberspace dan Perubahan diselenggarakan oleh BadanPenerbitan Pers Mahasiswa UGM (Balairung), Jogjakarta 5 Februari 2005. Artikel ini merupakan pendapat pribadi dan tidak mencerminkan pendapat organisasi di mana penulis terkait dengannya.Halaman 1 dari 15
 
diciptakan atau yang dihadapi dalam keseharian. Ilmu pengetahuan dasar seperti fisika,matematika, kimia, menjadi modal utama dalam memecahkan persoalan dan menciptakanteknologi. Tahapan berikutnya, temuan teknologi ini diperkenalkan kepada masyarakatdan jika terbukti dapat membantu memudahkan aktivitas manusia kemudian memasukitahap komersial. Mereka yang mampu memiliki teknologi menjadi penerima manfaat(
beneficiaries
) teknologi, sedangkan yang tidak mampu berada pada lingkaran lua penerima manfaat teknologi.Kondisi mampu dan tidak mampu dalam memiliki teknologi inilah yang menjadi penyebab awal (primal causal) dari kesenjangan ekonomi dan sosial. Mereka yangmampu menghasilkan teknologi dan sekaligus memanfaatkan teknologi memiliki peluangyang lebih besar untuk mengelola sumber daya ekonomi, sementara yang tidak memilikiteknologi harus puas sebagai penonton saja. Akibatnya, yang kaya semakin kaya, yangmiskin tetap miskin. Pada sisi gelap, teknologi dapat dituduh sebagai penyebabkesenjangan ekonomi dan sosial.Keadaan inilah yang kemudian memunculkan ide perlunya pemerataan pemanfaatan teknologi hingga ke masyarakat yang bila secara individu tidak mampumemilikinya. Upaya menciptakan teknologi tepat guna di sektor pertanian, perikanan,dan industri rumahan (
home industry
) yang berbiaya murah dan dapat diterapkan olehmereka yang berpendidikan rendah pernah menjadi agenda nasional di berbagai belahandunia, khususnya di kalangan negara sedang membangun. Teknologi tepat guna menjaditidak popular lagi menyusul semakin kompleksnya tatanan sosial serta munculnya produk teknologi menengah yang dapat dibuat secara massal dan berharga murah. Efek substitusiinilah yang mematikan upaya dibangunnya teknologi tepat guna di pedesaan.Pemanfaatan bersama sumber daya teknologi menjadi solusi yang ditawarkan banyak pihak guna mengatasi keterbatasan daya beli terhadap teknologi. Termasuk dalamkonsep ini adalah disediakannya angkutan massa di perkotaan atau dalam bidang layananinformasi adanya Community Access Center (CAP) dalam bentuk WarungTelekomunikasi (Wartel) dan Warung Internet (Warnet). Fakta menunjukkan bahwaanggota masyarakat tidak perlu harus memiliki teknologi untuk dapat menikmati manfaatteknologi. Dengan demikian yang penggunaan bersama sumber daya teknologi inimenjawab pernyataan mendasar, yang menjadi persoalan bukan pada kepemilikan atas
Halaman 2 dari 15
 
teknologi tetapi akses kepada teknologi dan bagaimana masyarakat dapat seoptimalmungkin menggunakan teknologi untuk memperbaiki taraf hidupnya.Uraian di atas mengindikasikan dua hal, di satu sisi teknologi dianggap sebagaialat (
means
) yang menawarkan kemudahan dan pada gilirannya memberikankemakmuran, di sisi lain karena kemampuannya memberikan kemakmuran teknologimenjadi tujuan (
ends
) masyarakat agar dapat memilikinya. Hubungan antara
means
dan
ends
ini menjadi pangkal dari fenomena sosial yang muncul dalam perkembanganteknologi. Sebagai
means
, teknologi hanyalah barang mati yang peran nyatanya sangatditentukan oleh manusia yang mengendalikannya. Jika pengendalinya memiliki integritasyang tinggi terhadap lingkungan sosialnya, maka teknologi akan terbawa ke suasana positif, dicitrakan sebagai bermanfaat bagi masyarakat. Sebaliknya jika penggunateknologi berperangai egois, tidak peduli kepada lingkungan, maka dampak negatif dari pemanfaatan teknologi tersebut menjadi tidak terelakkan. Sebagaimana layaknya sebuah pistol, dapat berperan dalam pemberantasan pelaku kejahatan maupun sebagai alatkejahatan., tergantung pada siapa yang menggunakannya. Dengan demikian persoalanmenjadi bergeser bukan saja pada teknologi-nya saja, melainkan perhatian harusdipusatkan juga pada manusia pengguna teknologi dan interaksi antara manusia tersebutdengan teknologi yang digunakannya.Dalam hubungannya sebagai
ends
, tak dapat dihindarkan bahwa teknologi tertentumenjadi dambaan individu, masyarakat atau bahkan negara untuk memilikinya dan atau berhasil menguasainya. Persoalan yang menyertai keianginan ini adalah keterbatasandaya beli, baik untuk mengadakan penelitian dan pengembangan, pengadaan bahan baku,maupun pembuatan dalam skala produksi tertentu. Pada tataran mikro, doronganmemiliki teknologi yang terdapat pada individu dapat memicu tindakan kriminal atautidak bertanggung jawab lainnya. Sementara pada tataran agregat, menjadi tugas pemerintah untuk membantu tersedianya teknologi tertentu yang dapat memudahkankehidupan manusia. Strategi dan Kebijakan publik diperlukan untuk mengakomodasi persoalan teknologi sebagai
ends
ini.Di antara bermacam teknologi, di tengah konteks pergulatan antara kemajuan di bidang sosial dan teknologi serta interaksi saling pengaruh di antara keduanya, TIK menempati peran sentral. Isu globalisasi, semakin cepat meluas keseluruh penjuru dunia
Halaman 3 dari 15

Activity (19)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nurulshina Ina liked this
Deva R Pratiwi liked this
Jacknb1ack liked this
Feby Polymorpa liked this
lunafm liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->