Tapi setelah Rasulullah SAW wafat, benih-benih perpecahan mulai ada, sehingga saatitu ada kelompok-kelompok atau syiah-syiah yang mendukung seseorang, tapisifatnya politik.Misalnya sebelum Sayyidina Abu Bakar di baiat sebagai Khalifah, pada waktu itu adasatu kelompok dari orang-orang Ansor yang berusaha ingin mengangkat Saad binUbadah sebagai Khalifah. Tapi dengan disepakatinya Sayyidina Abu Bakar menjadiKhalifah, maka bubarlah kelompok tersebut.Begitu pula saat itu ada kelompok kecil yang berpendapat bahwa Sayyidina Ali lebih berhak menjadi Khalifah dengan alasan karena dekatnya hubungan kekeluargaandengan Rasulullah SAW. Tapi dengan baiatnya Sayyidina Ali kepada Khalifah AbuBakar, maka selesailah masalah tersebut.Oleh karena dasarnya politik dan bukan aqidah, maka hal-hal yang demikian ituselalu terjadi, sebentar timbul dan sebentar hilang atau bubar.Begitu pula setelah Sayyidina Ali dibaiat sebagai Khalifah, dimana saat ituMuawiyah memberontak dari kepemimpinan Kholifah Ali, maka hal yang semacamitu timbul lagi, sehingga waktu itu ada kelompok Ali atau Syiah Ali dan adakelompok Muawiyah atau syiah Muawiyah.Jadi istilah syiah pada saat itu tidak hanya dipakai untuk pengikut atau kelompok Imam Ali saja, tapi pengikut atau kelompok Muawiyah juga disebut Syiah.Argumentasi tersebut diperkuat dengan apa yang tertera dalam surat perjanjian atauSohifah At-tahkim antara Imam Ali dengan Muawiyah, dimana dalam perjanjiantersebut disebutkan:
مهعيش نيفس ىا ةع ط ىا ى ي ىضت اذ ( ةعيا ذ وا )
Ini adalah apa yang telah disepakati oleh Ali bin Abi Talib dan Muawiyah bin AbiSufyan dan kedua Syiah mereka.(Ushul Mazhab Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah)Dengan demikian penyebutan kata syiah pada saat itu memang sudah ada, tetapihanya dalam arti bahasa dan dasarnya hanya bersifat politik dan bukan landasanaqidah atau mazhab.Adapun aqidah para sahabat saat itu, baik Imam Ali dan kelompoknya maupunMuawiyah dan kelompoknya, mereka sama-sama mengikuti apa-apa yang dikerjakandan diajarkan oleh Rasulullah SAW.Hal ini dikuatkan oleh keterangan Imam Ali, dimana dalam suratnya kepada AhliAmsor, beliau menceritakan mengenai apa yang terjadi antara beliau (Imam Ali)dengan Ahli Syam (Muawiyah) dalam perang Siffin sbb:
،دا يب ،دا نا رظا ،ا ا وا يا ا را ءد نك تو