Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hukum Demonstrasi Dan Hadits Keluarnya Kaum Muslim Dalam Dua Shaf

Hukum Demonstrasi Dan Hadits Keluarnya Kaum Muslim Dalam Dua Shaf

Ratings: (0)|Views: 0|Likes:
Published by Rizky M Faisal

More info:

Published by: Rizky M Faisal on Jun 15, 2014
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/15/2014

pdf

text

original

 
15/6/2014Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Soal Jawab: Hukum Demonstrasi dan Hadits Keluarnya Kaum Muslim dalam Dua Shaf http://m.hizbut-tahrir.or.id/2014/06/15/soal-jawab-hukum-demonstrasi-dan-hadits-keluarnya-kaum-muslim-dalam-dua-shaf/1/6
Soal Jawab: Hukum Demonstrasi dan Hadits KeluarnyaKaum Muslim dalam Dua Shaf 
June 15th, 2014 by kafi
مﯾﺣرﻟا
 
نﻣﺣرﻟا
 
ﷲ
 
مﺳﺑ
Silsilah Jawaban asy-Syaikh al-‘Alim Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah Amir Hizbut Tahrir Atas Pertanyaan di Akun Facebook Beliau “Fiqhiyah” Demonstrasi dan Long March dan Hadits Keluarnya Kaum Muslim dalam Dua Shaf Pertanyan:
Kepada Moadh Seif ElmiSyaikhuna al-fadhil, assalamu ‘alaikum… Apakah hadits keluarnya kaum Muslim dalam duabarisan dimana pada kepala masing-masing barisan adalah Umar dan Hamzah adalah haditsdha’if, terima kasih? Kepada Andalusi Maqdisi Andalus Assalamu ‘alaikum, syaikhuna al-fadhil.Dalam jawab soal Anda tentang demonstrasi, Anda berdalil dengan hadits “Abu Nu’aim Ahmadbin Abdullah bin Ahmad bin Ishaq bin Musa bin Mahran al-Ashbahani (w. 430 H) dalamkitabnya
Hilyatu al-Awliyâ’ wa Thabaqât al-Ashfiyâ’ 
 dari Ibn Abbas, ia berkata: aku bertanyakepada Umar ra.:
ﮫﯾﻠﻋ
 
ﷲ
 
ﻰﻠﺻ
 
ِﷲ
 
ُلوُﺳَر
 
َنْﯾَ
 :
تﻠﻗ
 …
ِَﻼْﺳِْﻺِ
 
يِْدَﺻ
 
ُﷲ
 
َحَرَﺷ
 
ﱠمُﺛ
 
ٍﺎﱠﯾَ
 
ِﺔَﺛَﻼَﺛِﺑ
 
ﻲِْﺑَﻗ
 
ُةَزْﻣَﺣ
 
َمَْﺳَ
 :
َلﺎَﻗ
 
َقوُرﺎَﻔْا
 
َتﯾِﻣُﺳ
 
ٍءْﻲَﺷ
 
ِّيَِُدَﮭْﺷََو
 
ُﮫَ
 
َكﯾِَﺷ
 
َﻻ
 
ُهَدْﺣَو
 
ُﷲ
 
ﱠﻻِ
 
َﮫَِ
 
َﻻ
 
ْنَ
 
ُدَﮭْﺷَ
 :
ُتْُﻘَﻓ
 …
َراﱠدﻟا
 
ُتْﯾَﺗَﺄَﻓ
 
ﺎَﻔﱠﺻﻟا
 
َدْﻧِﻋ
 
ِَﻗْرَْﻷا
 
ِنْﺑ
 
ِَﻗْرَْﻷا
 
ِاَد
 
ﻲِﻓ
 
َوُھ
 :
ﻲِﺗْﺧُأ
 
ْتَﺎَﻗ
 
مﻠﺳوْنِَو
 
ﺎَﻧْﺗُﻣ
 
ْنِ
 
ِقَﺣْا
 
ﻰََﻋ
 
ﺎَﻧْﺳََ
 
ِﷲ
 
َلوُﺳَر
 
ﺎَﯾ
 :
ُتْُﻘَﻓ
 :
َلﺎَﻗ
 
ِدِﺟْﺳَﻣْا
 
ُلْھَ
 
ﺎَﮭَﻌِﻣَﺳ
 
ًةَرﯾِﺑْﻛَﺗ
 
ِاﱠدﻟا
 
ُلْھَ
 
َرﱠﺑَﻛَﻓ
 :
َلﺎَﻗ
 
ُﮫُﻟوُﺳَرَو
 
ُهُدْﺑَﻋ
 
اًدﱠﻣَﺣُﻣ
 
ﱠنَ ﱠنَﺟُرْﺧَﺗَ
 
ِقَﺣْﺎِﺑ
 
َكَﺛَﻌَﺑ
 
يِذﱠاَو
 
ُءﺎَﻔِﺗْﺧِا
 
َمﯾِﻔَﻓ
 :
ُتْُﻘَﻓ
 :
َلﺎَﻗ
 «
ْمُﺗﯾِﯾَﺣ
 
ْنِَو
 
ْمﱡﺗُﻣ
 
ْنِ
 
ِقَﺣْا
 
ﻰََﻋ
 
ْمُﻛﱠﻧِ
 
ِهِدَﯾِﺑ
 
ﻲِﺳْﻔَﻧ
 
يِذﱠاَو
 
ﻰََﺑ
» :
َلﺎَﻗ
 
ﺎَﻧﯾِﯾَﺣﻰَِَو
 
ٌشْﯾَرُﻗ
 
ﱠﻲَِ
 
ْتَرَظَﻧَﻓ
 :
َلﺎَﻗ
 
َدِﺟْﺳَﻣْا
 
ﺎَﻧْَﺧَد
 
ﻰﱠﺗَﺣ
 
ِنﯾِﺣﱠطﻟا
 
ِدﯾِدَﻛَﻛ
 
ٌدﯾِدَﻛ
 
ُﮫَ
 
ِَﺧْﻵا
 
ﻲِﻓ
 
ﺎَﻧََو
 
ﺎَﻣِھِدَﺣَ
 
ﻲِﻓ
 
ُةَزْﻣَﺣ
 
ِنْﯾﱠﻔَﺻ
 
ﻲِﻓ
 
ُهﺎَﻧْﺟَرْﺧَﺄَﻓِلِطﺎَﺑْاَو
 
ِقَﺣْا
 
َنْﯾَﺑ
 
ُﷲ
 
َقﱠرَﻓَو
 
َقوُرﺎَﻔْا
 
ٍذِﺋَﻣْوَﯾ
 
مﻠﺳو
 
ﮫﯾﻠﻋ
 
ﷲ
 
ﻰﻠﺻ
 
ِﷲ
 
ُلوُﺳَر
 
ﻲِﻧﺎﱠﻣَﺳَﻓ
 
ﺎَﮭَْﺛِﻣ
 
ْمُﮭْﺑِﺻُﯾ
 
ْمَ
 
ٌﺔَﺑﺂَﻛ
 
ْمُﮭْﺗَﺑﺎَﺻَﺄَﻓ
 
َةَزْﻣَﺣ
“Karena apa engkau disebut al-Faruq?” Umar berkata: “Hamzah masuk Islam tiga hari sebelumku, kemudian Allah melapangkan dadaku untuk Islam… Aku berkata: “dimana
 
15/6/2014Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Soal Jawab: Hukum Demonstrasi dan Hadits Keluarnya Kaum Muslim dalam Dua Shaf http://m.hizbut-tahrir.or.id/2014/06/15/soal-jawab-hukum-demonstrasi-dan-hadits-keluarnya-kaum-muslim-dalam-dua-shaf/2/6
Rasulullah saw? Saudara perempuanku berkata: “beliau di rumah al-Arqam bin al-Arqam di bukit Shafa”, maka aku datang ke rumah itu… lalu aku berkata: “aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya.” Umar berkata: “maka orang yang ada di rumah itumeneriakkan takbir sehingga terdengar oleh orang-orang di masjid.” Umar berkata: “lalu akukatakan: “ya Rasulullah saw, bukankah kita di atas kebenaran jika kita mati dan jika kitahidup? Beliau menjawab: “benar demi Zat yang jiwaku ada di genggaman tangannya,sungguh kalian berada di atas kebenaran jika kalian mati dan jika kalian hidup.” Umar berkata: “lalu aku katakan: “lalu kenapa sembunyi? Demi Zat yang mengutusmu denganmembawa kebenaran sungguh kalian harus keluar. Maka kami keluar dalam dua barisan,Hamzah di salah satunya dan aku di barisan satunya lagi, ia memiliki garam halus seperti tepung, sampai kami masuk ke masjid.” Umar berkata: “lalu aku memandang kepadaQuraisy dan kepada Hamzah, maka mereka ditimpa bencana yang semisalnya belum pernah menimpa mereka, maka Rasulullah saw pada saat itu menamaiku al-Faruq, dan Allah memisahkan antara yang haq dan yang batil.” 
 Selesai.Pada saat menelaah hadits tersebut, al-Albani menyebutkan bahwa itu mungkar dan didhaifkanoleh kebanyakan ahli hadits. Pertanyaanku: pertama, apakah boleh berdalil dengan haditsdha’if? Jika boleh, kapan kita berdalil dengannya dan bagaimana kita menghukuminya? Jika jawabannya tidak boleh, lalu apakah engkau punya takhrij selain yang disebutkan dalampertanyaan ini? Semoga Allah memberi manfaat kepada kami dengan ilmumu. Semoga Allahmemberkahimu dan memberikan kemenangan kepadamu. Abdullah asy-Syami.) 
Jawab:
Wa ‘alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuhu.Dua pertanyaan tersebut topiknya sama. Karena itu, inilah jawaban kepada kalian berdua.Saudaraku yang mulia, jika engkau membaca ada orang yang mendha’ifkan satu riwayat bukanberarti riwayat itu dhaif secara pasti. Misalnya, ada para syaikh yang mendhaifkan hadits-haditsdi (Shahih) al-Bukhari dan Muslim, yakni mendhaifkan hadits-hadits yang ditakhrij olehkeduanya yang diambil oleh umat dengan penerimaan dan ketenteraman. Al-Bukhari danMuslim sangat memperhatikan standar-standar besar dan agung dalam menshahihkan suaturiwayat baik secara sanad maupun matan… Meski demikian, ada orang yang mendhaifkanhadits-hadits yang ada di keduanya (Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim)!Benar, bahwa jika suatu hadits menjadi jelas dhaifnya maka tidak boleh beristidlal dengannya. Akan tetapi, kadang kala para ahli hadits atau sebagian dari mereka menyatakan suatu haditsadalah dhaif, sementara orang-orang yang lain menghukumi bahwa hadits itu hasan dan layakberistidlal dengannya. Siapa yang memiliki pengetahuan ilmu hadits dan ushulnya, ia
 
15/6/2014Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Soal Jawab: Hukum Demonstrasi dan Hadits Keluarnya Kaum Muslim dalam Dua Shaf http://m.hizbut-tahrir.or.id/2014/06/15/soal-jawab-hukum-demonstrasi-dan-hadits-keluarnya-kaum-muslim-dalam-dua-shaf/3/6
mengetahui masalah ini. Masalah ini masyhur di kalangan ahli hadits, dan para mujtahid. Makaengkau temukan, yang ini berdalil dengan hadits ini sementara yang itu tidak berdalildengannya… Kami telah menjelaskan masalah ini secara rinci dalam kitab kita asy-Syakhshiyyah juz pertama bab “
al-Hadîts al-Maqbûl wa al-Hadîts al-Mardûd 
” dan bab “
I’tibar al-Hadîts Dalîlan fî al-Ahkâmi asy-Syar’iyyati 
.”Dan sekarang kami menjawab tentang keluarnya para sahabat di Mekah setelah keislamanUmar ra.:1. Riwayat yang dinyatakan di jawab soal, diriwayatkan oleh Abu Nu’aim Ahmad bin Abdullah bin Ahmad bin Ishaq bin Musa bin Mahran al-Ashbahani (w. 430 H) dalamkitabnya “Hilyatu al-Awliyâ’ wa Thabaqâtu al-Ashfiyâ’ “. Dan Abu Nu’aim seoranghafizh dan tsiqah. Az-Zarkali berkata tentangnya di A’lâm an-Nubalâ’: Abu Nu’aim (336 – 430 H/948 – 1038 M), Ahmad bin Abdullah bin Ahmad al-Ashbahani, AbuNu’aim: seorang hafizh, sejarahwan, termasuk orang yang tsiqah dalam hafalan dan riwayat.Ia lahir dan meninggal di Ashbahan. Diantara karyanya: (
Hilyatu al-Awliyâ’ wa Thabaqâtu al- Ashfiyâ’ 
) sudah dicetak terdiri sepuluh juz, (
Ma’rifatu ash-Shahâbah
) besar, sebagiannyamasih berupa manuskrip dalam dua jilid, berdasarkan itu qraah tahun 551 di perpustakaan Ahmad III di Thubuqbu Sarayi si Istanbul, nomor 497 seperti yang disebutkan dalam memoar al-Maymini – manuskrip, dan (
Thabaqâtu al-Muhadditsin wa ar-Ruwât 
) dan (
Dalâ`il an-Nubuwwah
 – dicetak) dan (
Dzikru Akhbâr Ashbahân
 – dicetak) dua jilid dan kitab (
asy-Syu’ara`
 -manuskrip), selesai.Karena itu, dimungkinkan bersandar kepada riwayatnya tentang keluarnya kaum Muslimindalam dua barisan setelah keislaman Umar.2. Meski demikian, itu bukan satu-satunya riwayat, akan tetapi ada riwayat-riwayat lainyang shahih.:- Di dalam
al-Mustadrak ‘alâ ash-Shahîhayn
 karya al-Hakim dinyatakan:
ﺎَﻔﱠﺻﻟا
 
َدْﻧِﻋ
 
ِهِاَد
 
ﻲِﻓ
 
ىَوآ
 
مﻠﺳو
 
ﮫﯾﻠﻋ
 
ﷲ
 
ﻰﻠﺻ
 
ِﱠ
ا
 
ُلوُﺳَر
 
َنﺎَﻛَو
 
ﺎ
ﯾِْدَﺑ
 
َنﺎَﻛَو
 
ِَﻗْرَْﻷا
 
ِهِدَﺟ
 
ْنَﻋ
 
ِَﻗْرَْﻷا
 
ِنْﺑ
 
ِﱠ
ا
 
ِدْﺑَﻋ
 
ِنْﺑ
 
َنﺎَﻣْﺛُﻋ
 
ْنَﻋﻰَِ
 
اوُﺟَرَﺧ
 
َنﯾِﻌَﺑْرَ
 
اوُﻧﺎَﻛ
 
ﺎﱠﻣََﻓ
 
ْمُﮭْﻧَﻋ
 
ُﱠ
ا
 
َﻲِﺿَر
 
ِبﺎﱠطَﺧْا
 
ُنْﺑ
 
ُرَﻣُﻋ
 
ﺎًﻣَﻼْﺳِ
 
ْمُھَرِﺧآ
 
َنﺎَﻛَو
 
ِنْﯾَﻣِْﺳُﻣ
 
ًﻼُﺟَر
 
َنﯾِﻌَﺑْرَ
 
اوُﻠَﻣﺎَﻛَﺗ
 
ﻰﱠﺗَﺣَنﯾِﻛِْﺷُﻣْا
Dari Utsman bin Abdullah bin al-Arqam dari kakeknya al-Arqam, dan ia Badriyan, danRasulullah saw berlindung di rumahnya di bukit Shafa sampai genap empat puluh orang muslim, dan yang terakhir keislamannya adalah Umar bin al-Khaththab radhiyallâh ‘anhum.Ketika mereka empat puluh orang mereka keluar kepada orang-orang musyrik…
 Al-Hakim berkata: “ini adalah hadits shahih sanadnya, tetapi al-Bukhari dan Muslim tidak

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->