Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Narasi Gebyak Banteng a 2008

Narasi Gebyak Banteng a 2008

Ratings: (0)|Views: 1,386|Likes:
Published by ANak WARung
Narasi Gebyak Banteng Nuswantara 2008
*) Ki Demang Saka Wetan SHB

1. Kesenian Bantengan.
Kesenian Bantengan, yang berkembang dimasyarakat saat ini, sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia umumnya, dan khususnya Jawa Timur dari sejak duhulu kala. Akan tetapi kesenian tersebut sempat beberapa dekade terakhir mengalami kepudaran, sehingga kesenian ini hanya ada di beberapa tempat saja. Oleh karenanya kesenian ini membutuhkan perhatian yang serius dari berbagai lini masyarakat, yan
Narasi Gebyak Banteng Nuswantara 2008
*) Ki Demang Saka Wetan SHB

1. Kesenian Bantengan.
Kesenian Bantengan, yang berkembang dimasyarakat saat ini, sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia umumnya, dan khususnya Jawa Timur dari sejak duhulu kala. Akan tetapi kesenian tersebut sempat beberapa dekade terakhir mengalami kepudaran, sehingga kesenian ini hanya ada di beberapa tempat saja. Oleh karenanya kesenian ini membutuhkan perhatian yang serius dari berbagai lini masyarakat, yan

More info:

Published by: ANak WARung on Nov 24, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/09/2013

pdf

text

original

 
Narasi Gebyak Banteng Nuswantara 2008
*) Ki Demang Saka Wetan
SHB
1.
Kesenian Bantengan.
Kesenian Bantengan, yang berkembang dimasyarakat saat ini, sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia umumnya, dankhususnya Jawa Timur dari sejak duhulu kala. Akan tetapi kesenian tersebut sempat beberapa dekade terakhir mengalami kepudaran,sehingga kesenian ini hanya ada di beberapa tempat saja. Oleh karenanya kesenian ini membutuhkan perhatian yang serius dari berbagai linimasyarakat, yang berkepentingan untuk ikut bertanggung-jawab. Dengan adanya
Gebyak Banteng Nuswantara
 
2008
, diharapkan sebagai jembatan membangun kembali Kesenian tersebut untuk mampu menjadi
bargening possesion
karakteristik masyarakat diantara himpitankebudayaan asing.Perkembangan kesenian Bantengan yang terjadi di masyarakat Jawa Timur kususnya, berkembang dimasyarakat pedesaan dankelompok Pencak silat, sesuai dengan kepentingan dan fungsinya masing-masing. Sifat- sifat ini yang disebut dengan fungsi Eksternal danInternal kebudayaan Bantengan.
Fungsi Ekternal
, yaitu fungsi kesenian Bantengan pada masyarakat awam atau pada umumnya sebagai bagian dari kesenian daerahatau tontonan kesenian kebudayaan daerah setempat. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada kegiatan-kegiatan besar daerah atau Negara,antara lain :1. Perayaan hari kemerdekaan 17 Agustus2. Gebyak Banteng pada tahun baru jawa, yang lebih dikenal dengan suran3. Untuk mengarak acara panghargian atau selamatan, yaitu : Selamatan desa, khitan, nikah, panen, tanam tuwuh ( menaburbibit tanaman ), dsb
 
Fungsi internal
, yaitu fungsi kesenian Bantengan pada masyarakat tertentu, yang memang mengembangkan kesenian tersebut.Fungsi ini biasanya bersifat hiologis spiritual kesenian budaya daerah setempat. Kegiatan ini biasanya ada beberapa bagian penting yangharus dilakukan kelompok kesenian Bantengan tersebut , yaitu antara lain :1. Selamatan kesenian Bantengan pada hari-hari tertentu2. Upacara pembuatan kepala banteng3. Upacara pengisian spirit spiritualisasi pada alat kesenian banteng, khususnya pada kepala kesenian banteng4. Penyempurnaan alat kesenian Bantengan, yang dianggap sudah tidak bisa digunakan lagi untuk acara-acara gebyak Bantengan(biasanya ini dilakukan dengan larungan atau pembakaran, sesuai dengan tata cara daerah setempat)Kegiatan kesenian bantengan biasanya didukung oleh beberapa ornament pendukung, diantaranya:
1.
Tanduk (banteng, kerbau, sapi, dll)
2.
Kepala banteng yang terbuat dari kayu ( waru, dadap, miri, nangka, loh, kembang, dll)
3.
Klontong (alat bunyi di leher)
4.
Keranjang penjalin, sebagai badan (pada daerah tertentu yang menggunakan)
5.
Kain hitam sebagai badan penyambung kepala dan kaki belakang6.Gongseng kaki
7.
Pendekar pengendali kepala bantengan (menggunakan tali tampar)
8.
Jidor, gamelan, pengerawit, dan sinden9.Sesepuh, pamong, dan pendekar10. Berbagai macam alat dan kelengkapan yang diperlukan.
 
2.
Sejarah Kesenian Bantengan
Perkembangan kesenian Bantengan tidak terjadi pada jaman-jaman sekarang ini, melainkan sudah ada sejak Jaman Jenggala,Kahuripan, Gajahyana, bahkan abad-abad sebelumnya. Jika kita menimbang beberapa tulisan skrip para pujangga baik itu yang tertulis diprasasti maupun skrip layang- lontar, maka kita dapat berpedoman sebagaimana acuan kita berkesenian bantengan ini khususnya. Yangdiantaranya : 
Layang
I.
DANUR WEDA ( TATA KENEGARAAN )
NGANGEKSO SIGUNGGUNG AMEKSO DWI JATI TRANATA TRACECEP PURIDHO NGEKSO RONO AGENG SIGUNGGUNG HAMUNG AGUNGENG SRIWANANDARASARANG KARANG ANGGANA SINARA ARANA WEGYA JORO ANGULIH REKSO HANGAKSANENG MUDYAWAREK ANOM NGAREH RUNO ING HAMBEKSO
 “Jika kita mau memperhatikan (mempelajari) sifat sejatinya bantengJangan hanya engkau mengagumi sifat yang dimiliki binatang tersebutBanteng sebenarnya punya watak keagungan yang berwibawa bagi kehidupanKeagungan banteng difungsikan sebagai simbolis manusia dengan alam sekitarOleh karenanya sumber kemakmuran tidak luput dari siapa yang memimpinJika sang pemimpin mampu memiliki sifat ini, bisa dibayangkan negeri ini” 
Layang atau tulisan ini tertulis di lontar pada Jaman Kahuripan - Kurawan - Kediri Abad II – III M

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Novita Sari liked this
Mudayani Yani liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->