Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
57Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kelas A28 - Materi Kuliah Vektor

Kelas A28 - Materi Kuliah Vektor

Ratings: (0)|Views: 6,680|Likes:
Published by Novrian Eka Sandhi

More info:

Published by: Novrian Eka Sandhi on Nov 23, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/07/2013

pdf

text

original

 
VEKTOR
Vektor
 
(“
vector 
,
 English
) adalah besaran-besaran fisis yang memiliki besar (
magnitude
) dan arah(
direction
). Vektor mengikuti kaidah penjumlahan tertentu. Hasil penjumlahan vektor-vektor disebut
resultan
 
(“
resultant 
”, English).
 Contoh-contoh vektor: perpindahan (
displacement 
), kecepatan (
velocity
), percepatan (
acceleration
),gaya (
 force
), medan listrik (
electric field 
), medan magnet (
magnetic field 
), dan sebagainya.
1.A PENJUMLAHAN VEKTOR, METODE GEOMETRIS
Vektor dinyatakan dengan gambar anak panah. Panjang anak panah mewakili besar (
magnitude
)vektor yang digambarkan dengan skala. Misalnya, gaya 10 N digambarkan dengan anak panah yangpanjangnya 5 cm, artinya 1 cm sama dengan 5 N. Sedangkan ujung mata anak panah menggambarkanarah (
direction
) vektor.Di dalam buku-buku teks, simbol vektor menggunakan huruf yang dicetak tebal, misalnya:
a
.Sedangkan dalam tulisan tangan, untuk mudahnya, vektor disimbolkan dengan huruf yang diberi anak panah di atasnya, misalnya:
a
. Namun ada pula buku teks lain yang menuliskan simbol vektor dengan
huruf yang diberi garis mendatar di atasnya, misalnya: ā.
 Perhatikan Gambar 1.1 berikut
Gambar 1.1 Dua vektor yang akan dijumlahkan.
Untuk menjumlahkan kedua tersebut secara geometris, perhatikan langkah-langkah berikut
a
+
b
=
r
(1-1)
Gambar 1.2 Langkah-langkah menjumlahkan dua vektor secara geometris.
Penjumlahan vektor mengikuti hukum yang juga berlaku pada penjumlahan bilangan biasa ataubesaran skalar, yaitu
a
+
b
=
b
+
a
 
→ (hukum komutatif)
(1-2)
 
 
d
+ (
e
+
) = (
d
+
e
) +
 
→ (hukum asosiatif)
(1-3)Kedua hukum ini bermakna bahwa penjumlahan vektor tidak mempedulikan urutan penjumlahanmaupun mana kelompok vektor yang dijumlahkan terlebih dahulu (pada persoalan penjumlahan lebihdari dua vektor).Operasi pengurangan vektor dapat dipandang sebagai operasi penjumlahan biasa namun denganmembalik arah vektor yang mengurangi
a
 
 – 
 
b
=
a
+ (-
b
) (1-4)catatan: -
b
artinya arah vektor
b
dibalik.
1.B PENGURAIAN DAN PENJUMLAHAN VEKTOR, METODE ANALITIK
Sebelum menjumlahkan vektor-vektor secara analitik, terlebih dahulu kita harus mampu menguraikankomponen-komponen dari suatu vektor.Bayangkan vektor berada dalam sebuah koordinat tegak lurus (kartesian). Titik pusat koordinat (0,0)berimpit pada pangkal vektor.
Gambar 1.3 Contoh-contoh penguraian vektor menjadi komponennya dalam koordinat kartesian.
Dengan demikian, dimanapun posisi vektor digeser-geser, asalkan sudut terhadap sumbu koordinatdapat dijaga tetap, komponennya pun tidak akan berubah. Komponen
a
 x
dan
a
 y
dalam Gambar 1.3dapat diperoleh dari
=
cos
 dan
=
sin
 (1-5)dengan
 
θ 
adalah sudut yang dibentuk oleh vektor
a
dengan sumbu
 x
positif yang diukur berlawananarah dengan jarum jam dari sumbu ini. Dari Gambar 1.3 juga diperoleh
=
 
2
+
2
 (1-6a)dan
= tan
1
 (1-6b)
 
 
Vektor Dalam Ruang
Dalam sistem koordinat siku-siku tiga dimensi biasanya digunakan lambang khusus
i
,
 j
, dan
k
untuk menyatakan vektor satuan dalam arah sumbu
 x
,
 y
, dan
 z
positif. Perhatikan Gambar 1.4 berikut
Gambar 1.4 Vektor satuan
i
,
 j
, dan
k
untuk menentukan arah sumbu
 x
,
 y
, dan
 z
.
Sumbu-
sumbu kerangka acuan didefinisikan menurut „kaidah tangan kanan‟, rotasi (putaran) dari
i
ke
 j
 
menyebabkan „sekrup kanan‟ bergerak ke arah
k
positif.
Gambar 1.5 Contoh penguraian komponen-komponen vektor dalam ruang tiga dimensi.
Perhatikan Gambar 1.5, vektor

didefinisikan oleh komponen-komponen:
a
sepanjang OX
b
sepanjang OY
c
sepanjang OZsehingga

=
i
+
j
+
k
 (1-7)dan

2
=
2
+
2
 serta

2
=
2
+
2
+
2
 maka
=

=
 
2
+
2
+
2
 (1-8)
Cosinus Arah
Arah suatu vektor dalam ruang tiga dimensi ditentukan oleh sudut yang dibentuk oleh vektor tersebutdengan ketiga sumbu kerangka acuan. Perhatikan Gambar 1.6 berikut

Activity (57)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Vieryn Xswowo added this note|
susaaaaaaaaaaaaaaaaaah.................
Tedo On Line liked this
Maesa Scremo liked this
indrabayutama liked this
Dhia Revianaa liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->