khusus, hakikat, inti /isi dan sebagainya.
c)
Prinsip;
adalah berupa hal-hal utama, pokok, dan memiliki posisiterpenting, meliputi dalil, rumus,
adagium
,
postulat
, paradigma, teorema,serta hubungan antarkonsep yang menggambarkan implikasi sebab akibat.d)
Prosedur;
merupakan langkah-langkah sistematis atau berurutan dalammengerjakan suatu aktivitas dan kronologi suatu sistem
.
e)
Sikap atau Nilai;
merupakan hasil belajar aspek sikap, misalnya nilaikejujuran, kasih sayang, tolong-menolong, semangat dan minat belajar,dan bekerja, dsb. Contoh: aplikasi sosiologi dalam kehidupan sehari-haridalam bentuk sikap toleransi dalam menghadapi fenomena sosial yang bervariasi.
Prinsip-Prinsip Pengembangan Materi
Prinsip-prinsip yang dijadikan dasar dalam menentukan materi pembelajaran adalah kesesuaian (
relevansi
), keajegan (
konsistensi
), dankecukupan (
adequacy
).a)
Relevansi atau
kesesuaian.
Materi pembelajaran hendaknya relevan dengan pencapaian standar kompetensi dan pencapaian kompetensi dasar. Jika kemampuan yang diharapkandikuasai peserta didik berupa menghafal fakta, maka materi pembelajaran yangdiajarkan harus berupa fakta, bukan konsep atau prinsip ataupun jenis materiyang lain. Contoh: kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik adalah”Menganalisis faktor penyebab pencemaran air di lingkungan tempat tinggal”(Biologi kelas VII semester 2) maka pemilihan materi pembelajaran yangdisampaikan seharusnya ”Referensi tentang pengertian pencemaran air, jenis- jenis bahan pencemar dalam pencemaran air, standar pencemaran air, dan lainsebagainya” (materi konsep), bukan langkah-langkah mengantisipasi danmenanggulangi pencemaran air (materi prosedur). b)
Konsistensi
atau keajegan.