Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kisah Seorang Penyandang Cacat Yang Berhasil Menyeberangi Selat Inggris

Kisah Seorang Penyandang Cacat Yang Berhasil Menyeberangi Selat Inggris

Ratings: (0)|Views: 3,025 |Likes:
Published by Muhammad Nur

More info:

Published by: Muhammad Nur on Nov 23, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/23/2012

pdf

text

original

 
Kisah seorang penyandang cacat yang berhasil menyeberangi Selat InggrisDia berhasil berenang menyeberangi Selat Inggris dalam waktu 16 jam 44 menit; diaadalah seorang penyandang cacat pertama di dunia yang menaklukkan Selat Qiongzhoudi Tiongkok selatan dan Selat Inggris. Siapa dia? Dalam acara kali ini saudara pendengar, akan kami perkenalkan, seorang penyandang cacat bernama Xie Yanhongyang berasal dari kota Dalian kota pantai Tiongkok timur itu.Berenang menyeberangi Selat Inggris selalu menjadi impian banyak penggemar renang jarak jauh di dunia. Sejak tahun 1875, di dunia ini sudah ada 6 ribu orang yang mencoba berenang menyeberangi Selat Inggris, tapi yang berhasil hanya 800 orang lebih dandalam sejarah belum ada contohnya orang cacat yang berhasil berenang menyeberangiSelat Inggris. Pada tanggal 24 Agustus tahun ini, Xie Yanhong penyandang cacatTiongkok itu mencapai rekor tersebut dan menjadi penyandang cacat pertama di duniayang menaklukkan Selat Inggris.Baru-baru ini Xie Yanhong yang duduk di kursi roda secara khusus diwawancaraiwartawan CRI. Ia dengan gembira menceritakan penyeberangan kali ini:? Saya adalahseorang penyandang cacat biasa, tapi berambisi ingin berenang menyeberangi selat-selat. Sekarang 2 sasaran saya sudah terwujud yaitu selat Qiongzhou dan Selat Inggris.Kelak hari saya berencana akan berenang menyeberangi 1 atau 2 selat setiap tahun.Keberhasilan tersebut tak terpisahkan dari peran orang-orang yang menaruh perhatiandan sokongan kepada usaha saya disamping bantuan sekuat tenaga dari pelatih saya.?Demikian dikatakan Xie Yanhong.Xie Yanhong yang berusia 35 tahun itu sejak lahir, anggota badannya sudah cacat,sehingga ia tak dapat berdiri dan juga tak dapat memegang sesuatu. Tetapi Xie Yanhongsejak kecil tidak mau kalah dengan orang lain. Ia bukan saja dapat mengurus dirinyasendiri, tetapi dengan lancar menyelesaikan pelajaran SMA dengan bantuan sanak keluarga dan para teman sekolah. Kemudian untuk pencaharian dan menghidupi ayahdan ibu yang lanjut usia, Xie Yanhong membuka sebuah toko kecil di kampunghalamannya, sehingga penghidupannya bisa swasembada.Pada waktu berusia 22 tahun Xie Yanhong untuk pertama kali turun ke laut berenangdan perasaan yang baru dan bebas itu sangat mencengkam hatinya. Sejak itulah ia sering berenang di laut dan bertahan terus berenang di musim dingin selama 10 tahun. Akantetapi lambat laun ia merasa juga dirinya sangat dibatasi oleh cacat badannya karenasewaktu berenang hanya tangannya bergerak tapi kakinya tidak berperan, sehingga gayadan kecepatannya sangat terbatas. Pada tahun 2000, Xie Yanhong yang berupayamencari pelatih renang, bertemu dengan Ge Jie dan menjadi muridnya yang khusus.Dengan bantuan dan inspirasi pelatihnya itu, Xie Yanhong bisa berenang tak berhenti,mulai dari 20 meter semula sampai 5000 meter 2 bulan kemudian, dan semakinmenunjukkan kemampuan yang terpendam dalam hal berenang.
 
Sebagai seorang penyandang cacat Xie Yanhong telah berupaya berlipat-ganda daripadaorang sehat untuk mencapai setiap langkah kemajuan dalam berenangnya. PelatihnyaGejie menyusun rencana latihan khusus dengan memperhatikan keadaan khususnya.Kata pelatih itu:?Mengingat bobot tubuhnya agak berat dan badan cacat, saya terutamameningkatkan daya tahan dan kekuatannya dengan cara pelatihan berenang jarak jauh.Dalam latihan itu Xie Yanhong juga giat melatih diri dengan tak kenal susah-payah.?Melalui latihan serupa itu selama satu setengah tahun, Xie Yanhong telah mampu berenang dengan kecepatan 3 kilometer per jam , tak kalah dari kecepatan orang normal.Seiring dengan terus meningkatnya taraf berenang, Xie Yanhong sangat inginmembuktikan kekuatannya dengan melalui suatu pertandingan. Pada tahun 2002,Federasi Renang Internasional menyelenggarakan perlombaan menyeberangi selat diSelat Qiongzhou Tiongkok. Ia mengajukan permohonan untuk ikut perlombaan kepada pihak penyelenggara, tetapi tidak berhasil diterima karena faktor cacat badannya. Padatanggal 4 Juni tahun 2002, Xie Yanhong yang tidak mau melepaskan keinginannya ituakhirnya berhasil menyebernagi Selat Qiongzhou dan pada bulan Agustus tahun itu juga,ia sebagai penyandang cacat pertama di dunia yang berhasil menyeberangi selatQingzhou telah dicantumkan ke dalam Rekor Dunia Guinness.Setelah menyeberangi Selat Qiongzhou, Xie Yanhong menjadikan Selat Inggris sebagaisasaran selanjutnya. Dikatakannya:?Selat Inggris adalah sasaran yang sangatdidambakan penggemar berenang jarak jauh, karena menyeberangi Selat Inggrismengandung nilai tantangan. Sebagai seorang penyandang cacat biasa, sayamenyeberangi Selat Inggris hanya berkeinginan menginspirasi lebih banyak orang danmemperagakan semangat penyandang cacat yang cinta kehidupan dan cinta jiwa.?Dengan bantuan berbagai kalangan masyarakat Tiongkok, akhirnya Xie Yenhongmemperoleh kesempatan menyeberangi Selat Inggris. Untuk mencapai sasaran itu, iamengintensifkan latihannya dengan setiap hari berenang 10 ribu meter di kolam renang,ditambah lagi latihan di laut yang suhu airnya sama dingin dengan suhu air Selat Inggrisuntuk meningkatkan daya tahan dingin dan air deras. Dengan sifat tabah dan beranimenyongsong tantangan, Xie Yanhong sekali lagi menciptakan keajaiban.Setelah berhasil menyeberangi Selat Inggris, ia mengatakan kepada wartawan, meskipunsangat dingin air laut di Selat Inggris, tetapi sangat hangat dalam lubuk hatinya, karena penyandang cacat diperhatikan banyak orang dan ia juga memperoleh kekuatan darinya.Ia berharap juga menyampaikan sepatah dua kata kepada para penyandang cacat diseluruh dunia melalui siaran radio CRI. Dikatakannya: penyandang cacat di berbagainegara harus sama-sama menyadari bahwa mereka bukan sekelompok manusia yangditinggalkan masyarakat, tetapi diperlukan. Menghadapi kehidupan dengan teguh danmencintai kehidupan dengan sepenuh hati. Penyandang cacat bukan saja diberi sesuatuoleh orang normal, tetapi juga memberikan sesuatu kepada mereka, jadi sama,sederajat.? Demikian kata Xie Yanhong.
 
Langkah Xie Yanhong tidak berhenti. Ia berkeinginan menyeberangi lebih banyak selatseperti teluk Meksiko, Selat Gibraltar, Selat Malacca dan lain-lain. Marilah kita berharapsemoga Xie Yanhong dapat menciptakan prestasi yang lebih gemilang.
HIROTADA OTOTAKE, Raih Kesuksesan dari Kekurangan Fisik 
 Meski dilahirkan cacat, namun Ototake tidak menyerah. Dia tetap percaya diri danmelakukan yang terbaik demi meraih cita-citanya.PRIA berwajah tampan ini mengaku sangat berbahagia di bulan April ini. Betapa tidak, pada Jumat (6/4) lalu dia merayakan hari kelahiran yang ke-31. Tidak hanya itu, seharihari sebelumnya, atau Kamis (5/4), Ototake, untuk pertama kalinya, menjalani profesi baru sebagai guru SD full-time.Ototake mendapatkan kepercayaan dari Dinas PendidikanTokyo untuk mengajar olahraga dan kesehatan di SD Suginamiku,Tokyo.Sebelumnya,selain menulis buku dan artikel, Ototake adalah pekerja paruh waktudi sekolah itu.”Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang sudi memberikan kepercayaankepada saya untuk mengemban tanggung jawab ini.Saya berharap kehadiran saya disekolah ini dapat memberikan yang terbaik bagi para murid,”kata Ototake kepadasejumlah wartawan yang meliput hari pertamanya sebagai guru full-time. Ototakemengaku ingin menjadi guru pada awal 2005 lalu. Ototake menilai, dengan profesi itu diadapat mendidik plus membimbing para murid untuk menghargai setiap potensi yangdimiliki. Ototake yakin dengan kekurangan dan pengalaman yang dimiliki,dirinya dapatlebih meyakinkan anak didiknya tentang arti kemampuan diri.”Saya ingin semua orang, terutama murid-murid saya dapat mengenali, menggali danmengembangkan setiap potensi yang mereka miliki.Saya yakin,dengan cara ini,seseorangakan dapat meraih apa yang mereka cita-citakan,”kata Ototake mantap. Guna menguasaiilmu paedagogi (ilmu mengajar), lulusan ilmu komunikasi Waseda University ini relamenempuh studi lanjutan selama dua tahun di Meisei University.Dari sini,Ototake berkesempatan magang di SD Suginamiku pada Oktober lalu Di sini,Ototake dipercayamengajar siswa kelas dua. Selain dengan metode ceramah, Ototake juga menggunakan bantuan komputer dan proyektor sebagai alat bantu mengajar.Ototake mengoperasikan alat-alat tersebut dengan pensil yang dijepitkan antara dagu dan pangkal lengan. Ototake pertama kali dikenal publik Jepang pada 1998. Saat itu, diasukses menulis buku berjudul Gotai Fumanzoku (Nobody’s Perfect). Buku yangmengisahkan perjalanan hidup Ototake sebagai penyandang cacat itu berhasil membuat pembacanya kagum dan bersimpati. Tidak hanya itu,buku tersebut mengilhamiPemerintah Jepang untuk memperlakukan para penyandang cacat dengan semestinya.Banyak fasilitas umum seperti mal, gedung perkantoran, dan sekolahan di Jepang yang

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
A-you A-ndriix liked this
Asna Gazalie liked this
Drift King'z liked this
Ana Ridha D liked this
williamzzzzz liked this
NadiaFevrier liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->