Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
24Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hukum Kawin Hamil Krn Zina

Hukum Kawin Hamil Krn Zina

Ratings:

4.0

(1)
|Views: 2,165 |Likes:
Published by Subhan Nurdin
Bolehkah menikahkan wanita hamil karena perzinahan ?
- Dalil membolehkan
- Dalil yang mengharamkan
Bolehkah menikahkan wanita hamil karena perzinahan ?
- Dalil membolehkan
- Dalil yang mengharamkan

More info:

Published by: Subhan Nurdin on Nov 18, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2012

pdf

text

original

 
PERZINAHAN & KAWIN HAMIL
Allah SWT berfirman :
نٍازَلّإِه َ ح ُ ك ِ  ْ يَلَة ُ  َ ِا ّ اوَة ً َ ر ِ ش ْ مُوْأَة ً  َ ِازَلّإ  ُ ك ِ  ْ يَلَِا ّ ا َ  ِ مِ ؤ ْ  ُ ْا ى َ عَ َ ِذََ ر  ُ وَٌ ر ِ ش ْ مُوْأَ
Dan laki-laki penzina tidak layak kawin kecuali dengan perempuan- perempuan pezina atau musyrikah, dan perempuan-perempuan pezina pun tidak layak kawin kecuali dengan laki-laki pezina atau musyrik danitu diharamkan bagi orang-orang mukmin” 
(An-Nur :3).Sehubungan dengan ayat di atas, Mujahid dan Atha menjelaskan:"Para Muhajir datang ke Madinah. Mereka umumnya adalah orang-orang yang faqir, tidak mempunyai harta dan keluarga. Sedangkanpada masa itu di Madinah ada perempuan-perempuan kotor yangmenyewakan dirinya dan di antara mereka termasuk orang-orang yangberkecukupan. Pada setiap rumahnya ada tanda-tanda tertentu yangmemberi tahu perihal mereka. Sedangkan yang masuk ke rumahmereka hanyalah para pezina atau orang musyrik. Ternyata hal itumenjadi daya tarik para fuqara muslim muhajir, mereka berkata :”Kamiakan menikahi mereka sampai Allah memberi kecukupan kepada kamidengan sebab menikahi mereka. Kemudian mereka meminta izinkepada Rasulullah SAW, maka turunlah ayat tersebut.(Al-Maraghi XVIII :70).Pada ayat tersebut jelaslah bahwa pezina itu tidak layak nikahkecuali dengan yang sejenisnya. Hal itu sesuai dengan ungkapan :
“Bahwasanya burung-burung itu akan hinggap sesuai dengan jenisnya” 
Namun demikian, akan timbul pertanyaan, bagaimana jikamereka itu taubat sebagaimana taubatnya orang musyrik? Tentu saja mereka tidak termasuk “azzani” atau “az-zaniyatu’lagi sebagaimana diungkapkan dalam sebuah hadits.
“Dari ‘Ubadah bin Shamit bahwa Rasulullah SAW bersabda dandisekelilingnya ada sekelompok para shahabat: “berbai’atlah kamukepadaku bahwa kamu tidak akan menyekutukan Allah dengansesuatu, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akanmembunuh anak-anak kamu, tidak akan menyebarkan kabar bohong yang diada-adakan diantara kamu, tidak akan maksiat dalamkebaikan. Maka barang siapa yang menyempurnakan hal itu, makaganjarannya terserah kepada Allah. Dan barang siapa yang melakukansesuatu dari hal itu, kemudian ia disiksa di dunia, maka hal itu sebagaikifarat baginya. Kemudian barang siapa yang melakukan hal itu
 
kemudian Allah menutupinya, maka hal itu terserah kepada-Nya, jikaia mau ia akan menyiksanya dan jika ia mau akan mengampuninya”.Kemudian kami berbai’at kepadanya atas hal itu.” 
(Fathul Bari I : 64).Pelaku zina ada kemungkinan mereka itu telah menikah,menjadi suami atau istri atau ada juga yang belum menikah.Berdasarkan hukum Syara’ mereka itu harus dihukum had.Namun pada suatu saat, hukum itu tidak berlaku pada mereka.Mungkin mereka berada di negara yang tidak memberlakukanhukum Islam atau mereka tidak tertangkap tangan. Hal itusebagaimana diungkapkan dalam hadits di atas, jika Allah SWTmenghendaki akan menyiksa atau mengampuninya.Aisyah ra. menceritakan bahwa pernikahan pada zaman Jahiliyahada empat macam ;
Pertama
, pernikahan sebagaimana berlaku se-karang.Seseorang datang kepada wali wanita kemudi-an melamar. Jikalamarannya diterima, lantas ia menikah.
Kedua,
Seorang suami berkata pada istrinya (apabila bersih darihaid) : "pergilah kepada si fulan dan lakukanlah
istibda’ 
dengannya."Sejak itu suaminya tidak berhubungan badan dengan istrinya sampai jelas ia hamil dari hubungan badan dengan orang tersebut. Hal inidilakukan oleh mereka karena berharap adanya keturunan dari laki-lakiitu. Pernikahan ini disebut “Nikah Istibda’”.
Ketiga,
Beberapa orang, kurang dari sepuluh orang,bersebadan dengan seorang wanita. Apabila ia hamil kemudianmelahirkan, maka setelah beberapa hari dari kelahiran ia mengundangsemua laki-laki yang pernah bersebadan itu. Semua laki-laki itu tidakada yang menolak undangannya. Kemudian wanita tersebut berkata :“Kalian telah tahu akibat perbuatan yang kalian lakukan terhadapku,dan aku telah melahirkan”. Lantas ia menunjuk salah seorang di antaramereka sambil berkata: ”ini adalah anakmu”. Sejak itu anak tersebutbersama dengan laki-laki tersebut.
Keempat :
Seorang perempuan menerima semua laki-laki yangdatang kepadanya sampai hamil dan melahirkan. Mereka itu adalahpelacur. Tatkala Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW membawahaq, pernikahan Jahiliyyah itu musnah dan berlakulah cara pernikahansesuai syari’at Islam. (HR. Al-Bukhari, Abu Daud / Nailur Authar VI :300).Menikahi atau menikahkan yang haram hukumnya adalahharam. Jika telah terlanjur karena ketidak tahuan, maka tetapharus berpisah setelah ada yang memberi tahu. Jika merekamemaksakan kelangsungan rumah tangganya, maka hukumnyadianggap zina. Sehubungan dengan hal itu, pernah terjadi padazaman Rasulullah SAW :
Dari ‘Uqbah bin al-Harits ra. Bahwasanya ia menikahi anak  perempuan Abi Ihab bin Aziz, kemudian seorang perempuan
 
mendatanginya lantas berkata :”Sesungguhnya aku pernah menyusui‘Uqbah dan perempuan yang dinikahinya. ‘Uqbah berkata kepadanya :”Aku tidak tahu bahwa engkau pernah menyusuiku dan kenapaengkau tidak memberitahuku (sebelumnya). Kemudain ia pergimenemui Rasulullah SAW di Madinah lantas bertanya kepada Beliaudan Rasulullah SAW menjawab “Bagaimana padahal hal ini telahdikatakan”. Kemudian ‘Uqbah bercerai dengannya dan perempuan itumenikah lagi dengan laki-laki lain.
(Fathul Bari I : 184)Penulis pernah membaca buku “
Kompilasi Hukum Islam diIndonesia” 
yang dikeluarkan oleh Direktorat Pembinaan BadanPeradilan Agama dan Direktorat Jenderal Pembinaan KelembagaanAgama Islam Departemen Agama Republik Indonesia tahun1991/1992. Buku ini berisi keputusan-keputusan yang dibuat menjadiundang-undang dan meliputi tiga masalah hukum Islam, yaitu HukumPerkawinan, Hukum Kewarisan, dan Hukum Perwakafan. Buku ini telahdisahkan sebagai rujukan dalam mengambil kebijaksanaan yangberkaitan dengan tiga masalah di atas. Bahkan pada halaman 5dicantumkan Instruksi Presiden RI nomor 1 tahun 1991, agarmenyebarluaskan Kompilasi Hukum Islam ini berdasarkan telahditerima baik oleh para alim ulama Indonesia dalam lokakaryanya di Jakarta, 2-5 Pebruari 1988.Sebelumnya, tiada maksud penulis untuk membuat
tasykik 
(keragu-raguan) sekitar masalah yang akan dibahas dalam tulisan ini. Tulisanini tidak lebih sekedar analisa penulis untuk menambah wawasan danbahan perbandingan bagi para pembaca, sehingga bisa mengambilkeputusan yang tepat. Bukankah hal ini diisyaratkan dalam Al-Quran,
 ُ ُاد َ َ َ ي ِ ّا  َ ئ ِ َ وأُ ُ  َ س َ ْأَنَ  ُ ب ِ ت ّ  َ فََ  ْ ق َْا نَ  ُ  ِ ت َ س ْ يَ َ ي ِ ّاِب َ ْ َاْُ وأُ ْ ُ َ ئ ِ َ وأُ وَ ُ ا
“Mereka yang mendengarkan perkataan dan pendapat, lalumengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk Allah dan mereka itulah yangmenggunakan akal.” 
1
Adapun yang menjadi sorotan utama dalam buku ini ialahtentang kawin hamil dengan tiga butir ayat-ayatnya yangdimuat pada Bab VIII Pasal 53. Lengkapnya sebagai berikut:BAB VIII
Pasal 53
(1) Seorang wanita hamil di luar nikah, dapat dikawinkan dengan priayang menghamilinya.(2) Perkawinan dengan wanita hamil yang disebut pada ayat 1 dapatdilangsungkan tanpa menunggu lebih dahulu kelahiran anaknya.
1
QS. 39: 18

Activity (24)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Rinda Wati liked this
outami liked this
Ticha Musawa liked this
A Imam Gfi liked this
Atha ULy Sinaga liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->