“Tempat apa ini?”“…”“Dasar manusia aneh. Ditanya bukannya menjawab. Hanya Diam. Duniasemakin lama semakin aneh. Yang waras dikatakan gila. Yang gila dikatakan waras.Dunia
edan!
”Ia terus berjalan lagi dari satu gedung ke gedung yang lain ditengah taman itu.Semua gedung disitu berwarna putih bersih.“Oh, saya yakin ini pasti akan menjawab pertanyaan saya.”“Hei, tempat apa ini?”“Ini hotel bodoh!”“Hotel katamu? Tak kau lihatkah tempat ini? Tak kau lihat gedung-gedungitu? Tak pernahkah kau ke hotel atau hanya melihatnya? Ini bukan hotel! Tempat apaini?”“Hotel bodoh! Ini hotel dan tetap hotel. Kalau kau tidak percaya kenapa kau bertanya?”“Dasar gila.”“Kau yang gila.”“Kau yang gila.”“Awas kau orang gila. Kubunuh kau dengan pistolku ini!”“Ha,ha,ha…Dasar gila. Pistol mainan kau bilang mau membunuhku? Tembak!Cepat tembak! Kenapa? Tak adakah peluru dalam pistol mu itu?”“Tunggu kau. Kubunuh kau!”“Bunuh! Bunuh kalau kau bisa. Dasar gila!”“Awas kau. Pergi! Pergi kau orang gila!”“Ada apa ini? Kenapa aku merasa aneh dengan semua ini. Apa aku adadidunia fatamorgana? Tak ada yang dapat ku tanya. Dengan orang-orang aneh ini?Semua yang ada disini? Tidak! Aku tidak mau! Setidaknya aku sudah cukupdikatakan gila dan dungu dengan orang-orang gila itu.“Apa! Tidddaaak!” Laki-laki itu terbangun dari tidurnya dengan kaki dantangan terikat di tempat tidur.“Toolooonggg! Apa-apaan ini! Lepaskan aku! Aku tidak…”“sss”“Dok, sebaiknya kita tambah dosis dalam obat berikutnya kepada pasien ini.Saya takut nanti dia lepas dan mengamuk.”“Tidak apa-apa. Saya sudah berikan dosis penenang untuk syarafnya. Diasangat tertekan sepertinya. Butuh waktu yang sangat lama untuk sembuh.”“Tetapi saya ragu dok.”“Saya mengerti akan hal itu. Meskipun dapat sembuh, tapi itu butuh waktu.Dan itu tidak sebentar. Itu juga harus didampingi oleh orang-orang terdekatnya.Apakah Ibu Dewi pernah mengunjungi Bapak ini sebelumnya?”“Tidak pernah Dok. Semenjak Ibu Dewi mengantarkan Pak Kresno ke tempatini, dia tidak pernah sekalipun mengunjungi Pak Kresno. Cukup mengantarkankeperluan dan biaya yang diperlukan. Setelah itu pulang. Begitu seterusnya.”“Kamu tahu kenapa Pak Kresno seperti ini?”“Yang pastinya saya kurang tahu Dok. Tetapi kata Ibu Dewi, Pak Kresnosampai seperti ini akibat ia mengkonsumsi pil penenang tanpa anjuran dari dokter.”“Apakah benar seperti itu, Dewi?”“Setahu saya itu Dok. Tetapi hasil pemeriksaan minggu lalu belum saya lihat.”“Baiklah kalau begitu. Oh ya, apakah kamu punya data-data Pak Kresno?”“Saya punya Dok, ada di lemari arsip.”
Leave a Comment