Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
13Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Membangun Integrasi Ilmu Dan Agama

Membangun Integrasi Ilmu Dan Agama

Ratings: (0)|Views: 4,565|Likes:

More info:

Published by: Prof. DR. H. Imam Suprayogo on Nov 20, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/17/2013

pdf

text

original

 
Membangun Integrasi Ilmu Dan Agama : Pengalaman UIN Maulana MalikIbrahim MalangBagikan03 November 2009 jam 21:35PENAHULUANCara memandang ilmu pengetahuan vis a vis agama secara dikotomik sudahsejak lama ditinggalkan orang. Bahkan, dalam sejarah pemikiran Islam, jalanpikiran seperti itu ditengarai menjadi sebab terjadinya kemunduran umatIslam sejak abad 12 yang lalu. Orang Islam yang mempersepsi bahwa ajaranIslam hanyalah mencakup fiqh, tawhid, akhlak-tasawwuf, tarikh dansejenisnya, disadari atau tidak, telah menjadikan umat Islam tertinggal darikomunitas lainnya. Kemajuan peradaban umat manusia, sekalipun hal itupenting, menurut saya, bukanlah dihasilkan oleh kemajuan ilmu agama,melainkan oleh teknologi, kedokteran, pertambangan, ilmu perbankan,geologi, astronomi, fisika-kimia, manajemen dan seterusnya. Setidak-tidaknya, sumbangan ilmu fiqh, tawhid dan akhlak dalam membangunperadaban dunia, sekalipun ada, tidak sebesar yang diberikan oleh ilmupengetahuan dan teknologi.Melihat dan menyadari kenyataan itu, tidak lantas kemudian para pemikirIslam menafikan peran dan fungsi ajaran Islam. Ajaran Islam yang bersumberal-Qur’an dan al-Hadis tetap diyakini kebenarannya. Sebaliknya, ilmupengetauan dan teknologi yang dihasilkan oleh manusia juga dipandangmemiliki kekuatan dalam memajukan peradaban ini. Bertolak daripenglihatan seperti itu, muncul pertanyaan: adakah yang salah dari caramemandang agama pada satu sisi dan ilmu pengetahuan modern pada sisilainnya. Pergumulan pemikiran seperti itu kemudian memunculkan konsep-konsep pemecahan, misalnya konsep Islamisasi ilmu pengetahuan(Islamizaton of knowlwdge). Konsep ini segera mengundang respons pro dankontra. Mereka yang mendukung Islamisasi ilmu pengetahuan menganggapbahwa hal demikian akan menjadikan ilmu terbimbing oleh nilai-nilai agama.Sebaliknya, mereka yang menolaknya berargumen bahwa ilmu pengetahuanbersifat objektif, dan karenanya selalu netral, seperti dalam konsep netralitasetik. Gugatan dari kelompok yang menolak Islamisasi ilmu pengetahuan itumenyodorkan persoalan, seperti bagaimana memberi label matematika yangIslam. Adakah perbedaan arkeologi Islam dengan arkeologi non-Islam?Pertanyaan-pertanyaan problematik seperti itu tampaknya belum
 
memperoleh jawaban yang memuaskan.Perubahan bentuk STAIN Malang menjadi UIN Malang, pada awalnya,sebagiannya didorong oleh semangat untuk mencoba memadukan ilmu(sains) dan agama, yang terkesan bersifat dikotomik itu. STAIN Malang yangpada saat itu membuka Jurusan Tarbiyah, dengan program studi pendidikanagama dan pendidikan Bahasa Arab, merasa memiliki ruang gerak dankawasan yang sedemikian sempit. Semula, STAIN Malang diangankan untukdikembangkan menjadi institut atau IAIN; namun, setelah melihat fakultasdan bidang studi yang dikembangkan oleh IAIN pada umumnya hanya terdiriatas 5 (lima) fakultas—yaitu Ushuluddin, Syari’ah, Dakwah, Tarbiyah danAdab—lagi-lagi bentuk institut seperti itu dipandang belum mampumengambarkan universalitas ajaran Islam. Fakultas dan bidang studi itudipandang masih sangat terbatas dan jauh dari gambaran Islam yanguniversal itu.Kegelisahan berikutnya adalah ketika melihat kondisi objektif atauperformance perguruan tinggi Islam pada umumnya di Indonesia danmungkin juga di dunia. Islam yang mengajarkan semangat mengembangkanilmu pengetahuan, kedamaian, bekerja keras, amal shalih dan ajaran mulialainnya, ternyata belum berhasil mewarnai sebagian besar lembagapendidikan tinggi itu. Tidak ayal, lembaga pendidikan tinggi Islam, dan jugalembaga pendidikan Islam pada umumnya masih menampilkan diri sebagaiperguruan tinggi yang kolot, tertinggal dari peradaban modern, lambandalam merespons kemajuan, kurang kompetitif, kurang dinamis, dan tidakmampu menarik perhatian kalangan yang lebih luas. Nilai Islam yang luhurdan agung, rahmatan lil 'alamîn, ternyata masih dalam tataran cita-cita yangsulit diwujudkan. Jangankan memberi rahmat bagi alam semesta, terhadapdiri sendiri saja, rahmat itu tidak pernah menjadi kenyataan. Atas dasarpandangan dan pikiran-pikiran seperti inilah, STAIN Malang berusaha kerasuntuk mengubah diri menjadi UIN Malang. Perubahan itu sekaligus dijadikansebagai momentum untuk keluar dari problem besar yang dihadapi selamaini. Tulisan singkat berikut ini akan mengungkap cita-cita ideal, yakni bagaimanaUIN Malang yang kemudian bernama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang—yang menyandang identitas Islam—membangun keterpaduan ilmu danagama, serta bagaimana perangkat pendukung kelembagaan, iklim danbudaya kampus yang seharusnya dikembangkan sehingga perguruan tinggiini layak disebut sebagai penyandang nama "Islam" yang agung, mulia, sertaselalu disinari oleh cahaya Ilahi.IDEALISME UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG KE DEPAN
 
Konsep keterpaduan agama dan ilmu yang akan dibangun oleh UIN MaulanaMalik Ibrahim Malang yang kemudian di singkat UIN Maliki Malang bukanlahsemata-mata pada tataran kurikulum atau kerangka keilmuan semata,melainkan yang justru lebih diutamakan adalah pada tataran perilaku wargakampus. Integrasi ilmu dan agama yang dibangun ini seharusnya pulamampu memberi dampak pada terbentuknya integritas kepribadian wargakampus. Lebih jauh, civitas akademika UIN Maliki Malang diharapkan turutmengembangkan integritas ilmu dan agama dalam pengabdian danpergaulannya di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Islam membimbingmakhluk manusia ini mengembangkan seluruh aspek kehidupan secara utuhdan menyeluruh (kâffah), lahir dan batin, keselamatan dunia dan akhirat,meliputi pengembangan aspek spiritual, aqidah. akhlak dan ketrampilan.Islam mengajarkan keberanian, kasih sayang, keindahan dan kebersihan,hemat dan tidak boros, dapat dipercaya atau amânah dan istiqâmah.Pada tataran pengembangan perilaku warga kampus—para dosen, karyawandan mahasiswa—saya rumuskan ketentuan menyangkut orientasipengembangan, yaitu: (1) memperdalam spiritual, (2) memperhalus akhlakulkarimah, (3) memperluas ilmu pengetahuan, dan (4) memperkokohprofesionalismenya. Orientasi pengembangan dimaksud harus menjaditekanan utama, sehingga pantas dibuatkan semacam prasasti, agar setiaporang selalu ingat dan menjadikannya sebagai pegangan oleh semua wargakampus UIN Maliki Malang. Prasasti yang terbuat dari batu besar, danditempatkan di depan pintu Ma’had al-'Aly Sunan Ampel, mengguratkanpesan-pesan moral-spiritual bagi warga kampus, yakni: (1) kûnû ulîl ilmî, (2)kûnû ulîn nuhâ, (3) kûnû ulîl abshâr, (4) kûnû ulûl albâb, dan (5) jâhidû fîllâhhaqqa jihâdih. Sekalipun singkat, pesan-pesan seperti itu bermaksudmempengaruhi kesadaran semua warga kampus agar lebih mengerti,memahami dan menghayati ajaran Islam secara penuh. Al-Qur'an dan al-Hadis diharapkan menjadi lentera kehidupan mereka sehari-hari.Pada tataran fisik, kampus UIN Maliki Malang dibangun sedemikian rupa,sehingga menggambarkan bahwa semua aspek yang dibutuhkan oleh dosen,karyawan dan mahasiswanya tercukupi secara baik. Agar mudah mengingatdan memahaminya, dirumuskan pilar-pilar pengembangan fisik kampus UINMaliki Malang. Pilar-pilar itu disebut sebagai arkânul jâmi’ah (rukunperguruan tinggi) yang terdiri dari sembilan pilar, yaitu:1. Tenaga dosen, yakni dosen yang mumpuni, baik dari sisi akhlak, spiritual,latar belakang pendidikan, jabatan akademik, dan kualitas serta kuntatitasproduktivitasnya.2. Masjid. Masjid dimaknai sebagai wahana pengembangan spiritual, tempatberupaya siapa saja warga kampus ini mendekatkan diri pada Allah secara

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ahmad Syaukani liked this
Ahmad Syaukani liked this
Badrut Tamam liked this
de laila liked this
Kang Manto liked this
Ali Ani liked this
nawavi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->