Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
TIK Dibutuhkan Masyarakat Di Masa Depan

TIK Dibutuhkan Masyarakat Di Masa Depan

Ratings: (0)|Views: 3,376|Likes:
Published by maswig

More info:

Published by: maswig on Nov 18, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/20/2010

pdf

text

original

 
”Teknologi Informasi Dan Komunikasi Yang DibutuhkanMasyarakat Di Masa Depan”
1
Oeh: Mas Wigrantoro Roes Setiyadi
 Direktur,
Institute for Technology and Policy Studies<<INSTEPS>>
1. Informasi Masa Depan
Hidup manusia tidak dapat lepas dari fungsi ruang dan waktu. Waktu yang telah dilewatidisebut masa lalu, yang sedang dialami dinamai masa kini, dan yang akan datangdikatakan sebagai masa depan. Untuk memudahkan dalam membangun persepsi durasi,dibuatlah satuan waktu: detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun. Satu satuanwaktu – hari misalnya – dapat dipersepsikan sebagai lama oleh satu pihak, sementara pihak lain dapat memersepsikannya sebagai sebentar. Relativitas dan persepsi individusangat dominan dalam menentukan lama/singkatnya fungsi waktu. Teknologi yang ada pada saat ini belum dapat mempercepat detik menjadi – misalnya – “super detik”,teknologi yang ada baru mampu membuat alat ukur waktu dan membuat alat transportasiyang dapat menyingkat waktu perjalanan.Berkaitan dengan masa – masa yang telah, sedang dan akan dilalui, tidak ada pulakesepakatan universal yang menyatakan bahwa masa depan adalah sekian kali fungsiwaktu lagi ke depan. Sedetikpun di depan kita sudah dapat disebut masa depan. Tetapiapakah sesingkat itu? Pertanyaan ini diajukan oleh mereka yang mengangap bahwa waktisedetik sangat singkat, sementara mungkin dari pengalamannya waktu sedetik bisadirasakan sangat lama. Jika demikian, kapan sebaiknya masa depan kita tetapkan?Menjawab secara presisi pertanyaan inipun perlu memerhatikan kelaziman yang berlaku.Sebagian orang membagi masa (depan) ke dalam tiga tingkatan: jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Sejatinya pembagian ini dimaksudkan untuk membedakan suatu siklus aktivitas manusia, yang ketika berakhir akan berulang lagidengan siklus baru hingga mencapai keadaan puncak (
 peak of the cycle
).Kaitan teknologi dengan dengan waktu sama seperti hubungan antara manusia denganmasa. Semakin lama menjalani fungsinya, mengabdi pada kodratnya, tidak selalu berartisemakin berguna, karena selalu muncul teknologi baru yang lebih canggih dan sekaligusdapat menggantikan teknologi sebelumnya. Tidak demikian halnya dengan informasi,sebagian informasi memiliki sifat keusangan (
obsolence
) namun ada sebagian lain yangmampu bertahan dan bahkan dibutuhkan sepanjang masa. Bertolak dari pemahaman ini,dalam memroyeksikan informasi yang akan dibutuhkan masyarakat di masa depanmembutuhkan pemahaman bagi penyedia informasi untuk menentukan jenis informasiapa yang siklus hidup dan masfaatnya berusia singkat, sedang dan jangka panjang.Sebagai contoh, informasi harga komoditas pertanian sebagaimana sering disiarkan oleh
1
Disajikan sebagai makalah dalam Seminar Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasionaldi Masa Depan, diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan SDM – Depkominfo, Jakarta 14Desember 2005.
1
 
Radio Republik Indonesia (RRI) memiliki dampak dan manfaat yang masanya relatif singkat, baik bagi petani maupun pedagang sayur mayur tersebut, siklusnya harian atau paling lama mingguan. Sementara itu, informasi tentang rencana pemerintah untuk melakukan registrasi nomor telepon selular prabayar, merupakan informasi yang bersiklus sedang, karena informasi tersebut akan terus bergulir di tengah masyarakathingga pelaksanaan registrasi berlangsung dan – secara ekstrem – semua pelanggan prabayar sudah terdaftar. Jenis informasi yang dapat dikelompokkan memiliki usia jangka panjang antara lain seperti informasi pendidikan dan ketrampilan, informasilayanan publik, informasi tentang ilmu pengetahuan (sains), dan lain sebagainya.
2. Permasalahan Umum
Informasi dapat dipandang sebagai sarana (
means
) dan sebagai tujuan (
ends
). Pada pengertian pertama, informasi dipercaya memiliki kekuatan dan peran yang bila didaya – gunakan dapat memberi manfaat bagi penggunanya untuk memperbaiki kualitashidupnya. Dari teori inilah kemudian muncul berbagai upaya menyediakan informasi: baik isi informasinya, cara menyampaikannya, media untuk menyajikan informasi,hingga bagaimana mengolah dan memanfaatkannya bagi pembuatan keputusan. Denganasumsi variabel lain dalam pengambilan keputusan diabaikan, nilai informasi yangdihasilkan dari sebuah sistem informasi ditentukan dari perbedaan dampak dari keputusanyang ditetapkan menggunakan input informasi dari sistem informasi dibandingkandengan tanpa input informasi. Permasalahan umum yang sering dihadapi para eksekutif di organisasi privat dan publik, adalah seringkali mereka tidak dapat membedakan apakahinformasi yang digunakan untuk membuat keputusan tersebut berasal dari output sisteminformasi yang ada di organisasinya, atau diperolehnya dari sumber lain. Selain itu,masih kuatnya anggapan di antara eksekutif, bahwa investasi teknologi informasi dankomunikasi yang dikelolanya dalam suatu sistem informasi lebih merupakan alat kerja pada level operasional, bukan sebagai
management supporting-tools
.Paradoks pertama, di satu sisi banyak yang percaya bahwa informasi merupakan saranaterbaik untuk mencapai sasaran organisasi, namun di sisi lain, masih banyak eksekutif yang tidak dapat sepenuhnya memanfaatkan kemampuan sistem informasi yangdimilikinya. Persoalannya bisa saja terletak pada ketidak - mampuan organisasi sisteminformasi menyajikan informasi yang dibutuhkan eksekutif dan atau masyarakat.Mengacu pada teori ekonomi, jika sisi penawaran tidak dapat memenuhi sisi permintaan,maka solusi yang dapat diambil berupa mencari subsitusi. Artinya, investasi teknologiinformasi dan komunikasi yang dibangun dalam suatu sistem informasi menjadi kurang bermanfaat, karena pengguna sasaran lebih menyukai alternatif lain dalam memperolehinformasi. Paradoks kedua, jika semua orang memiliki perilaku positif, maka dapatdiperkirakan tidak akan ada penyalah-gunaan informasi. Atau jika semua orang dapatmenggunakan informasi dengan baik, maka semua orang memiliki peluang yang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraannya. Persoalannya, tidak semua orang berkarakter positif dan tidak semua orang mampu menggunakan informasi. Paradoks ini berkenaan dengan substansi atau isi informasi dan dampak yang ditunjukkan olehmanusia penyedia atau pengguna informasi.2
 
Paradoks ketiga terkait dengan peran informasi sebagai sarana meningkat kesejahteraanadalah munculnya kesenjangan informasi (
information gaps
). Jika semua orang dapatmengakses dan memperoleh informasi yang diinginkan, maka semakin besar peluangmeningkatnya kesejahteraan masyarakat. Persoalannya, tidak semua informasi dapatdiperoleh secara gratis. Sama seperti manusia menghirup udara untuk memperolehoksigen, jika menghirup udara bebas, tidak perlu membayar, tetapi jika menginginkanudara dengan kandungan oksigen lebih tinggi tentunya harus membeli oksigen dalamtabung. Informasi sejatinya juga demikian, banyak informasi yang lalu lalang di hadapankita, di radio, di televisi, media cetak dan lain sebagainya yang kita tidak harusmembayar untuk memperolehnya, paling banter harus punya pesawat penerima radioatau televisi sendiri. Kesenjangan informasi muncul karena tidak semua orang mampumembeli radio, televisi, komputer, melanggan Internet, membeli buku, dan lainsebagainya. Sementara, mereka yang mampu menyediakan informasi, berpeluang untuk lebih mudah dalam mencapai tujuan hidupnya. Semakin besar kesenjangan informasi,semakin besar pula ketidak- efisienan dalam pemanfaatan tersedianya informasi publik.Melihat strategisnya posisi informasi bagi peningkatan kesejahteraan dan keharmonisandalam tatanan kehidupan masyarakat, banyak pihak pada berbagai tingkatan dariindividu, organisasi hingga negara, yang kemudian menjadikan ketersediaan informasisebagai tujuan (
ends
). Konsep pemikiran yang mendasarinya adalah bahwa bila informasisudah dimiliki maka informasi bagaikan senjata yang dapat disasarkan ke mana saja.Banyak permasalahan sosial yang muncul: informasi menjadi luar biasa banyaknya(
abundant 
), sementara tidak semua orang mampu memilah dan memilih informasi yangsesuai di antara jutaan informasi yang dapat diraihnya. Selain itu, adanya anggapan bahwa jika sudah memiliki informasi maka kemudahan akan diperoleh, ternyata tidak selalu benar, dalam banyak kasus, orang tidak mampu memanfaatkan informasi yangsudah dimilikinya.Memahami permasalahan sosial berkaitan dengan akses dan pemanfaatan informasimerupakan syarat pertama sebelum membangun sarana dan prasarana teknologiinformasi dan komunikasi. Kesalahan yang banyak dilakukan pemerintah di berbagainegara, dalam membangun sarana dan prasarana teknologi informasi dan komunikasilebih berorientasi penewaran (
 supply side
). Pendekatan ini beranggapan bahwa apa sajayang disediakan pemerintah pasti akan bermanfaat bagi masyarakat. Perkembangan jaman dan perubahan tata sosial masayarakat menunjukkan bahwa pemerintah tidak selalu benar dalam menyediakan layanan publik. 
3. Masyarakat yang mana?
Paradigma baru kebijakan publik mengatakan bahwa sebelum membuat suatu kebijakan,sebaiknya pemerintah juga memperhatikan kelompok masyarakat yang akan menjadisasaran dari kebijakan tersebut. Memperhatikan dalam konteks ini adalah apakahkelompok sasaran kebijakan ini: membutuhkan kebijakan tersebut? mampumelaksanakan kebijakan? dirugikan atau diuntungkan? Kemungkina menerima atau3

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
luqmanhrz liked this
carol_27 liked this
Abi Algaruti liked this
Feby Polymorpa liked this
chepimanca liked this
wiwi_sixers liked this
setyo_kamtis liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->