Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
54Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Askep Gagal Jantung Kongestif8m

Askep Gagal Jantung Kongestif8m

Ratings: (0)|Views: 7,726|Likes:
Published by muhammad ariyanto

More info:

Published by: muhammad ariyanto on Nov 24, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/04/2013

pdf

text

original

 
Sumber : http://stikep.blogspot.comDesign by Defa Arisandi, A.Md.Kep
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGANGAGAL JANTUNG KONGESTIF (CHF)DISUSUNOLEH:D E F A A R I S A N D I, A.Md.KepSEKOLAH TINGGI ILMU KEPERAWATAN MUHAMMADIYAHPONTIANAK 2008
 
Sumber : http://stikep.blogspot.comDesign by Defa Arisandi, A.Md.Kep
Pengertian
Gagal jantung adalah keadaan patofisiologik dimana jantung sebagai pompa tidak mampumemenuhi kebutuhan darah untuk metabolisme jaringan. Ciri-ciri yang penting daridefenisi ini adalah pertama defenisi gagal adalah relatif terhadap kebtuhan metabolictubuh, kedua penekanan arti gagal ditujukan pada fungsi pompa jantung secarakeseluruhan. Istilah gagal miokardium ditujukan spesifik pada fungsi miokardium ; gagalmiokardium umumnya mengakibatkan gagal jantung, tetapi mekanisme kompensatorik sirkulai dapat menunda atau bahkan mencegah perkembangan menjadi gagal jantungdalam fungsi pompanya.Istilah gagal sirkulasi lebih bersifat umum dari pada gagal jantung. Gagal sirkulasimenunjukkan ketidakmampuan dari sistem kardiovaskuler untuk melakukan perfusi jaringan dengan memadai. Defenisi ini mencakup segal kelainan dari sirkulasi yangmengakibatkan perfusi jaringan yang tidak memadai, termasuk perubahan dalam volumedarah, tonus vaskuler dan jantung. Gagal jantung kongetif adlah keadaan dimana terjadi bendungan sirkulasi akibat gagal jantung dan mekanisme kompenstoriknya. Gagal jantung kongestif perlu dibedakan dengan istilah yang lebih umum yaitu. Gagal sirkulasi,yang hanya berarti kelebihan bebabn sirkulasi akibat bertambahnya volume darah padagagal jantung atau sebab-sebab diluar jantung, seperti transfusi yang berlebihan atauanuria.
Etiologi dan Patofisiologi
Gagal jantung adalah komplikasi yang paling sering dari segala jenis penyakit jantungkongestif maupun didapat. Mekanisme fisiologis yang menyebabkan gagal jantungmencakup keadaan-keadaan yang meningkatkan beban awal, beban akhir ataumenurunkan kontraktilitas miokardium. Keadaan-keadaan yang meningkatkan bebanawal meliputi : regurgitasi aorta dan cacat septum ventrikel. Dan beban akhir meningkat pada keadaan dimana terjadi stenosis aorta dan hipertensi sistemik. Kontraktilitasmiokardium dapat menurun pada imfark miokardium dan kardiomiopati.Faktor-fktor yang dapat memicu perkembangan gagal jantung melalui penekananasirkulasi yang mendadak dapat berupa : aritmia, infeksi sistemik dan infeksi paru-parudan emboli paru-paru. Pennganan yang efektif terhadap gagal jantung membutuhkan pengenalan dan penanganan tidak saja terhadap mekanisme fisiologis dan penykit yangmendasarinya, tetapi juga terhadap faktor-faktor yang memicu terjadinya gagal jantung.
Patofisiologi
Kelainan intrinsik pada kontraktilitas miokardium yang khas pada gagal jantung akibat penyakit jantung iskemik, mengganggu kemampuan pengosongan ventrikel yang efektif.Kontraktilitas ventrikel kiri yang menurun mengurangi curah sekuncup danmeningkatkan volume residu ventrikel.
 
Sumber : http://stikep.blogspot.comDesign by Defa Arisandi, A.Md.Kep
Tekanan rteri paru-paru dapat meningkat sebagai respon terhadap peningkatan kronistekanan vena paru. Hipertensi pulmonary meningkatkan tahanan terhadap ejeksi ventrikelkanan. Serentetan kejadian seprti yang terjadi pada jantung kiri, juga akan terjadi pada jantung kanan, dimana akhirnya akan terjdi kongesti sistemik dan edema.Perkembangan dari kongesti sistemik atau paru-paru dan edema dapat dieksaserbasi olehregurgitasi fungsional dan katub-katub trikuspidalis atau mitralis bergantian. Regurgitasifungsional dapat disebabkan oleh dilatasi dari annulus katub atrioventrikularis atau perubahan-perubahan pada orientasi otot papilaris dan kordatendinae yang terjadisekunder akibat dilatasi ruang.Sebagai respon terhadap gagal jantung ada tiga meknisme primer yang dapat dilihat;meningkatnya aktifitas adrenergik simpatik, meningkatnya beban awal akibat aktivasiistem rennin-angiotensin-aldosteron dan hipertrofi ventrikel. Ketiga respon inimencerminkan usaha untuk mempertahankan curh jantung. Meknisme-meknisme inimungkin memadai untuk mempertahnkan curah jantung pada tingkat normal atau hampir normal pada gagal jantung dini, pada keadaan istirahat. Tetapi kelainan pad kerj ventrikeldan menurunnya curah jantung biasanya tampak pada keadaan berktivitas. Dengn berlanjutny gagal jantung maka kompensasi akan menjadi semakin luring efektif.
Penanganan
Gagal jantung ditngani dengan tindakan umum untuk mengurangi beban kerja jantungdan manipulasi selektif terhadap ketiga penentu utama dari fungsi miokardium, baik secar sendiri-sendiri maupun gabungan dari : beban awal, kontraktilitas dan bebanakhir.Penanganan biasanya dimulai ketika gejala-gejala timbul pad saat beraktivitas biasa. Rejimen penanganan secar progresif ditingkatkan sampai mencapai respon klinik yang diinginkan. Eksaserbasi akut dari gagal jantung atau perkembangan menuju gagal jantung yang berat dapat menjadi alasan untuk dirawat dirumah sakit atau mendapat penanganan yang lebih agresif .Pembatasan aktivitas fisik yang ketat merupakan tindakan awal yang sederhan namunsangat tepat dalam pennganan gagal jantung. Tetapi harus diperhatikan jngn sampaimemaksakan lrngan yng tak perlu untuk menghindari kelemahan otot-otot rangka. Kinitelah dikethui bahwa kelemahan otot rangka dapat meningkatkan intoleransi terhadaplatihan fisik. Tirah baring dan aktifitas yang terbatas juga dapat menyebabkanflebotrombosis. Pemberian antikoagulansia mungkin diperlukan pad pembatasan aktifitasyang ketat untuk mengendalikan gejala.
Pemeriksaan Diagnostik 
1. EKG : Hipertrofi atrial atau ventrikuler, penyimpangan aksis, iskemia san kerusakan pola mungkin terlihat. Disritmia mis : takhikardi, fibrilasi atrial. Kenaikan segmen ST/T persisten 6 minggu atau lebih setelah imfark miokard menunjukkan adanya aneurimeventricular.

Activity (54)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Fefhe liked this
Irvan Chrisdian liked this
Gustan Ariadi liked this
Mars Sholhah liked this
Aries Pratama liked this
missuu_ol7767 liked this
Arif Cak liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->