Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
36Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Ushul Fiqh

Makalah Ushul Fiqh

Ratings: (0)|Views: 3,240 |Likes:
Published by Muhammad Akhi Yusuf
hopefully this is useful for us
hopefully this is useful for us

More info:

Published by: Muhammad Akhi Yusuf on Nov 20, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/28/2012

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
1.1.
Pengertian Dalil
Dalam bahasa arab, dalil bararti “penunjuk bagi segala sesuatu yang bersifat konkrit maupun abstrak, yang baik maupun yang buruk”. Menurut istilahAhli Ushul, pengertian dalil adalah “sesuatu yang dipakai sebagai hujjah berdasarkan perundang-undangan yang benar atas hukum syara’ tentang tindakanmanusia, baik secara qath’i maupun zhanni”. Yang dimaksud dengan dalil-dallilhukum, pokok-pokok hukum dan sumber-sumber hukum Islam ialah lafazh-lafazhyang sinonim (sama artinya) antara yang satu dan lainnya.
1.2.Mengenal Dalil-dalil Syar’iyyah
Berdasarkan penyelidikan yang handal, hukum-hukum amaliyah yangdiambil dari dalil-dalil syar’iyyah berdasarkan kepada empat dasar pokok, yaitual-Qur’an, as- Sunnah, al-Ijma’ dan al-Qiyas. Oleh sebagian besar ulama keempatlandasan tersebut disepakati sebagai dalil, disamping kesepakatan mengenai cara penggunaan dalil tersebut, secara kronologis dengan susunan : (1) al-Qur’an, (2)as- Sunnah, (3) al-Ijma’ dan (4) al-Qiyas.Dengan kata lain, jika terdapat permasalahan, maka upaya yang dilakukan pertama adalah mencari dalil atau hukum di dalam al-Qur’an. Jika di dalam al-Qur’an terdapat hukum maka hukum tersebut harus dilaksanakan. Jika di dalamal-Qur’an tidak terdapat hukumnya, maka harus melihat kepada as-Sunnah. Jikadi dalam as-Sunnah terdapat ketetuan hukumnya, maka hukum itu harusdilaksanakan. Jika di dalam as-Sunnah tidak terdapat ketentuan hukumnya, makaharus melihat ijma’, jika di dalam ijma’ terdapat hukumnya itu juga harusdilaksanakan. Atau jika tidak melaksanakan ijma’ tersebut, harus melakukanijtihad sendiri dalam rangka menemukan hukum atas suatu permasalahan dengan jalan qiyas kepada hukum yang terdapat nashnya. Alasan mengenai penggunaanempat dalil tersebut, adalah firman Allah :1
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 Artinya :
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu, kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”.
(Q.S. an- Nisaa’ : 59)Sumber hukum Islam adalah al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah. Duasumber tersebut disebut juga dalil-dalil pokok hukum Islam karena keduanyamerupakan petunjuk (dalil) utama kepada hukum Allah. Ada juga dalil-dalil lainselain al-Qur’an dan Sunnah seperti qiyas, istihsan dan istishlah,, tetapi tiga dalildisebut terakhir ini hanya sebagai dalil pendukung yang hanya merupakan alat bantu untuk sampai kepada hukum-hukum yang dikandung oleh al-Qur’an danSunnah Rasulullah. Karena hanya sebagai alat bantu untuk memahami al-Qur’andan Sunnah, sebagian ulama menyebutnya sebagai metode istinbat. Imam al-Ghozali misalnya, menyebut qiyas sebagai metode istinbat. Dalam tulisan ini,isthilah sumber sekaligus dalil kita gunakan untuk al-Qur’an dan Sunnah,sedangkan untuk selain al-Qur’an dan Sunnah seperti ijma’, qiyas, istihsan,2
 
maslahah mursalah, istishab, ‘urf dan sadd az-zari’ah “dalil-dalil pendukung” diatas pada sisi lain disebut juga sebagai metode istinbat, maka ketika menjelaskan pembahasan mengenai metode istinbat melalui maqasid syari’ah, akan dijelaskansepintas kaitan dalil-dalil tersebut dengan metode istinbat.
BAB IIPERMASALAHAN
2.1.
Obyek Kajian Ushul fiqh
Banyak obyek yang dikaji dalam ilmu ushul fiqh, namun kali ini kita akanmembahas tentang sumber dan dalil-dalil hukum tentang al-Qur’an dan as-Sunnah, secara terperinci dapat disimpulkan mengenai hal tersebut, yakni :1.Pembahasan tentang pengertian dalil-dalil syara’2.Pembahasan tentang dari mana asal-usul sumber dalil tersebut.3.Meresume mengenai penjelasan dalil-dalil hukum al-Qur’an dan as-Sunnah.
2.2 Kegunaan Obyek Kajian
Dalam mengkaji obyek ini, maka terdapat beberapa kegunaan yang dapatdikemukakan, diantaranya sebagai beriklut :1.Dengan mempelajari ini, maka kita dapat mengetahui tentang sumber dandalil-dalil tentang al-Qur’an dan as-Sunnah.2.Setelah mengetahui sumber dan dalil-dalil tersebut, kita juga dapatmenggunakannya sebagai dasar-dasar ilmu untuk suatu ketentuan atau permasalahan.
2.3
.
Perumusan Pokok Permasalahan
Dari keterangan di atas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwasanyaterdapat beberapa permasalahan diantaranya sebagai beruikut :1.Apa pengertian tentang dalil?3

Activity (36)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Rant Yuphyuph liked this
Fadhli Ismail liked this
Ali Hanafiah liked this
Muhammad Irfan liked this
Fadli Mahjud liked this
Wijaya Sanra liked this
diqittihad liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->