• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
8.AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABANDANPENENTUAN HARGA TRANSFER 
Perusahaan terdesentralisasi adalah perusahaan yang didalamnya dibentuk sub-sub unit (divisi-divisi) dengan batasan-batasan organisasional yang jelas dimana manajer-manajer memiliki otoritas pengambilan keputusan.Dengan demikian, tanggung jawab atas bagian-bagian laba perusahaan dapat ditelusuri ke manajer-manajer divisi tertentu, meskipun besarnya otoritas yang diserahkan kepada manajer-manajer ini bervariasi untuk setiap perusahaan. Semangat desentralisasi adalah membagi sebuah perusahaan menjadi divisi-divisi yang relatif  berdiri sendiri dan memungkinkan mereka beroperasi secara otonom. Masalah yang sering terjadi dalamakuntansi pertanggungjawaban bagi bisnis yang memiliki banyak divisi atau segmen adalah penetapan hargadalam transfer barang atau jasa antar segmen dalam satu bisnis. Praktek ini banyak dilakukan oleh bisnis yangmenggunakan strategi integrasi vertikal untuk menguasai jalur pengadaan, produksi sampai dengan distribusiatau pemasaran, melalui lebih dari satu tahapan transfer.
AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN
Akuntansi pertanggungjawaban merupakan suatu sistem akuntansi yang digunakan untuk mengukur kinerjasetiap pusat pertanggungjawaban sesuai dengan informasi yang dibutuhkan manajer untuk mengoperasikan pusat pertanggungjawaban mereka sebagai bagian dari sistem pengendalian manajemen. Sistem ini dirancanguntuk memberikan keleluasaan kepada mana')Ct untuk mengelola bagian organisasi yang dipimpinnya secaraoptimal sebagai salah satu model desentralisasi. Makin luas suatu organisasi, semakin besar kebutuhan dalam pelimpahan wewenang dan tanggung jawab kepada manajemen tingkat bawah sebagai suatu bentudesentralisasi. Seringkali konsep desentralisasi disamakan dengan divisionalisasi. Hal ini tidak tepat, karenadesentralisasi pada intinya adalah pendelegasian 'kebebasan untuk mengambil keputusan. Desentralisasimerupakan tingkat seberapa besat kebebasan untuk pengambilan keputusan didelegasikan oleh manajer puncak kepada manajer yang lebih rendah. Desentralisasi dapat mengambil salah satu dari tiga bentuk berikut ini (1)desentralisasi berdasarkan fungsi
(functional 
 
decentralization),
(2) desentralisasi berdasar daerah
(geographical decentralization),
dan (3) desentralisasi berdasar laba
(profit decentralization).
Salah satu bentuk desentralisasi secara spesifik organisasi dapat dibagi ke dalam pusat-pusat pertanggungjawaban. Manfaat yang dapat diperoleh dari sistem desentralisasi ini adalah1.Manajemen puncak terbebas dari banyak kesibukan untuk memecahkan masalah non strategis sehari-hariyang menjadikan mereka tidak berkonsentrasi pada kegiatan strategis yang beri dampak jangka panjangdan langkah-langkah koordinasinya.2.Memungkinkan para manajer memiliki kendali yang lebih luas atas keputusan untuk segmen merekasekaligus menjadi pelatihan yang sangat baik pada saat mereka mengembangkan karier dalam organisasi.3.Tambahan tanggung jawab dan wewenang pengambilan keputusan sering menghasilkan peningkatankepuasan kerja dan memberikan insentif yang lebih besar bagi manajer segmen atau divisi untuk menjalankan kegiatan-kegiatannya dengan cara yang terbaik.4.Keputusan yang terbaik dibuat pada tingkat organisasi dimana masalah dan peluang-peluang itu terjadi.5.Melalui desentralisasi manajer memiliki lebih banyak keleluasaan untuk menggunakan keterampilan dankreativitasnya.Bagi operasi perusahaan, desentralisasi menjadikan suatu divisi atau segmen organisasi lebih fleksibel dalammenjalankan fungsi-fungsi manajemen yang menjadi bagian tanggung jawabnya. Hal ini disebabkan organisasi
 
terdesentralisasi cenderung menjadi pendek jenjang pendelegasian wewenangnya keputusan yang dibutuhkandapat diambil dengan proses yang lebih cepat.Terdapat dua pertimbangan keperilakuan yang penting dalam penyerahan tanggung jawab kepada para manajer.
 Pertama,
manajer yang bertanggung jawab sewajarnya dilibatkan dalam penyusunan rencana untuk unit yangterhadapnya manajer memegang kendali. Partisipasi seperti ini memastikan bahwa tujuan-tujuan yang disusunakan masuk akal.
 Kedua,
manajer seharusnya hanya bertanggung jawab atas biaya, aset atau pendapatan yangterhadapnya mereka mengemban kendali secara substantial Beberapa biaya mungkin saja dikeluarkan olehsebuah segmen, namun kendali biaya tersebut bisa saja berada di luar segmen yang bersangkutan.Akuntansi pertanggungjawaban berjalan baik untuk semua jenis organisasi yang terdesentralisasi terlepas dariapakah segmen bisnisnya berdasarkan fungsi, geografis dan laba. Sistem akuntansi pertanggungjawaban inidipakai untuk menghimpun informal kinerja berdasarkan segmen dan melaporkan hasil-hasil dari manajer-manajer yang bertanggung jawab, oleh karena itu sistem akuntansi pertanggungjawaban haruslah disesuaikanagar memenuhi kebutuhan-kebutuhan spesifik dan kondisi operasi perusahaan pelaporan kinerja semua posfinancial yang dipertimbangkan dapat dicapai oleh pusat-pusat pertanggungjawaban (segmen) tersebut.Semua pihak yang terlibat dalam perancangan, penerapan dan operasi sistem akuntansi pertanggungjawabanseyogyanya memahami secara mendalam mengenai pemberian otoritas, tanggung jawab, serta jaringanakuntabilitas di dalam organisasi. Pemahaman ini diperlukan untuk memastikan bahwa akuntansi pertanggungjawaban yang diterapkan telah bekerja dengan benar dan bahwa evaluasi dan pelaporan kinerjaadalah bermakna.JENIS - JENIS PUSAT PERTANGGUNGJAWABANDalam perusahaan, penentuan daerah penanggung jawaban dan manajer yang bertanggung jawab dilaksanakandengan menetapkan pusat-pusat pertanggungjawaban dan tolok ukur kinerjanya. Pusat pertanggungjawabanmerupakan suatu unit organisasi yang dipimpin oleh seorang manajer yang bertanggung jawab. Suatu pusat pertanggungjawaban dapat dipandang sebagai suatu sistem yang mengolah
masukan menjadi keluaran.
Masukan suatu pusat pertanggungjawaban yang diukur dalam satuan uang disebut biaya, sedangkan keluaransuatu pusat pertanggungjawaban yang dinyatakan dalam satuan uang disebut pendapatan. Gambar 8.1menggambarkan pusat pertanggungjawaban sebagai suatu sistem.
Gambar 8.1 Pusat Pertanggungjawaban sebagai suatu sistem
Pusat pertanggungjawaban merupakan suatu bagian dalam organisasi yang memiliki kendali atas terjadinya biaya, perolehan pendapatan atau penggunaan dana investasi. Ada empat jenis pusat-pusat pertanggungjawabanutama, yaitu : (1) pusat biaya,
(cost center)
(2) pusat pendapatan
(revenue center),
(3) pusat laba
 
 profit center)
dan (4) pusat investasi
(investment center)
1.Pusat Biaya
Pusat biaya
(cost center)
adalah pusat pertanggungjawaban dimana manajernya bertanggung-jawab untuk mengendalikan biaya yang dikeluarkan dan wewenang untuk mengambil keputusan-keputusan yangmempengaruhi biaya tersebut.Dalam pusat biaya, keluarannya tidak dapat atau tidak perlu diukur dalam wujud pendapatan. Hal inidisebabkan karena kemungkinan keluaran pusat biaya tersebut sulit diukur secara kuantitatif Departemenakuntansi dan departemen personalia adalah contoh pusat biaya yang keluarannya sulit untuk diukur secarakuantitatif.Meskipun keluaran departemen produksi mudah diukur secara kuantitatif, namun karena tanggungjawabmanajer pusat pertanggungjawaban tersebut adalah untuk menghasilkan keluaran tertentu dengan masukanKeluaran x harga = pendapatanKeluaranPusat PertanggungjawabanMasukan x Harga = BiayaMasukan
 
Proses
 
serendah mungkin, karena itu dipandang tidak perlu untuk mengukur pendapatan departemen produksi.Oleh karena itu departemen produksi biasanya diperlakukan sebagai pusat biaya.Berdasarkan karakteristik hubungan antara masukan dengan keluarannya, pusat biaya dapat dibagi lebihlanjut menjadi
Pusat Biaya Teknik 
(engineered cost center)
dan Pusat Biaya Kebijakan
(discretionary
cost
center)
a.Pusat Biaya Tekni
(engineered cost center)
Pusat pertanggungjawaban yang sebagian besar masukannya mempunyai hubungan yang nyata dan eratdengan keluarannya. Karena hubungan antara masukan dan keluaran yang erat dan nyata ini, makadapat dihitung rasio antara masukan dan keluarannya, yang merupakan ukuran efisiensi pusat biayateknik. Contoh pusat biaya ini adalah departemen produksi.
b.Pusat Biaya
 Kebijakan
 
(discretionary cost 
center).
Pusat pertanggungjawaban yang sebagian besar masukannya tidak mempunyai hubungan dengankeluarannya. Contoh pusat biaya jenis ini terjadi pada departemen akuntansi, personalia, departemen pemasaran dan departemen hubungan masyarakat.
2.Pusat Pendapatan
Pusat pendapatan
(revenue center)
adalah pusat pertanggungjawaban yang manajernya diberi wewenanguntuk mengendalikan pendapatan pusat pertanggungjawaban tersebut.Manajer pusat pendapatan diukur kinerjanya dari pendapatan yang diperoleh pusat pertanggungjawabannyadan tidak dimintai pertanggungjawaban mengenal masukannya, karena tidak dapat mempengaruhi pemakaian masukan tersebut. Contoh pusat pendapatan adalah departemen pemasaran. Departemen pemasaran bertanggung jawab terhadap pencapaian pendapatan yang ditargetkan tanpa harus dibebanitanggungjawab mengenai biaya yang terjadi di departemennya, karena biaya seringkali tidak mempunyaihubungan dengan pendapatan yang diperoleh departemen tersebut.
3.Pusat Laba
Pusat pertanggungjawaban yang manajernya diberi wewenang untuk mengendalikan pendapatan dan biaya pusat pertanggungjawaban tersebut. Manajer pusat laba diukur kinerjanya dari selisih antara pendapatandengan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan tersebut. Oleh karena itu dalam pusat laba, baik masukan maupun keluarannya diukur dalam satuan rupiah untuk menghitung laba, yang dipakai sebagai pengukur kinerja manajemya.Dalam kenyataan, pusat laba tidak diukur kinerjanya dengan laba saja, tanpa menghubungkan laba denganinvestasi yang digunakan untuk menghasilkan laba, kinerja pusat laba tidak akan tercermin dari ukurankinerja tersebut. Oleh karena itu, pusat laba dan pusat investasi pada dasarnya adalah sama.
4.Pusat Investasi
Pusat investasi adalah pusat laba yang prestasi manajernya diukur dengan menghubungkan laba yangdiperoleh pusat pertanggungjawaban tersebut dengan investasi yang bersangkutan.Ukuran prestasi manajer pusat investasi dapat berupa rasio antara laba dengan investasi yang digunakanuntuk memperoleh laba tersebut. Ukuran ini disebut dengan
Kembalian Investasi
 
(return on investment),
dengan rumus laba dibagi investasi. Prestasi manajer pusat investasi dapat juga diukur denganmenggunakan
residual 
income,
yang merupakan selisih laba setelah dikurangi dengan beban modal
(capital charge
), atau ukuran produktivitas yang merupakan rasio antara keluaran dengan masukan.Keempat pusat pertanggungjawaban diatas dapat digambarkan seperti struktur yang digambarkan padagambar 8.2 berikut.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...