• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
 
© 2003 Digitized by USU digital library
1
SISTEM KOMUNIKASI INDONESIA:Memahami Sistem Komunikasi Dalam Budaya PancasilaDrs.SAKHYAN ASMARAJurusan Ilmu KomunikasiFakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu PolitikUniversitas Sumatera UtaraA. PENGANTAR.
Sebuah sistem sangat diperlukan bagi melancarkan mekanisme sub-subsistem yang ada didalamnya. Sistem sangat membantu dalam memudahkanpencapaian tujuan sistem juga membangun kesamaan-kesamaan dari keserasian.Di Indonesia dikenal beberapa bangunan sistem, misalnya Sistem HukumIndonesia, Sistem Politik Indonesia, Sistem Sosial Indonesia, Sistem BudayaIndonesia, Sistem Ekonomi Indonesia dan sistem-sistem nilai lainnya yang dapatdijadikan pedoman dalam proses interaksi antar orang di Indonesia.Dalam kehidupan komunikasi juga mulai dikenal dengan istilah SistemKomunikasi Indonesia. Sistem ini merupakan rumusan baru bagi Indonesiameskipun pelaksanaannya secara implisit telah dilakukan oleh bangsa Indonesiadalam kehidupan sehari-hari terutama melalui norma Sistem Pers Indonesia.Namun rumusan yang jelas tentang Sistem Komunikasi Indonesia masih belumdimiliki.Dengan merumuskan Sistem Komunikasi Indonesia maka kita akanmemiliki sebuah bangunan sistem dalam berkomunikasi yang seragam danmenjadi ciri dan karakter bangsa Indonesia. Sehingga dengan jumlah pendudukyang lebih dari 200 juta jiwa tidak mustahil sistem komunikasi Yang dibangun diIndonesia melalui konsep Sistem Komunikasi Indonesia itu akan menjadi sebuahsistem yang perlu dicontoh oleh negara-negara lain yang karakteristiknya sedikitbanyak mirip dengan negara Indonesia.Bangunan dari sistem komunikasi Indonesia itu akan berlandaskan padaPola Komunikasi yang dikembangkan di Indonesia dengan perangkat nilai danperundangan Yang ada. Sebab pola komunikasi didalam suatu negara akanmenentukan bangunan sistem komunikasi yang akan dikembangkan di negaraini.
B. POLA KOMUNlKASI
.
1. Landasan Teoriiis.
Pola komunikasi didalam suatu negara selalu dipengaruhi oleh sikap danlpandangan hidup bangsanya sekaligus memberikan bentuk bagi falsafahkomunikasi yang dianut dalam proses interaksi antar orang yang terjadi dinegaraitu. Falsafah komunikasi yang dianut. pada umummya sejalan dengan sistempolitik yang berlaku. Komunikasi mempunyai kemampuan menambahpengetahuan, merubah dan memperkuat opini, merubah sikap sertamenimbulkan partisipasi secara individual maupun menambah sikap sertamenimbulkan partisipasi secara individual maupun sosial. Keadaan inimengharuskan adanya kesamaan pandangan antara supra dan infrastrukturpolitik dalam mengimplementasikan kegiatan komunikasi sesuai dengan filsafatbangsa itu sendiri.Fred S. Seibert, Theodore Peterson dan Wilbur Schramm, mengajukantipologi komunikasi khususnya komunikasi massa yang dikenal dengan istilah"Four Theories Of the Press" meliputi empat sistem yakni authoritarianlibertarian, social responsibility dan communist - dalam hal ini Komunis Soviet.Sistem ini juga menjadi aliran didalam sistem pemerintahan yakni otoriter,liberal, tanggung jawab sosial dan komunis.Bangunan filsafat komunikasi juga mengacu kepada kerangka empatsistem tersebut dimana harus terdapat kesamaan pelaksanaan sistem antara
 
 
© 2003 Digitized by USU digital library
2
sistem pemerintahan yang dianut dengan pelaksanaan sistem komunikasinya(Astrid, Filsafat Komunikasi, 1979).
2. Perkembangan dalam Era Reformasi di Indonesia.
Bila melihat perkembangan politik di negara kita dewasa ini sebagaidampak dari adanya reformasi, telah muncul berbagai pergulatan pemikiranmengenai negara dalam rangka mencari format yang pas bagi pelaksanaansistem politik di Indonesia. Beberapa diantaranya ialah adanya gagasan untukmembentuk negara federal, menguatnya tuntutan otonomi, adanya gugatanterhadap Pancasila sebagai satu-satunya azas, otonomi, adanya gugatanterhadap Pancasila sebagai satu-satunya azas, terbentuknya partai-partai politikyang kian hari kian bertambah, semakin maraknya unjuk rasa yang dilakukanoleh berbagai lapisan dan golongan masyarakat. Didalam dunia komunikasi jugaterjadi perkembangan baru, antara lain dicabutnya Keputusan MenteriPenerangan tentang peraturan SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers)sehingga pengurusan SIUPP menjadi lebih mudah, terbangunnya keberanianmoral dalam menyampaikan aspirasi dan koreksi meskipun terkadang tidaksejalan dengan pemerintah, adanya toleransi yang tinggi dalam perbedaanpendapat, penggunaan media massa yang semakin berani dalam menyajikanfakta atau opini serta berbagai perkembangan lain yang pada akhirnya bermuarakepada suatu komitmen yakni bagaimana persatuan clan kesatuan tetap dapatdipelihara dalam dinamika yang sedang berkembang sekarang ini.Berangkat dari kenyataan tersebut diatas maka nilai-nilai fllsafati yangmampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa menjadi sangat penting artinya.Diktat ini akan memberikan pemikiran mengenai sistem komunikasi yang harusdiimplementasikan didalam negara yang memiliki budaya politik Pancasilakhususnya dalam membentuk pola yang tepat terhadap proses interaksi yangpositif antara pemerintah dengan masyarakat-masyarakat dengan masyarakatdan antara masyarakat dengan pemerintah. Dengan demikian akan diperolehrumusan yang jelas dan tepat mengenai Sistem Komunikasi Indonesia.
C. PANCASILA DAN KOMUNIKASI
1. Pancasila Sebagai Acuan Normatif Bangsa Indonesia.
Indonesia sebagai suatu negara, sejak dikumandangkannya Proklamasi 17Agustus 1945 dan disahkannya Undang-Undang Dasar pada tanggal 18 Agustus1945, Lelah meletakkan pandangan hidup bangsanya sebagaimana dapat dilihatdalam alinea ke-empat Pembukaan UUD 1945.Dalam rumusan yang panjang tapi padat itu, alinea ke-empat PembukaanUUD 1945 memberikan penegasan tentang fungsi dan tujuan negara Indonesia,bentuk negara clan dasar falsafah negara Indonesia. Hal ini dengan jelas dapatdilihat dalam kalimat alinea ke-empat UUD 1945 sebagai berikut :
…………"Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negaraIndonenesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpahdarah Indonesia dan untuk mengajukan kesejahteraan umum, mencerdaskankehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkankemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial maka disusun kemerdekaankebangsaan Indonenesia itu dalam suatu Undang-undang Dasar NegaraIndonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yangberkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada; Ketuhanan Yang Maha Esa,Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan Yangdipimpin Oleh Hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, sertadengan mewujudkan suatu Keadilan Sosial Bagi seluruh Rakyat Indonesia ".
Pernyataan yang terkandung didalam alinea ke-empat UUD 1945 itumemberikan arti bahwa fungsi, tujuan dan bentuk negara Indonesia dilandaskankepada makna fllosofis yang terkandung di dalam kalimat sesudah kata-kata
 
 
© 2003 Digitized by USU digital library
3
"dengan berdasar kepada"
tersebut, yaitu suatu rumusan yang akhirnya dikenaldengan PANCASILA, yakni:1. Ketuhanan Yang Maha Esa.2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.3. Persatuan Indonesia.4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan DalamPermusvawaratan/ Perwakilan.5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.Sila-sila dari lima sila ("panca sila") tersebut menjadi acuan normatif bagibangsa Indonesia dalam melaksanakan segala bentuk kehidupan berbangsa,bernegara dan bermasyarakat yang pada dasarnya mengatur kehidupan manusiaIndonesia secara horizontal yakni bagaimana berhubungan dengan sesama Nilaiyang terkandung didalam Pancasila itu merupakan kristalisasi dari nilai-nilaibudaya bangsa Indonesia yang sudah berurat akar sejak zaman nenek moyang.Kristalisasi nilai inilah yang menjadi dasar negara, jiwa, kepribadian danpandangan hidup bangsa Indonesia. Dikatakan jiwa bangsa karena nilai yangterkandung didalamnya merupakan semangat yang harus memiliki oleh seluruhbangsa Indonesia. Menjadi kepribadian bangsa memberikan arti bahwa Pancasilamerupakan suatu ciri kepribadian bangsa Indonesia yang membedakannyadengan bangsa-bangsa lain sekaligus memberikan watak tertentu bagi bangsaIndonesia dalam kehidupan dan berinteraksi antar sesama. Sebagai pandanganhidup bangsa memberikan arti bahwa nilai-nilai yang terkandung di dalamPancasila telah diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekad bagi bangsaIndonesia untuk mewujudkannya.Pancasila diterima sebagai dasar negara, disamping sebagai pandanganhidup bangsa, berarti nilai-nilai Pancasila selalu harus menjadi landasan bagipengaturan serta penyelenggaran negara. Hal ini memang telah diusahakandengan menjabarkan nilai-nilai Pancasila kedalam peraturan perundangan yangberlaku. (P. Wahana, Filsafat Pancasila, 1996 Hal.65)
2. Pancasila Dalam Kehidupan Komunikasi 
Jika dikaitkan dengan komunikasi, nilai yang terkandung di dalam tiap-tiapsila dari Pancasila mempunyai implikasi khusus pada kegiatan komunikasi. Silapertama memberikan pengakuan secara khusus pada eksistensi bentukkomunikasi transendental yaitu sebagai manifestasi dari pengakuan bangsaIndonesia terhadap sesuatu yang gaib yang di pandang ikut menentukankeberhasilan bangsa Indonesia dalam mencapai cita-citanya.Sila kedua menuntut adanya komunikasi manusiawi dengan menerapkanetika komunikasi yang adil dan beradab, sila ketiga mengisyaratkan pelaksanaannorma-norma komunikasi organisasi, komunikasi politik termasuk komunikasilintas budaya dan komunikasi tradisional yang bernuansa. persatuan dankesatuan, sila keempat memberikan tekanan pada pengakuan dilaksanakannyakomunikasi dua arah dan timbal balik yang menghubungkan secara vertikal,horizontal maupun diagonal antara pemerintah dan masyarakat dan sebaliknyayang berorientasi pada kesamaan dan kesepakatan baik keluar maupun kedalamdengan menggunakan model relational atau konvergensi. Akhirnya sila kelimamengandung makna implikasi komunikasi sosial, komunikasi bisnis maupunkomunikasi administrasi dan management dengan berorientasi pada asaskeseimbangan dan keserasian bertujuan agar terjadinya perubahan sosial yanglebih baik secara material maupun spiritual.Bila dilihat Pancasila dalam perspektif komunikasi tersebut diatas makasegala tingkah laku bangsa Indonesia dalam kehidupan dan kegiatan komunikasididalam berbagai bidang seperti bidang sosial, politik, ekonomi, hukum, budayadan sebagainya; haruslah dilandasi oleh nilai-nilai yang terkandung di dalamPancasila. Dengan kata lain segala tingkah laku bangsa Indonesia harus dapatdikembalikan secara bulat dan utuh kepada Pancasila sebagai "State FundamentalNorm" bangsa Indonesia sehingga Pancasila bukan saja merupakan sumber
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...