• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Sebuah anekdot yang tidak diketahui dari mana sumbernya dan apakahbenar-benar nyata atau tidak, saya sendiri tidakmengetahuinya, namunberilah sedikit waktu luang untuk merenungkannya, maka kita akanmenemukan suatu “surprise” dalam diri kita…
Dan Setan pun Merasa Takut …
Ada seorang manusia yang bertemu dengan setan di waktu subuh. Entahbagaimana awalnya, akhirnya mereka berdua sepakat mengikat talipersahabatan. Ketika waktu subuh berakhir dan orang itu tidak mengerjakanshalat, maka setan pun sambil tersenyum bergumam, “Orang ini memangpantasmenjadi sahabatku..!”Begitu juga ketika waktu dzuhur orang ini tidak mengerjakan shalat, setantersenyum lebar sambil membatin, ” Rupanya inilah bakal teman sejatiku diakhirat nanti..!”Ketika waktu ashar hampir habis tetapi temannya itu dilihatnya masihjuga asik dengan kegiatannya, setan mulai terdiam……Kemudian ketika datang waktunya magrib, temannya itu ternyata tidakshalatjuga, maka setan nampak mulai gelisah, senyumnya sudah berubah menjadikecut. Dari wajahnya nampak bahwa ia seolah-olah sedang mengingat-ngingatsesuatu.Dan akhirnya ketika dilihatnya sahabatnya itu tidak juga mengerjakanshalat Isya, maka setan itu sangat panik. Ia rupanya tidak bisa menahandirilagi, dihampirinya sahabatnya yang manusia itu sambil berkata denganpenuhketakutan, “Wahai sobat, aku terpaksa memutuskan persahabatan kita !”Dengan keheranan manusia ini bertanya, “Kenapa engkau ingkar janjibukankahbaru tadi pagi kita berjanji akan menjadi sahabat ?”.“Aku takut !”, jawab setan dengan suara gemetar.“Nenek moyangku saja yang dulu hanya sekali membangkang pada perintah-Nya,yaitu ketika menolak disuruh sujud pada Adam, telah dilaknat-Nya; apalagiengkau yang hari ini saja kusaksikan telah lima kali membangkang untuk
 
bersujud pada-Nya. Tidak terbayangkan olehku bagaimana besarnya murkaAllah kepadamu !”, kata setan sambil ngeloyor pergi.Detik-detik Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam menghadapi sakaratulmaut; ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benar cinta yangdicontohkan Allah melalui kehidupan Rasul-Nya.Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurunenggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatasmemberikan kutbah.“Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya.Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara padakalian, Al Qur’an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, berartimencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurgabersama-sama aku.”Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenangdan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naikturun menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang dan Alimenundukkan kepalanya dalam-dalam.Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.“Rasulullah akan meninggalkan kita semua,”keluh hati semua sahabat kalaitu. Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya didunia.Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergasmenangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun darimimbar. Disaat itu, kalau mampu seluruh sahabat yang hadir di sana pastiakan menahan detik-detik berlalu.Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedangdidalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yangberkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkansalam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidakmengizinkannya masuk. “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimahyang membalikkan badan dan menutup pintu.Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membukamata dan bertanya pada Fatimah“Siapakah itu wahai anakku?”“Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tuturFatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandanganyangmenggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya ituhendak dikenang.“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yangmemisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakulmaut,”kata Rasulullah.Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapaJibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yangsebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allahdan penghulu dunia ini.“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah
 
dengan suara yang amat lemah.“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu, ” kata Jibril. Tapi ituternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.“Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” Tanya Jibril lagi.“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirmankepadaku: ‘Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammadtelahberada di dalamnya,” kata Jibril.Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas.Perlahan ruhRasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.”Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnyamenunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.“Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” TanyaRasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril.Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidaktertahankan lagi.“Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut inikepadaku, jangan pada umatku.”Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segeramendekatkan telinganya.“Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku - peliharalah shalat danpeliharalah orang-orang lemah di antaramu”Di luar pintu, tangis mulai terdengar bersahutan. Sahabat saling berpelukan.Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkantelinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.“Ummatii, ummatii, ummatiii” - “Umatku, umatku, umatku”Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihiBetapa cintanya Rasulullah kepada kita.sumber : tidak diketahuiEko Lelonotag:blogger.com,1999:blog-4847539641088232423.post-38261860148014769762008-02-13T17:47:00.000+07:002008-02-13T17:48:07.596+07:00Manusia dilengkapi oleh Allah dua hal pokok, yaitu jasmani dan rohani. Duahal ini memiliki keperluan masing-masing. Jasmani membutuhkan makan,minum, pelampiasan syahwat, keindahan, pakaian, perhiasan-perhiasan dankemasyhuran. Rohani, pada sisi lain, membutuhkan kedamaian,ketenteraman,kasih-sayang dan cinta. Para sufi menegaskan bahwa hakekat sesungguhnya
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...