Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
kisah 4 keraton ks palembang darussalam

kisah 4 keraton ks palembang darussalam

Ratings: (0)|Views: 952 |Likes:
Published by arya tyo
sejarah kesultanan palembang darussalam
sejarah kesultanan palembang darussalam

More info:

Categories:Types, Research, History
Published by: arya tyo on Nov 23, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/02/2013

pdf

text

original

 
MENELUSURI JEJAK KERATON-KERATONSejarah Sosial Politik dan Budaya KesultananPalembang Darusalam
Nama dan artinya .
Kota Palembang adalah sebuah kota tertua di Nusantara, mempunyaisejarah panjang dalam khasanah budaya Nusantara. Sebuah nama yang paling banyak memberikan catatan bahkan ilham dalam perkembangansejarah dan kebudayaan di Nusantara. Meskipun nama ataupun toponimPalembang itu sendiri secara sederhana hanya menunjukkan suatutempat(
 Pa
yang berarti suatu kata awal menunjukkan tempat
 ).
Kosa kata
lembang 
 berasal dari bahasa Melayu
1
yang artinya: tanah yang rendah, tanahyang tertekan, akar yang membengkak dan lunak karena lama terendamdalam air. Sedangkan menurut bahasa Palembang sendiri:
lembeng 
adalahmengalir , menetes atau kumparan air. Selanjutnya dalam bahasa Melayu
2
:
lembang 
 berarti: tanah yang berlekuk, tanah yang menjadi dalam karenadilalui air, tanah yang rendah. Ada pengertian lain dari
lembang 
yan cukupmenarik, yaitu : tidak tersusun rapi, berserak-serak.Pengertian
 Pa-lembang 
adalah tempat yang berkumparan air, atau tanahyang berair dicatat pertama kali oleh pelapor Belanda pada tahun 1824didalam bukunya
 Proeve Eener Beschrivijng van het Gebied van Palembang 
3
.
Diterbitkan oleh J.Oomkens, Groningen tahun 1843, dan penulis atau pelapor tersebut adalah W.L.de Sturler(Pensiunan Mayor padatentara Belanda). Dengan demikian pengertian orang-orang Palembang padawaktu itu tentang nama kotanya adalah ‘tempat yang tergenang air’.Gambaran topografi Palembang pada tahun 1990 tergambar jelas dalamangka statistik dibawah ini(
 Kantor Statistik Kotamadya Palembang,1990)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
Drainase tamah Luas(ha) %----------------------------------------------------------------------------------------------------------------1. Tak tergenang air 10.009,4 47,762. Tergenang sehari setelah hujan 444,3 2,123. Tergenang pengaruh pasang surut 308,1 1,474. Tergenang musiman 2,366,1 11,295. Tergenang terus menerus 7,829,8 37,36
 
1
R.J.Wilkinson
 A Malay-English Dictionary
Mac Millan & Co Ltd, London 1955. Hal.674.
2
Dr.T.Iskandar 
 Kamus Dewan
Dewan Bahasa dan Pustaka, Kuala Lumpur, Malaysia 1986. Hal 678-679.
3
Judul lain dari buku tersebut adalah
 Bijdrage tot de kennis en rigtige beoordeeling van den zedelijken,maatschapplijken en staatkundigen toestand van het Palembangsche gebied 
terbit tahun 1855 olehJ.Oomkens J.Zoon, Groningen.(hal.8)1
 
Letak dan bentuk kota.
Kota Palembang terletak sekitar 75 mil dari muara Sungai Musi, dimanamuara tersebut terletak di Selat Bangka. Kota itu sendiri terletak dipinggir sungai Musi diantara muara sungai Ogan dan sungai Komering(dua sungai besar yang bermuara di sungai Musi). Kota ini diyakini telah berumur 1320tahun, berdasarkan atas tafsir dan analisa prasasti Kedukan Bukit
4
.Dalam penelitian sejarah dan arkeologi yang panjang dan berlarut(sejak tahun 1918), maka setelah berpolemik dalam tulisan-tulisan dan seminar-seminar yang hangat, para pakar dan sarjana berkesimpulan adanya kerajaan besar bernama Sriwijaya yang pada abad ke 7 berpusat di Palembang. Sejak tahun 1982 - 1990 penggalian arkeologi secara intensif dilakukan di kotaPalembang. Hasilnya merupakan hasil analisis temuan arkeologi, antara lain: prasasti, arca, keramik, fragmen perahu dan ekskavasi pada permukimankuno.Bentuk kota Palembang dari abad ke 8 - 9 berdasarkan laporan dancatatan kronik Cina serta tulisan pelaut Arab dan Parsi dapat diyakini bentuknya adalah memanjang sepanjang sungai Musi mulai dari sekitaPabrik Pupuk Sriwijaya sampai ke Karang Anyar, dimana dibagian seberangulu tidak ada permukiman. Bentuk kota ini secara morfologi kota disebut
ribbon shaped city
(kota berbentuk pita). Luas kota menurut catatan saudagar Arab, Sulayman
5
, pada tahun 815 yang mencatat beberapa gosip para pedagang, bahwa “pantas dapat dipercaya bahwa luas kota ini didengar darikokok ayam diwaktu subuh dan terus menerus berkokok bersahutan denganayam jantan lainnya yang berjarak lebih dari 100
 prasang 
(satu
 prasang 
kurang lebih 6,25 km), karena kampungnya berkesinambungan satu samalain tanpa terputus”. Apa yang dicatat oleh saudagar Arab tersebut, tidak  jauh dari anekdot yang dicatat oleh pelapor Belanda L.C.Westenenk 
6
: bahwa besarnya batas kota ini digambarkan bagaimana seekor kucing dapat berjalan tanpa memijak tanah dari Palembang Lama ke Batanghari Leko,karena cukup dengan hanya melompati dari satu atap ke atap lain darirumah-rumah penduduk.Dapat dibayangkan dalam kenyataan Palembang pada masa Sriwijayatersebut dengan membandingkan letak dari prasasti Telaga Batu yang berada
4
Boechari sebagai seorang epigrafi kenamaan menulis dan menganalisa kembali dari hasil tafisr Coedes(1930), de Casparis(1956) dan Damais(1952, 1955) dalam tulisannya “hari Jadi Kota PalembangBerdasarkan Prasati Kedukan Bukit” dalam
Sriwijaya dalam perspektif arkeologi dan sejarah,
Pemda Tk.I Sumsel 1993.
5
Abu Zaid Hasan, Voyage du marchand arabe Sulayman en Inde et en Chine, redige en 851, suivi deremarques par Abu Zayd Hasan(vers 916), alih bahasa G.Ferrand dalam
T.VII des Clasique de l’Orient 
,Paris 1922. Hal.95.
6
L.C.Westenenk,
 Boekit Segoentang en Goenoeng Mahameroe uit de Sedjarah Melayoe
dalam TBG th1923. Hal.223.2
 
di kampung 2 ilir dan prasasti Kedudukan Bukit di 35 ilir, serta prasastiTalang Tuo yang berada di Kecamatan Talang Kelapa. Dan yang pasti bentuk kota Palembang orientasinya sepanjang sungai Musi dibelahanseberang ilir. Dapat pula dikatakan Palembang pada waktu berada diperairanantara muara Sungai Komering dan Sungai Ogan.Bagaimana terserak-seraknya kota Palembang pada waktu, seperti artikata
lembang 
(=terserak-serak, tidak tersusun rapi), dapat dibaca dari catatanCina
7
abad ke 12 dan 13: “Penduduknya tinggal diluar kota, atau merekatinggal dirakit diatas air, suatu tempat tinggal yang lantainya terdiri dari bambu. Mereka dibebaskan dari segala bentuk pajak.”Selanjutnya catatan Cina lainnya yaitu
Yeng-yai sheng-lan-chiao-chu
8
;
menggambarkan keadaan masa itu sebagai berikut: “Tempat ini dikelilingioleh air dan tanah kering sedikit sekali. Para pemimpin semuanya tinggaldirumah-rumah yang dibuat diatas tanah yang kering dipinggiran sungai.Rumah-rumah rakyat biasa terpisah dari rumah pemimpin, mereka semuatinggal diatas rumah-rumah rakit yang diikatkan pada tiang ditepian dengantali. Apabila air pasang, rakit akan terangkat dan tak akan tenggelam.Seandainya penduduk akan pindah ketempat lain, mereka memindahkantiang dan menggerakkan rumahnya sendiri tanpa mengalami banyak kesulitan. Didekat muara sungai, pasang dan surut terjadi 2 kali dalam seharidan semalam.”Gambaran bagaimana kehidupan penduduk Palembang dengan air atausungai, digambarkan dengan jelas oleh sarjana biologi Inggris yang terkenaldiabad ke 19 sewaktu berkunjung ke Palembang, yaitu Alfred WallaceRussel
9
: “Penduduknya adalah orang Melayu tulen, yang tak akan pernahmembangun sebuah rumah diatas tanah kering selagi mereka masih melihatdapat membuat rumah diatas air, dan tak akan pergi kemana-mana dengan berjalan kaki, selagi masih dapat dicapai dengan perahu.”Gambaran Alfred Wallace Russel tersebut merupakan suatu kenyataan buruk bagi
Gemeente Palembang 
, yaitu suatu kendala saat Gemeente inginmembangun kota Palembang secara modern. Dalam laporan 25 tahun setelahPalembang menjadi
Gemeente
, yaitu suatu pemerintah kota yang otonom pada tahun 1906 adalah sebagai berikut: “Kesulitan untuk mendapatkanlahan pembangunan yang cocok dalam kota ini disebabkan, disatu fihak 
7
Friedrich Hirth & W.W.Rockhill ed.
Chau Ju-kua: His work on the Chinese and Arab Trade in the 12
th
&13
th
centuries, entitled Chu-fan-chi
Oriental Press, Amsterdam, 1966. Hal.60-67.
8
 
Ma Huan, Ying-yai Sheng-lan “The Overall Survey of the Ocean’s Shores”
(1433) terjemahan dari bahasaCina oleh Feng Ch’eng-chun, introduksi catatan dan appendiks oleh JVG.Mills, University Press,Cambridge, 1970. Hal.98-102.
9
Alfred Wallace Russel
The Malay Archipelago
Dover Publ. New York, 1962. Hal.94.
 
3

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Aditha Rachman liked this
Aditha Rachman liked this
oeoe26 liked this
Ady Riadi liked this
Hendi Yutra liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->