“BULETIN AL-AQSHO”
Berita Muslim Mingguan ke-53, Dzulhijjah 1430HPenyelenggara :
Slamet Abd.
,
Khaemi Fauzi
,
Nadhirin
Penanggung-Jawab :
Hadi Sumarsono
http://aqsaworkinggroup.comhttp://ibadalloh.homelinux.orgMasjid Hizbulloh, Gg.Sadewa Pesanggrahan-Wonokerto, PekalonganMasjid Hizbulloh, Gg.Raseh Purwosari-Comal, Pemalang
Rabi Militer Yahudi: Tentara Israel Tak BolehKasihan Terhadap Rakyat Palestina !
Senin, 16/11/2009 - http://eramuslim.com/berita/palestina/rabi-militer-yahudi-tentara-israel-tak-boleh-kasihan-terhadap-palestina.htmJangan heran jika melihat kekejaman tentara Israel. Setelah pekanlalu seorang rabbi-nya membolehkan membunuh non-Yahudi, kaliini rabbi milliter Yahudi Brig.Jen.Avichai Rontzki mengatakanbahwa tentara Yahudi seharusnya tak boleh punya rasa belaskasihan ketika berperang, atau mereka akan “dikutuk.”“Dalam perang, siapapun yang bertempur tanpa hati dan jiwanyaakan dikutuk. Jika dia mengangkat senjatanya, sudah seharusnyadia tak boleh punya rasa belas kasihan kepada musuhnya,” ujarnyapada Haaretz.Menyikapi penyerangan Israel ke Gaza, Desember lalu, Rontzkimemuji para tentara Israel yang telah membunuh sekitar 1500orang termasuk anak-anak dan para wanita. “Mereka semua(tentara Israel) berperang dengan hati dan jiwanya, dan jugakeberaniannya tentu saja.” imbuhnya. Rontki, jelas mendukungpembunuhan warga Palestina selama perang Gaza ini. Ia jugamengecam lembaga hak asasi manusia. Selama perang, beberaparabi terkemuka lainnya juga mendorong para komandan Israeluntuk menyerang penduduk sipil di Gaza. (sa/qmh)
Prakiraan Yahudisasi Al-Quds 2020
18/11/2009 http://infopalestina.com/msOleh:Ibrahim Fuad AbbasMillyuner Yahudi di Inggris Musa Mentivuori pada tahun 1855berhasil membeli sebidang tanah dari Sublime Porte di Al-Qudsyang terletak di luar tembok kota. Wilayah ini kemudian dikenaldengan nama kompleks Mentivuori yang merupakan cikal bakaldari wilayah permukiman Yahudi di Al-Quds.Berdasarkan catatan mahkamah legalisasi Al-Quds dan petaIr.Nimsawi Check yang ikut dalam organisasi wilayah permukimandan koloni Yahudi terungkap, permukiman Yahudi yang terletak disebelah barat kota hanya mencakup 36 pemukim bahkan hinggatahun 1918 masih tetap segitu. Daerah itu dikenal sebagai satu-satunya Koloni Baniah.
Paska terjadinya perjanjian Balfor pada 2 Nopember 1917hingga tahun 1920 an, pertumbuhan koloni yahudi meningkatdan tuntutan untuk memiliki tembok bagian barat Al-Aqshayang dikenal dengan tembok ratapan makin mendesak.Padahal daerah tersebut merupakan waqaf kaum musliminyang dibuktikan dengan saksi dan dokumen, sesuai denganpengakuan komisi penyelidikan internasional.
Akibatnya, jumlah pemukim Yahudi di Al-Quds pada akhir tahun1947 meningkat menjadi 99400 orang atau 60 % dari seluruhpenduduk Al-Quds yang berjumlah 164500 jiwa ketika itu. Berarti jumlah warga Arab saat itu hanya 65100 jiwa saja.Kemudian setelah perang tahun 1948 berakibat pada meluasnyawilayah jajahan Israel yang mencapai 85 % dari keseluruhanwilayah Al-Quds. Sejak saat itu, wilayah yang dijajah Yahudidikenal dengan nama Al-Quds Barat. Mereka melakukanyahudisasi besar-besaran di semua wilayah Arab yang ditinggalkanpemiliknya atau dirampas dari mereka.
Rencana Yahudisasi Setelah Perang Juni 1967
Baru dua hari Israel menjajah Al-Quds pada Juni 1967, merekatelah berencana untuk menghancurkan areal Maghariba yangterletak di sebelah barat Al-Aqsha. David Ben Gorion (perdanamenteri Israel pertama) memaklumatkan tentang rencanayahudisasi dan pembangunan kuil Yahudi. Ia mengatakan, “Israeltidak berarti apa-apa tanpa Jerusalem dan tidak ada artinyaJerusalem tanpa Kuil”.Pada 30 Juli 1967, setelah perang bulan Juni, Israel menyatukandua bagian kota Al-Quds dibawah pemerintahan yahudi danmendeklarasikannya sebagai ibu kota abadi bagi Entitas Yahudi.
Rencana yahudisasi Al-Quds sudah dimulai sejak era perdanamenteri Ehud Olmert yang telah mempersiapkan peta Al-Qudstahun 2020, yaitu sejak ia menjabat sebagai kepala distrik Al-Quds. Peta itu telah ia publikasikan sejak tahun 2004 dandikenal dengan “Al-Quds 2020”. Target dari peta ini adalahmengisolasi kota Al-Quds serta menekan pertumbuhan wargaArab hingga jumlahnya tak lebih dari 12 %, melaluipenerapan mayoritas Yahudi di kota tersebut. Mereka punakan memindahkan seluruh kantor pemerintahannya ke Al-Quds, untuk menandaskan bahwa Al-Quds adalah ibukotaabadi bagi Israel.
Sepanjang beberapa tahun kemarin, Israel melakukan perluasandistrik Al-Quds secara bertahap dengan digabungkanya wilayahlain di Tepi Barat. Secara langsung mereka melakukan yahudisasisecara luas, terprogram dan sistematis disamping merealisasikanproyek Al-Quds Raya seluas 840 Km persegi atau sekitar 15 % dariluas Tepi Barat.Sementara itu, Chris Makjrel dalam makalahnya yang diterbitkanharian Guardian tanggal 27/11/2005 menyebutkan, dokumenrahasia milik departemen luar negeri Inggris menuding Israelmempercepat rencananya untuk menggabungkan wilayah Arab diAl-Quds dengan cara membangun sejumlah permukiman Yahudiillegal serta pembuatan pagar raksasa Tepi Barat. Langkah inidilakukan untuk mengantisipasi agar wilayah ini tidak menjadibagian dari negara Palestina. Di sisi lain, rencana Sharon adalahmenggabungkan permukiman Maale Adumem di Tepi Baratmelalui pembangunan ribuan rumah baru Israel. Langkah ini akanmengurung kota Al-Quds dengan permukiman Yahudi. Dengandemikian Al-Quds akan terbelah menjadi dua bagian yang secarageografis terpisah.(asy)
Yayasan Al-Quds: Israel Mulai BangunDua Terowongan di Bawah Al-Aqsha
19/11/2009 http://infopalestina.com/msYayasan Al-Aqsha untuk Wakaf dan Peninggalan Islam berhasilmengungkap aksi Israel melakukan penggalian untuk memudahkanpembangunan dua terowongan dan dua tangga escalator yangmenghubungkan antara wilayah perkampungan Syaraf yangdigusur Israel tahun 1967 dan halaman tembok Buraq serta gerbangMagharibah, salah satu gerbang masjid Al-Aqsha.
Dalam salinan pernyataan yang diterima oleh Infopalestinakemarin Rabu (18/11) bahwa pekerjaan penggalianterowongan itu dimulai di bagian perkampung Syaraf sepanjang puluhan meter dari masjid Al-Aqsha dari sisi baratkota Al-Quds. Yayasan menegaskan, terowongan dan tanggaescalator yang hendak dibangun oleh Israel itu bertujuanmenampung sebanyak mungkin turis asing dan warga Yahudike tembok ratapan dan gerbang-gerbang masjid Al-Aqsha,terutama di gerbang Magharibah yang sering digunakan olehturis dan yahudi untuk masuk ke masjid.
Add a Comment