Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
98Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Petrologi Batuan

Petrologi Batuan

Ratings:

1.0

(1)
|Views: 4,130 |Likes:
Published by Delio Manuel
Delio Manuel
Delio Manuel

More info:

Published by: Delio Manuel on Nov 24, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/27/2013

pdf

text

original

 
Posted August 14, 2009Filed under:Catatan Kuliah|
I. Pengertian
Batuan Sedimen adalah batuan yang paling banyak tersingkap di permukaan bumi, kurang lebih75 % dari luas permukaan bumi, sedangkan batuan beku dan metamorf hanya tersingkapsekitar 25 % dari luas permukaan bumi. Oleh karena itu, batuan sediment mempunyai arti yang sangat penting, karena sebagian besar aktivitas manusia terdapat di permukaan bumi. Fosil dapat puladijumpai pada batua sediment dan mempunyaiarti penting dalam menentukan umur batuan danlingkungan pengendapan.Batuan Sedimen adalah batuan yang terbentuk karena proses diagnesis dari material batuan lainyang sudah mengalami sedimentasi. Sedimentasi ini meliputi proses pelapukan, erosi,transportasi, dan deposisi. Proses pelapukan yang terjadi dapat berupa pelapukan fisik maupunkimia. Proses erosidan transportasi dilakukan oleh media air dan angin. Proses deposisi dapatterjadi jika energi transport sudah tidak mampu mengangkut partikel tersebut.
II.A. Proses Pembentukkan Batuan Sedimen
Batuan sedimen terbentuk dari batuan-batuan yang telah ada sebelumnya oleh kekuatan-kekuatanyaitu pelapukan, gaya-gaya air, pengikisan-pengikisan angina angina serta proses litifikasi,diagnesis, dan transportasi, maka batuan ini terendapkan di tempat-tempat yang relatif lebihrendah letaknya, misalnya: di laut, samudera, ataupun danau-danau. Mula-mula sediment
 
merupakan batuan-batuan lunak,akan tetapi karean proses diagnosi sehingga batuan-batuan lunak tadi akan menjadi keras.Proses diagnesis adalah proses yang menyebabkan perubahan pada sediment selamaterpendamkan dan terlitifikasikan, sedangkan litifikasi adalah proses perubahan materialsediment menjadi batuan sediment yang kompak. Proses diagnesis ini dapat merupakankompaksi yaitu pemadatan karena tekanan lapisan di atas atau proses sedimentasi yaitu perekatan bahan-bahan lepas tadi menjadi batuan keras oleh larutan-larutan kimia misalnya larutan kapur atau silisium. Sebagian batuan sedimen terbentuk di dalam samudera. Bebrapa zat ini mengendapsecara langsung oleh reaksi-reaksi kimia misalnya garam (CaSO
4
.nH
2
O). adapula yangdiendapkan dengan pertolongan jasad-jasad, baik tumbuhan maupun hewan.Batuan endapan yang langsung dibentuk secara kimia ataupun organik mempunyai satu sifatyang sama yaitu pembentukkan dari larutan-larutan. Disamping sedimen-sedimen di atas,adapula sejenis batuan sejenis batuan endapan yang sebagian besar mengandung bahan-bahantidak larut, misalnya endapan puing pada lereng pegunungan-pegunungan sebagai hasil penghancuran batuan-batuan yang diserang oleh pelapukan, penyinaran matahari, ataupunkikisan angin. Batuan yang demikian disebut eluvium dan alluvium jika dihanyutkan oleh air,sifat utama dari batuan sedimen adalah berlapis-lapisdan pada awalnya diendapkan secaramendatar.Lapisan-lapisan ini tebalnya berbeda-beda dari beberapa centimeter sampai beberapa meter. Didekat muara sungai endapan-endapan itu pada umunya tebal, sedang semakin maju ke arah lautendapan-endapan ini akan menjadi tipis(membaji) dan akhirnya hilang. Di dekat pantai,endapan-endapan itu biasanya merupakan butir-butir besar sedangkan ke arah laut kita temukan butir yang lebih halus lagi.ternyata lapisan-lapisan dalam sedimen itu disebabkan oleh beda butir  batuan yang diendapkan. Biasanya di dekat pantai akan ditemukan batupasir, lebih ke arah laut batupasir ini berganti dengan batulempung, dan lebih dalam lagi terjadi pembentukkan batugamping(Katili dan Marks).II.B.1 Transportasi dan Deposisia) Transportasi dan deposisi partikel oleh fluidaPada transportasi oleh partikel fluida, partikel dan fluida akan bergerak secara bersama-sama.Sifat fisik yang berpengaruh terutama adalah densitas dan viskositas air lebih besar daripadaangina sehingga air lebih mampu mengangkut partikel yang mengangkut partikel lebih besar daripada yang dapat diangkut angina. Viskositas adalah kemampuan fluida untuk mengalir. Jikaviskositas rendah maka kecepatan mengalirnya akan rendah dan sebaliknya. Viskositas yangkecepatan mewngalirnyabesar merupakan viskositas yang tinngi. b) Transportasi dan deposisi partikeloleh
 sediment gravity flow
Pada transportasi ini partikel sediment tertransport langsung oleh pengaruh gravitasi, disinimaterial akan bergerak lebih dulu baru kemudian medianya. Jadi disini partikel bergerak tanpa batuan fluida, partikel sedimen akan bergerak karena terjadi perubahan energi potensial gravitasi
 
menjadi energi kinetik. Yang termasuk dalam sediment gravity flow antara lain adalah debrisflow, grain flow dan arus turbid. Deposisi sediment oleh gravity flow akan menghasilkan produk yang berbeda dengan deposisi sediment oleh fluida flow karena pada gravity flow transportasidan deposisi terjadi dengan cepat sekali akibat pengaruh gravitasi. Batuan sedimen yangdihasilkan oleh proses ini umumnya akan mempunyai sortasi yang buruk dan memperlihatkanstruktur deformasi.Berbagai penggolongan dan penamaan batuan sedimen dan penamaan batuan sedimen telahditemukan oleh para ahli, baik berdasarkan genetic maupun deskrritif. Secara genetic dapatdisimpulkan dua golongan (Pettijohn,1975 dan W.T.Huang,1962)
1.Batuan sediment Klasti
Terbentuknya dari pengendepan kembali denritus atau perencanaan batuan asal. Batuan asaldapat berupa batuan beku, batuan sedimnen dan batuan metamorf. Dalam pembentukkan batuansedimen klastik ini mengalami diagnesa yaitu perubahan yang berlangsung pada temperatur rendah di dalam suatu sediment selama dan sesudah litifikasi.Tersusun olek klastika-klastika yang terjadi karena proses pengendapan secara mekanis dan banyak dijumpai allogenic minerals. Allogenic minerals adalah mineral yang tidak terbentuk  pada lingkungan sedimentasi atau pada saat sedimentasi terjadi. Mineral ini berasal dari batuanasal yang telah mengalami transportasi dan kemudian terendapkan pada lingkungan sedimentasi.Pada umumnya berupa mineral yang mempunyai resistensi tinggi. Contohnya: kuarsa, bioptite,hornblende, plagioklas dan garnet.Adapun beberapa proses yang terjadi dalam diagnase, yaitu :
§ KompaksiKompaksi terjadi jika adanya tekanan akibat penambahan beban.
§ AnthigenesisMineral baru terbentuk dalam lingkungan diagnetik, sehingga adanya mineral tersebutmerupakan partikel baru dalam suatu sedimen. Mineral autigenik ini yang umum diketahuisebagai berikut: karbonat, silika, klastika, illite, gypsum dan lain-lain..
§ MetasomatismeMetasomatisme yaitu pergantian mineral sedimen oleh berbagai mineral autigenik, tanpa pengurangan volume asal. Contoh : dolomitiasi, sehingga dapat merusak bentuk suatu batuankarbonat atau fosil.
§ Rekristalisasi

Activity (98)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Zustila liked this
abraopereira liked this
Kurniawan Akbar liked this
Sodikin Aki liked this
Sodikin Aki liked this
Septi Karina liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->