3atau
culture show
, pameran budaya dan kunjungan ke pusat-pusat sejarah, budaya danagama melebihi kesannya di bandingkan hanya melihat dan mengunjungi keindahanalam dan bepergian ke pusat belanja atau sektor rekreasional lainnya. Meskipundemikian, dunia-wisata tidak bisa dipilah-pilah secara ketat hanya dengan satu sektorsemata.Kosa kata pariwisata berasal dari kata “pari” yang berarti banyak, berkali-kali,berputar-putar dan “wisata” artinya bepergian atau perjalanan. Jadi, pariwisata berartisuatu kegiatan perjalanan atau bepergian yang dilakukan dari satu tempat ke tempat lain,dengan tujuan bermacam-macam. Pada sisi lain Pariwisata adalah segala sesuatu yangberhubungan dengan wisata, termasuk pengusahaan objek dan daya tarik wisata sertausaha-usaha yang terkait di bidang tersebut. Istilah pariwisata dicetuskan oleh PresidenRI, Ir. Soekarno tangal 14 Juni 1958 dalam penutupan Musyawarah Nasional Tourism IIdi Gedung Pemuda Surabaya. Presiden menanyakan kata apa yang tepat untuk pengganti
tourism
e kepada Menteri P & K Dr. Pryono. Menteri menjawab, untuk antardaerah/kotadipakai kata “darmawisata” dan untuk antarbenua dipakai kata “pariwisata”.
5
Di dalam makna yang umum kepariwisataan (
tourism
) terambil dati kata
tour
atau perjalanan. Menurut kamus Encarta,
tour·ism (n) 1. the visiting of places away fromhome for pleasure 2. the business of organizing travel and services for people traveling for pleasure.
Tourisme berarti (1) kunjungan ke suatu atau beberapa tempat yang jauhdari rumah untuk kesenangan: (2) urusan yang berhubungan dengan penyelenggaraan danpelayanan bagi orangan yang melakukan perjalanan untuk kesenangan.Secara garis besar tujuan perjalanan pariwisata itu dibedakan antara :
(1) Business tourism
, yaitu perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang dengan tujuan dinas, perdagangan, atau yang berhubungan denganpekerjaan.
(2) Vacational tourism
, perjalanan untuk berlibur atau cuti.
(3) Educatitonal tourism
dan
Convention tourism
, perjalanan untuk kepentinganpendidikan, studi , penelitian dan kongres di dalam maupun di luar negeri,seminar, konprensi, simposium , musyawarah, konvensi, pertemuan para-pakardan lain-lain.Sementara itu dilihat dari segi obyeknya, pariwisata itu dapat ditinjau dari beberapa jenis:
(1) Cultural tourism
, wisata kebudayaan, seni, dan pertunjukan tradisional sertapenampilan dan atraksi budaya pada umumnya, kunjungan ke lokasipeninggalan masa lalu, pusat kepurbakalaan dst.
(2) Recuperational tourism
, jenis kepariwisataan penyegaran dan kesehatan,kepegunungan, ke daerah tertentu dan lain-lain.
(3) Commercial tourism
, yaitu kepariwisataan yang dikaitkan dengan kepentinganusaha daganag, kontak produsen dan konsumen, kontak dagang salingmengtuntungkan dan sebagainya.
(4) Sport tourism
, wisata untuk menyaksikan event olahraga nasional daninternasional seperti PON, Olympiade, formula, World Cup Champion dll.
(5) Poltical tourism
, perjalanan menyaksikan peristiwa-peristiwa tertentu diberbagai negara seperti Pemilu, pelantikan Presiden dan Kepala Negara, Raja,
5
H. Kodiyat, Ramaini. Kamus Pariwisata dan Perhotelan. Jakarta: Grasindo. 1992. Hal.
Leave a Comment