membandingkan dengan peliknya profesionalisme guru ini diperoleh, sekilas pikir, kita akanmengatakan Indonesia layak menjadi macan Asia 2030 mendatang. Namun ketika kita korekke dalam, bahwa uji sertifikasi dilaksanakan dengan model uji Portofolio, harapan ini patutdipertanyakan.Pertama, guru yang memproduksi kita, bahkan yang mendidik mereka yang saat inimenelurkan UU guru dan dosen, juga Tim Sertifikasi Guru, adalah murid dari Guru produkmasa lampau, yang saat itu tradisi dokumentasi sangat jarang, yang berimbas padakemungkinan lolos untuk sertifikasi mereka minim.Kedua, dengan portofolio, mempermudah guru-guru muda mendapatkan sertifikat ini, denganpemikiran bahwa saat ini IT adalah hal yang sepele, dan berbagai dokumen yang dibutuhkanuntuk mendapatkan sertifikat adalah hal sangat mudah. Tidak adanya pembedaan ujisertifikasi antara guru lama (yang hampir pensiun) dengan guru muda adalah permasalahanpertama peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.Permasalahan kedua dari peningkatan mutu pendidikan Indonesia adalah Standar pendidikanIndonesia masih kebingungan mencari pola. Standar isi dan kelulusan yang ada sampai saatini masih mengkopi tradisi negara Orang (Barat), model kelulusan akhir UAN yang melulukognitif dan standar isi kurikulum yang masih menganut domain Bloom (pengembangankognitif, psikomotorik, dan afektif siswa), secara praksis tidak aplikable dalam kondisipendidikan Indonesia. Indonesia adalah negara kepulauan yang rata-rata penduduknyamendiami daerah pedesaan. Konsekuwensi dari standar isi model bloom ini adalah pelapukandesa, warga terdidik lebih senang mencari penghidupan di kota dari pada di desa karenamemang mereka hanya dibekali model keilmuan yang seuai dengan perilaku dan paradigmakota, hingga potensi desa tidak dapat dikembangkan.Memikirkan Indonesia maju adalah memikirkan bagaimana mengembangkan potensi yang adadi desa menjadi tenaga pendorong kemajuan bangsa. Kalau setiap desa di Indonesia mampumengembangkan diri, maka Indonesia tidak lama lagi bersanding sebagai negara maju yangdapat turut mangatur tata-kehidupan dunia.Mamajukan desa, berarti mencegah pelapukan desa terjadi, menjadikan semua wargaterdidiknya mampu mengembangkan potensi yang ada di sekitarnya. Bagaimanakahmengembangkan warga terdidik yang sadar tentang potensi yang ada di sekitarnya?Jawabannya adalah perombakan Isi kurikulum pendidikan di Indonesia.Kalaupun telah kita temui muatan lokal dalam kurikulum pendidikan Indonesia, hal ini belummemberi jalan cukup. Isi kurikulum pendidikan Indonesia harus mencerminkan kepribadianbangsa, salah satu jalannya adalah tawaran standar isi kuikulum yang berbeda dengan yangada, tidak cukup dengan mengganti model, dari CBSA, KBK ke KTSP. Pendidikan ini butuhperubahan revolusioner. Kita dapat memulai berpikir tentang menjadikan sistem pendidikanpesantren sebagai model pendidikan Indonesia.Berbeda dengan paradigma pendidikan umum, di dalam sistem pendidikan pesantren selainmengembangkan ranah kognitif, afektif dan psikomotorik, lembaga pendidikan pesantrenadalah gabungan antara penguasaan sumber ilahi dan persemaian sinergis dengan