Langkah Xie Yanhong tidak berhenti. Ia berkeinginan menyeberangi lebih banyak selatseperti teluk Meksiko, Selat Gibraltar, Selat Malacca dan lain-lain. Marilah kita berharapsemoga Xie Yanhong dapat menciptakan prestasi yang lebih gemilang.
HIROTADA OTOTAKE, Raih Kesuksesan dari Kekurangan Fisik
Meski dilahirkan cacat, namun Ototake tidak menyerah. Dia tetap percaya diri danmelakukan yang terbaik demi meraih cita-citanya.PRIA berwajah tampan ini mengaku sangat berbahagia di bulan April ini. Betapa tidak, pada Jumat (6/4) lalu dia merayakan hari kelahiran yang ke-31. Tidak hanya itu, seharihari sebelumnya, atau Kamis (5/4), Ototake, untuk pertama kalinya, menjalani profesi baru sebagai guru SD full-time.Ototake mendapatkan kepercayaan dari Dinas PendidikanTokyo untuk mengajar olahraga dan kesehatan di SD Suginamiku,Tokyo.Sebelumnya,selain menulis buku dan artikel, Ototake adalah pekerja paruh waktudi sekolah itu.”Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang sudi memberikan kepercayaankepada saya untuk mengemban tanggung jawab ini.Saya berharap kehadiran saya disekolah ini dapat memberikan yang terbaik bagi para murid,”kata Ototake kepadasejumlah wartawan yang meliput hari pertamanya sebagai guru full-time. Ototakemengaku ingin menjadi guru pada awal 2005 lalu. Ototake menilai, dengan profesi itu diadapat mendidik plus membimbing para murid untuk menghargai setiap potensi yangdimiliki. Ototake yakin dengan kekurangan dan pengalaman yang dimiliki,dirinya dapatlebih meyakinkan anak didiknya tentang arti kemampuan diri.”Saya ingin semua orang, terutama murid-murid saya dapat mengenali, menggali danmengembangkan setiap potensi yang mereka miliki.Saya yakin,dengan cara ini,seseorangakan dapat meraih apa yang mereka cita-citakan,”kata Ototake mantap. Guna menguasaiilmu paedagogi (ilmu mengajar), lulusan ilmu komunikasi Waseda University ini relamenempuh studi lanjutan selama dua tahun di Meisei University.Dari sini,Ototake berkesempatan magang di SD Suginamiku pada Oktober lalu Di sini,Ototake dipercayamengajar siswa kelas dua. Selain dengan metode ceramah, Ototake juga menggunakan bantuan komputer dan proyektor sebagai alat bantu mengajar.Ototake mengoperasikan alat-alat tersebut dengan pensil yang dijepitkan antara dagu dan pangkal lengan. Ototake pertama kali dikenal publik Jepang pada 1998. Saat itu, diasukses menulis buku berjudul Gotai Fumanzoku (Nobody’s Perfect). Buku yangmengisahkan perjalanan hidup Ototake sebagai penyandang cacat itu berhasil membuat pembacanya kagum dan bersimpati. Tidak hanya itu,buku tersebut mengilhamiPemerintah Jepang untuk memperlakukan para penyandang cacat dengan semestinya.Banyak fasilitas umum seperti mal, gedung perkantoran, dan sekolahan di Jepang yang