kepada lebih dari 3.000 karyawan dan kewajibanterhadap pihak ketiga lainnya," kata Adam.Padahal, saat ini AdamAir dalam kondisi kesulitankeuangan, manajemen juga sudah meminta agar pemegang saham untuk melakukan tindakanpenyelamatan dengan melakukan injeksi danakepada perusahaan, akan tetapi yang didapat justru akan ditariknya saham mereka. Berapadana yang dibutuhkan, Adam tidak bersediamenjawabnya, karena menurutnya itu adalahkewenangan pemegang saham.Menurutnya, berita pengunduran diri yang tidakdisertai dengan surat resmi ke AdamAir tersebutsangat menyulitkan pihak manajemen dalammenjawab pertanyaan-pertanyaan dari karyawanmaupun pihak ketiga. "Sampai saat ini kita belumtahu apakah akan menarik saham itu berarti akanmenjual saham mereka atau mengembalikannyakepada kami. Itu yang harus diperjelas,"tandasnya.Adam mengaku sangat kerepotan denganpertanyaan-pertanyaan para karyawan merekayang kebingungan akan nasib mereka denganakan ditariknya 50 persen saham AdamAir.Seperti diketahui dalam AdamAir tertanam sahammilik PT GTS sebesar 19 persen dan PT BSPsebanyak 31 persen, kedua perusahaan tersebutberafiliasi dengan PT Bhakti Investama Tbk.Sedangkan pihak ketiga, seperti supplier danlessor pesawat, kata Adam, jugamempertanyakan mengenai kondisi perusahaanyang dianggap semakin memburuk. "Ada lessor (peminjam) pesawat yang meminta agar pesawatnya dikembalikan," ujarnya.
BPOM Nyatakan 38 Sampel Susu FormulaBebas Bakteri
Sabtu, 15 Maret 2008 | 18:25 WIBTEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Pengawas Obatdan Makanan (BPOM) menyimpulkan 38 dari 98sampel susu formula dinyatakan bebas bakteri.Sisanya, 60 sampel susu formula, masih diteliti."Bukan hanya bebas bakteri E-sakazaki tapi jugaSalmonela, E-coli dan lainnya," ujar KepalaBadan Pengawas Obat dan Makanan HusniahRubiana Thamrin Akib saat ditemui usaimenghadiri bedah buku Menteri Kesehatan"Saatnya Dunia Berubah" di Jakarta, Sabtupetang (15/3).Menurut Husniah, pihaknya segeramengumumkan hasil penelitiant terhadap 60sampel tersebut."Diusahakan satu bulan kedepan, karena untuk meneliti E-sakazaki butuhwaktu 1-2 minggu per sampel" ujar dia.Namun, Husniah tidak menyebut seluruh merksusu yang telah selesai diteliti. Ia hanyamenjelaskan, penelitian terhadap susu formulamenyusul kegelisahan masyarakat atas hasilpenelitian Institut Teknologi Bogor yangmenyatakan susu formula tercemar bakteri E-sakazaki.Susu dan makanan bayi, kata dia, sangat sensitif dan merupakan prioritas BPOM untuk selalumemeriksa kadar protein dan harus bebas logamberat atau mikroba. "Setelah dipasarkan punBPOM tetap memeriksa lewat teknik samplingdan tidak pernah menemukan bakteri tersebut,"ujar dia.Di dunia, lanjut dia, sepanjang 1961 sampai 2003baru ditemukan 48 kasus susu formula tercemar bakteri E-sakazaki. Itupun hanya terjadi pada bayikhusus yang sistem imunitasnya rendah.Pemeriksaan bakteri E-sakazaki, tambahnya,masih dibahas dan belum merupakanpersyaratan oleh kodeks namun merupakaninisiatif masing-masing negara.
Cuma AC yang Naik
Jumat, 14 Maret 2008 | 16:57 WIBKCM, Omzet penjualan barang elektroniknasional turun sekitar empat persen menjadiRp1,44 triliun pada Februari 2008 dibandingkanbulan sebelumnya yang mencapai Rp1,38 triliun. "Kenaikan harga barang, menurunnya daya beli,dan hambatan transportasi menyebabkanpenjualan bulan lalu turun," kata Ketua KelompokPemasar Elektronik (Electronics Marketer Club/EMC), Agus Subiantoro, kepada Antara diJakarta, Jumat (14/3). Sejak awal tahun, katanya, sejumlah produsentelah menaikkan harga jual barang elektroniksekitar 3-5 persen, menyusul kenaikan hargabahan baku seperti plastik, baja, dan tembaga.Kondisi itu, lanjut dia, menyebabkan konsumenmengerem pembelian barang elektronik di tengahkenaikan harga bahan pokok saat ini. Selain itu, hujan yang turun sepanjang Februarimenyebabkan banjir yang menghambatpengiriman barang dari gudang produsen yangkebanyakan berada di Jakarta ke berbagai kota,terutama ke Jawa Timur.Di samping itu, cuaca buruk juga menyebabkanhambatan transportasi antarpulau -- seperti dariSulawesi ke Kalimantan -- karena pengangkutan
Leave a Comment