Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tanggung Jawab Pemimpin

Tanggung Jawab Pemimpin

Ratings: (0)|Views: 1 |Likes:
Published by Rizky M Faisal

More info:

Published by: Rizky M Faisal on Jun 13, 2014
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/13/2014

pdf

text

original

 
12/6/2014Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » #IndonesiaMilikAllah; Tanggung Jawab Pemimpinhttp://m.hizbut-tahrir.or.id/2014/06/11/indonesiamilikallah-tanggung-jawab-pemimpin/1/5
#IndonesiaMilikAllah; Tanggung Jawab Pemimpin
June 11th, 2014 by kafi
[Al-Islam edisi 710, 15 Sya’ban 1435 H – 13 Juni 2014 M]Pada Senin malam lalu telah diselenggarakan acara Debat Pasangan Capres-Cawapres.Pasangan Capres-Cawapres mengemukakan pandangan mereka tentang topik“Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan yang Bersih dan Kepastian Hukum”. Semua ituberkaitan dengan pelaksanaan tanggung jawab pemimpin terhadap rakyatnya.Masalah tanggung jawab pemimpin terhdap rakyat tentu harus kita ukur berdasarkan petunjukdan ketentuan yang diberikan oleh Allah SWT yang dibawa oleh Rasulullah saw.
 Asy-Syari’ 
 telah menentukan tanggung jawab pemimpin terhadap rakyat dalam semua level,termasuk level kepala negara.
Sifat yang Wajib Ada Pada Diri Penguasa
Tanggung jawab penguasa berkaitan dengan sifat yang wajib ada pada dirinya sebagaiseorang penguasa termaktub dalam penjelasan Rasul saw. mengenai sifat-sifat penguasa. Diantara yang paling menonjol adalah sifat kuat, takwa, lembut terhadap rakyat dan tidakmembuat rakyat menjauh.Seorang penguasa haruslah seorang yang kuat, bukan orang yang lemah. Abu Dzar al-Ghifarimenuturkan, ia pernah berkata kepada Rasul saw., “Ya Rasulullah, tidakkah engkaumengangkat aku menjadi amil?” Abu Dzar berkata: Lalu Rasul menepuk pundakku serayabersabda:«
ﺎَﮭﯾِﻓ
 
ِﮫْﯾََﻋ
 
ىِذﱠا
 
ىﱠدََو
 
ﺎَﮭِﻘَﺣِ
 
ﺎَھَذَﺧَ
 
ْنَﻣ
 
ﱠﻻِ
 
ٌﺔَﻣاَدََو
 
ٌىْزِﺧ
 
ِﺔَﻣﺎَِْا
 
َمْوَ
 
ﺎَﮭﱠﻧِَو
 
ٌﺔَﺎَﻣَ
 
ﺎَﮭﱠﻧِَو
 
ٌفﯾِﻌَﺿ
 
َكﱠﻧِ
 
ٍرَذ
 
ﺎََ
 
ﺎَ
 »
Ya Abu Dzar, sesungguhnya engkau itu lemah. Sesungguhnya jabatan itu adalah amanahdan pada Hari Kiamat nanti akan menjadi kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang yang mengambil amanah itu dengan benar dan menunaikan kewajiban yang ada di dalamnya
(HR Muslim).
Kuat 
 di sini bukanlah kuat secara fisik meski kekuatan fisik juga sangat membantu seorangpemimpin untuk menunaikan tugas kepemimpinannya. Kuat di sini bermaknakuat
syakhshiyah
 (kepribadian)-nya, yakni kuat ‘
aqliyah
 (pola pikir) dan
nafsiyah
 (pola sikap)-nya. Pola pikirnya haruslah pola pikir islami; ia memahami berbagai perkara berdasarkanakidah dan syariah Islam. Pola sikapnya juga haruslah pola sikap islami; ia menjalankankepemimpinan dan mengelola perilakunya layaknya pemimpin sesuai dengan akidah dansyariah Islam.
 
12/6/2014Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » #IndonesiaMilikAllah; Tanggung Jawab Pemimpinhttp://m.hizbut-tahrir.or.id/2014/06/11/indonesiamilikallah-tanggung-jawab-pemimpin/2/5
Kekuatan kepribadian ini harus diiringi dengan sifat takwa dan kontrol diri yang juga kuatsupaya tidak kebablasan. Karena itu pemimpin harus memiliki sifat takwa baik berkaitandengan dirinya sendiri maupun dalam
ri’ayah
 (pemeliharaan)-nya terhadap urusan rakyatnya.Seorang penguasa yang bertakwa kepada Allah, senantiasa ber-
taqarrub
 kepada-Nya dansadar senantiasa diawasi oleh Allah tentu tak akan berani menindas rakyat. Namun demikian,ketakwaan seoran pemimpin tidak seharusnya menghalangi dirinya untuk bersikap tegasdalam menegakkan kebenaran. Ini karena pemimpin harus terikat dengan perintah danlarangan Allah SWT. Dengan demikian
kuat 
 di sini juga mencakup sikap tegas terhadap setiapbentuk kemaksiatan dengan tetap bersikap seimbang dan adil menurut tuntunan syariahterhadap pelakunya tanpa pandang bulu.Meski penguasa itu harus bersikap tegas, ia juga harus memiliki sikap lembut kepada rakyatdan tidak memberatkan mereka. Karena itu Rasul saw. pernah berdoa tentang hal ini.«
ِﮫِ
 
ْقُﻓْرﺎَﻓ
 
ْمِﮭِ
 
َقَﻓَرَﻓ
 
ﺎًﺋْﯾَﺷ
 
ﻰِﱠﻣُأ
 
ِرْﻣَ
 
ْنِﻣ
 
َﻰِَو
 
ْنَﻣَو
 
ِﮫْﯾََﻋ
 
ْقُﻘْﺷﺎَﻓ
 
ْمِﮭْﯾََﻋ
 
ﱠقَﺷَﻓ
 
ﺎًﺋْﯾَﺷ
 
ﻰِﱠﻣُأ
 
ِرْﻣَ
 
ْنِﻣ
 
َﻰِَو
 
ْنَﻣ
 
ﱠمُﮭﱠﻟا
 »
Ya Allah, siapa saja yang menangani urusan umatku, lalu ia menyusahkan mereka, makasusahkanlah dia; siapa saja yang menangani urusan umatku, lalu ia berlaku lembut kepadamereka, maka berlaku lembutlah kepada dia
(HR Muslim dan Ahmad).
Syariah juga memerintahkan agar pemimpin/penguasa itu memberi kabar gembira, bukanmembawa kesedihan; tidak membuat orang lari serta memberi kemudahan kepada rakyat.Rasul saw. berpesan kepada orang yang mengurusi urusan rakyat:«
اوُرِﺳَﻌُﺗ
 
َﻻَو
 
اوُرِﺳََو
 
اوُرِﻔَُﺗ
 
َﻻَو
 
اوُرِﺷَ
 »
Gembirakanlah mereka, jangan membuat mereka lari; permudahlah urusan mereka, janganmempersulit mereka
(HR Muslim, Abu Dawud dan Ahmad).
Itulah di antara sifat yang wajib dimiliki seorang pemimpin/penguasa. Lalu bagaimana jikabelum berkuasa saja para calon pemimpin sudah banyak menakut-nakuti rakyat sepertiberencana akan menaikkan harga BBM, meaikkan pajak dan menambah jenisnya, dan lainsebagainya?
Tanggung Jawab Penguasa Terhadap Rakyat
Syariah Islam telah mewajibkan penguasa untuk senantiasa melingkupi rakyat dengan nasihat,tidak mengambil harta rakyat atau menyia-nyiakannya serta memerintah rakyat dengan hukumIslam, tidak dengan hukum yang lain sedikit pun. Rasul saw. bersabda:«
َﺔﱠﻧَﺟْا
 
ُمُﮭَﻌَﻣ
 
ْلُﺧْدَ
 
ْمَ
 
ﱠﻻِ
 
ُﺢَﺻْﻧََو
 
ْمُﮭَ
 
ُدَﮭْﺟَ
 
َﻻ
 
ﱠمُﺛ
 
َنﯾِﻣِْﺳُﻣْا
 
َرْﻣَ
 
ﻰِَ
 
ٍرﯾِﻣَ
 
ْنِﻣ
 
ﺎَﻣ
 »
Tidaklah seorang pemimpin mengurusi urusan kaum Muslim, kemudian tidak bersungguh-sungguh untuk mengurusi mereka dan tidak menasihati mereka, kecuali dia tidak akan
 
12/6/2014Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » #IndonesiaMilikAllah; Tanggung Jawab Pemimpinhttp://m.hizbut-tahrir.or.id/2014/06/11/indonesiamilikallah-tanggung-jawab-pemimpin/3/5
masuk surga bersama mereka
(HR Muslim).
Menasihati rakyat itu di antaranya dengan menunjukkan kepada mereka kebaikan dankemaslahatan agama dan dunia; tolong-menolong dalam ketakwaan, bukan dalamkemaksiatan; menutup aurat dan aib mereka; mewujudkan manfaat untuk mereka dan menolakmadarat dari mereka; melakukan amar makruf nahi mungkar kepada mereka; menunaikan hak-hak mereka; tidak menzalimi dan menipu mereka; tidak memakan harta mereka secara zalim;serta mendorog mereka untuk menunaikan semua bentuk ketaatan kepada Allah SWT danRasul-Nya.Rasul saw. memperingatkan seorang pemimpin agar tidak menipu dan mengkhianati rakyat:«
َﺔﱠﻧَﺟْا
 
ِﮫْﯾََﻋ
 
ُﱠ
ا
 
َمﱠرَﺣ
 
ﱠﻻِ
 
ْمُﮭَ
 
ﱞشﺎَﻏ
 
َوْھَو
 
ُتوُﻣََﻓ
 
َنﯾِﻣِْﺳُﻣْا
 
َنِﻣ
 
ًﺔﱠﯾِﻋَر
 
ﻰِَ
 
ٍلاَو
 
ْنِﻣ
 
ﺎَﻣ
 »
Tidaklah seorang pemimpin mengurusi rakyat kaum Muslim lalu mati dalam keadaanmenipu mereka, kecuali Allah mengharamkan bagi dia surga
(HR al-Bukhari).
 Menipu rakyat itu di antaranya dengan menilap harta milik rakyat, menyerahkan kekayaan alammilik mereka kepada pihak swasta dan asing, menyia-nyiakan amanah dengan jalanmenyerahkan urusan kepada orang yang tidak layak, menghalangi apa yang menjadi hakrakyat, dan sebagainya. Lalu bagaimana jika pemimpin itu justru mengubah apa yang menjadihak rakyat menjadi kewajiban rakyat, melepaskan kewajibannya untuk menyediakan pelayanankesehatan untuk rakyat dan malah mewajibkan rakyat untuk membiayai sendiri pelayanankesehatan untuk mereka, memaksa rakyat untuk membayar mahal pendidikan yang seharusnyamenjadi hak mereka yang wajib dipenuhi oleh negara atau penguasa, dan sebagainya?Padahal pemimpin itu seharusnya memenuhi semua kebutuhan rakyat, sebagaimana yangdiperingatkan Rasul saw.:«
ِﺔَﻣﺎَِْا
 
َمْوَ
 
ُﮫْﻧَﻋ
 
ُﱠ
ا
 
َبَﺟَﺗْﺣا
 
ِﺔَﺟﺎَﺣْاَو
 
ِﺔَﻔَﻌﱠﺿﻟا
 
ﻰِوُأ
 
ْنَﻋ
 
َبَﺟَﺗْﺣﺎَﻓ
 
ًﺎﺋْﯾَﺷ
 
ِسﺎﱠﻧﻟا
 
ِرْﻣَ
 
ْنِﻣ
 
َﻰِَو
 
ْنَﻣ
 »
Siapa saja yang mengurusi urusan masyarakat, lalu ia menutup diri dari orang yang lemahdan membutuhkan, niscaya Allah menutup diri dari dirinya pada Hari Kiamat
(HR Muslim).
 
Memerintah Hanya dengan Islam
 Allah SWT telah mewajibkan penguasa untuk memerintah rakyat hanya dengan syariah-Nyasaja. Allah SWT mengharamkan penguasa untuk menerapkan hukum-hukum kufur atau yangberasal dari luar Islam. Allah SWT mensifati orang yang tidak berhukum dengan syariah-Nyasebagai kafir (QS al-Maidah: 44), zalim (QS al-Maidah: 45) atau fasik (QS al-Maidah: 47).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->