KONSEP
SPIRITUAL QUOTIENT (SQ)
A.
Pengertian
Spiritual Quotient
Sebelum menelaah tentang pengertian
Spiritual Quotient
atau kecerdasan spiritual menurut beberapa ahli, penulis terlebih dahulu memaparkan makna
spirit
secara bahasa.Dalam kamus bahasa yang berjudul
Salim's Ninth Collegiate English-Indonesian Dictionary,
kata
spirit
dicari arti etimologisnya. Ada sepuluh arti bila
spirit
diperlakukan sebagai kata benda(
noun)
. Lalu bila
spirit
diperlakukan sebagai kata kerja (
verb
) atau kata sifat (
adjective
) ada beberapaarti pula mengenainya.Dari kesepuluh arti itu, dipersempit menjadi tiga macam arti saja, yaitu yang berkaitan dengan“moral”, “semangat”, dan “sukma”. Apa yang akan terjadi setelah dipilih arti
spirit
seperti ini? Banyak sekali tindakan yang dapat diperbuat bila mendengar kata
spirit
atau, kata bentukannya,
spiritual.
Kata“spiritual” sendiri dapat dimaknai sebagai “hal-hal yang bersifat
spirit
atau berkenaan dengan
spirit
”.Dari sini, dapat diartikan "spiritual" sebagai suatu hal yang berkaitan dengan kemampuan dalammembangkitkan “semangat”, misalnya. Atau bagaimana seseorang benar-benar memperhatikan “jiwa”atau “sukma” dalam menyelenggarakan kehidupan di bumi. Atau, yang lain, apakah perilakunyamerujuk ke sebuah tatanan “moral” yang benar-benar luhur dan agung?.
Dalam buku terbarunya,
SC
,
Spiritual Capital
, Zohar dan Marshall mengatakan bahwaspiritual berasal dari bahasa latin
spiritus
yang berarti prinsip yang memfasilitasi suatu organisme, bisa juga dari bahasa latin
sapientia
(
sophia
dalam bahasa yunani) yang berarti 'kearifan'—kecerdasankearifan
(wisdom intelligence)
Untuk lebih memfokuskan pembahasan tentang kecerdasan spiritual (SQ), penulis akanmemaparkan beberapa definisi
Spiritual Quotient
(SQ) menurut para ahli.Menurut Zohar dan Marshall, kecerdasan spiritual (SQ) adalah "kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau
value
, yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalamkonteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidupseseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain".
Marsha Sinetar, yang terkenal luas sebagai pendidik, penasihat, pengusaha, dan penulis buku- buku
best seller
, menafsirkan kecerdasan spiritual sebagai pemikiran yang terilhami. "Kecerdasan yangdiilhami oleh dorongan dan efektivitas, keberadaan atau hidup keilahian yang mempersatukan kitasebagai bagian-bagiannya."
Kata Sinetar, kecerdasan spiritual adalah cahaya, ciuman kehidupan yangmembangunkan keindahan tidur kita. Kecerdasan spiritual membangunkan orang-orang dari segalausia, dalam segala situasi.
Kecerdasan spiritual melibatkan kemampuan menghidupkan kebenaran yang paling dalam. Itu berarti mewujudkan hal yang terbaik, utuh, dan paling manusiawi dalam batin. Gagasan, energi, nilai,visi, dorongan, dan arah panggilan hidup, mengalir dari dalam, dari suatu keadaan kesadaran yanghidup bersama cinta.Sementara Agus Nggermanto mengutip pendapat Khalil Khavari:Kecerdasan Spiritual adalah fakultas dari dimensi nonmaterial kita—ruh manusia. Inilah intanyang belum terasah yang kita semua memilikinya. Kita harus mengenalinya seperti apa adanya,
1
Peter Salim,
Salim's Ninth Collegiate English-Indonesian Dictionary
, (Jakarta: Modern English Press, 2000),h.1423
2
Mimi Doe dan Marsha Walch,
10 Prinsip Spiritual Parenting: Bagaimana Menumbuhkan dan Merawat Sukma Anak-anak Anda,
(Bandung, Kaifa, 2001), h.5
3
Danah Zohar dan Ian Marshall,
Spiritual Capital : Memberdayakan SC di Dunia Bisnis
, Penerjemah: HelmiMustofa, (Bandung: Mizan, 2005), h.115
4
Danah Zohar dan Ian Marshall,
Op.Cit
., h.4
5
Marsha Sinetar,
Spiritual Intelligence Kecerdasan Spiritual
, Alih bahasa: Soesanto Boedidarmo,(Jakarta: PTElex Media Komputindo, 2001), h.12-13
6
Ibid.
, h.49
1
Leave a Comment