Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Siapakah Iblis Laknatullah & Syethan ?

Siapakah Iblis Laknatullah & Syethan ?

Ratings:

4.67

(3)
|Views: 1,424 |Likes:
Published by Ferdian Zaman
Baik syetan atau iblis termasuk jenis makhluk halus, bangsa rohani yang tidak dapat dilihat kecuali atas izin Allah seperti para rasul, oleh sebab itu dia dapat memasuki diri manusia dari seluruh perjalanan darahnya, kecuali hati nurani manusia tempat bersimpuhnya iman yang tidak dapat dimasuki. "Sesungguhnya syetan itu berjalan dalam diri manusia menurut perjalanan darahnya". (HR. Bukhari dan Muslim)
Baik syetan atau iblis termasuk jenis makhluk halus, bangsa rohani yang tidak dapat dilihat kecuali atas izin Allah seperti para rasul, oleh sebab itu dia dapat memasuki diri manusia dari seluruh perjalanan darahnya, kecuali hati nurani manusia tempat bersimpuhnya iman yang tidak dapat dimasuki. "Sesungguhnya syetan itu berjalan dalam diri manusia menurut perjalanan darahnya". (HR. Bukhari dan Muslim)

More info:

Published by: Ferdian Zaman on Mar 19, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/08/2014

pdf

text

original

 
1
Siapakah Iblis & Syethan ‐ http://masjid.phpbb24.com/forum/viewtopic.php?p=7647
Siapakah Iblis Laknatullah’Alaih & Syetan ?
Pengertian syetan secara terminologi berasal dari kata "Syaithona" artinya jauh dari yang hak, siapa sajayang dirinya jauh dari yang hak atau kebenaran maka dinamakan syetan. Sedangkan kata iblis berasaldari "Ablasa" artinya tidak punya kebaikan, siapa saja yang tidak berbuat kebaikan atau selalu berbuat jahatdinamakan iblis walaupun wujudnya manusia atau hewan.Baik syetan atau iblis termasuk jenis makhluk halus, bangsa rohani yang tidak dapat dilihat kecuali atas izinAllah seperti para rasul, oleh sebab itu dia dapat memasuki diri manusia dari seluruh perjalanan darahnya,kecuali hati nurani manusia tempat bersimpuhnya iman yang tidak dapat dimasuki. "Sesungguhnya syetan ituberjalan dalam diri manusia menurut perjalanan darahnya". (HR. Bukhari dan Muslim)Dalam satu riwayat dikatakan bahwa iblis adalah raja dan syetan adalah tentaranya. "Dari Abu Musa iaberkata: Apabila berpagi iblis menyebarkan tentaranya dimuka bumi dan ia berkata: "Barangsiapa dapatmenyesatkan seorang muslim, maka aku akan pakaikan dia mahkota". (HR.Ibnu Jauzi).Ibnu Katsir rahimahullahu berkata: “Iblis mengkhianati asal penciptaannya, karena dia sesungguhnyadiciptakan dari nyala api, sedangkan asal penciptaan malaikat adalah dari cahaya. Maka Allah Subhanahu waTa'ala mengingatkan di sini bahwa Iblis berasal dari kalangan jin, dalam arti dia diciptakan dari api. Al-HasanAl-Bashri berkata: ‘Iblis tidak termasuk malaikat sedikitpun. Iblis merupakan asal mula jin, sebagaimanaAdam sebagai asal mula manusia’.” (Tafsir Al-Qur`anul ’Azhim, 3/94)Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullahu mengatakan: “Iblis adalah abul jin (bapak para jin).” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 406 dan 793)Sedangkan setan, mereka adalah kalangan jin yang durhaka. Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullahupernah ditanya tentang perbedaan jin dan setan, beliau menjawab: “Jin itu meliputi setan, namun ada jugayang shalih. Setan diciptakan untuk memalingkan manusia dan menyesatkannya. Adapun yang shalih, merekaberpegang teguh dengan agamanya, memiliki masjid-masjid dan melakukan shalat sebatas yang merekaketahui ilmunya. Hanya saja mayoritas mereka itu bodoh.” (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)
 Siapakah Iblis?
Terjadi perbedaan pendapat dalam hal asal-usul iblis, apakah berasal dari malaikat atau dari jin.Pendapat pertama menyatakan bahwa iblis berasal dari jenis jin. Ini adalah pendapat Al-Hasan Al-Bashrirahimahullahu. Beliau menyatakan: “Iblis tidak pernah menjadi golongan malaikat sekejap matapun sama sekali. Dan dia benar-benar asal-usul jin, sebagaimana Adam adalah asal-usul manusia.” (Diriwayatkan Ibnu Jarir dalam tafsir surat Al-Kahfi ayat 50, dan dishahihkan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya)Pendapat ini pula yang tampaknya dikuatkan oleh Ibnu Katsir, Al-Jashshash dalam kitabnya Ahkamul Qur‘an(3/215), dan Asy-Syinqithi dalam kitabnya Adhwa`ul Bayan (4/120). Penjelasan tentang dalil pendapat inibeliau sebutkan dalam kitab tersebut. Secara ringkas, dapat disebutkan sebagai berikut:1. Kema’shuman malaikat dari perbuatan kufur yang dilakukan iblis, sebagaimana firman Allah:
 
َﻻ َﻥْﻮُ ﺼْ ﻌَ ﻳ َﷲﺍ ﺎَ ﻣ ْﻢُ ﻫَﺮَ ﻣَﺃ َﻥْﻮُ ﻠَ ﻌْ ﻔَ ﻳَﻭ ﺎَ ﻣ َﻥْﻭُﺮَ ﻣْﺆُ ﻳ
 “…yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalumengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim: 6)
 
َﻻ ُ ﻪَ ﻧْﻮُ ﻘِ ﺒْ ﺴَ ﻳ ِﻝْﻮَ ﻘْ ﻟﺎِ ﺑ ْﻢُ ﻫَﻭ ِﻩِﺮْ ﻣَﺄِ ﺑ َﻥْﻮُ ﻠَ ﻤْ ﻌَ ﻳ
 
2
Siapakah Iblis & Syethan ‐ http://masjid.phpbb24.com/forum/viewtopic.php?p=7647
 “Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan, dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.” (Al-Anbiya`: 27)2. Dzahir surat Al-Kahfi ayat 50
 
ْﺫِﺇَﻭ ﺎَ ﻨْ ﻠُ ﻗ ِ ﺔَ ﻜِ ﺋَﻼَ ﻤْ ﻠِ ﻟ ﺍﻭُﺪُ ﺠْ ﺳﺍ َﻡَﺩﻵ ﺍﻭُﺪَ ﺠَ ﺴَ ﻓ ﻻِﺇ َﺲْ ﻴِ ﻠْ ﺑِﺇ َﻥﺎَ ﻛ َﻦِ ﻣ ﻦِ ﺠْ ﻟﺍ َﻖَ ﺴَ ﻔَ ﻓ ْﻦَ ﻋ ِﺮْ ﻣَﺃ ِ ﻪﱢ ﺑَﺭ
 “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam’, maka sujudlahmereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, lalu ia mendurhakai perintah Rabbnya.” Allah menegaskan dalam ayat ini bahwa iblis dari jin, dan jin bukanlah malaikat. Ulama yang memegangpendapat ini menyatakan: “Ini adalah nash Al-Qur`an yang tegas dalam masalah yang diperselisihkan ini.” Beliau juga menyatakan: “Dan hujjah yang paling kuat dalam masalah ini adalah hujjah mereka yangberpendapat bahwa iblis bukan dari malaikat.” Adapun pendapat kedua yang menyatakan bahwa iblis dari malaikat, menurut Al-Qurthubi, adalah pendapat jumhur ulama termasuk Ibnu ‘Abbas radhiallahu 'anhuma. Alasannya adalah firman Allah:
 
ْﺫِﺇَﻭ ﺎَ ﻨْ ﻠُ ﻗ ِ ﺔَ ﻜِ ﺋَﻼَ ﻤْ ﻠِ ﻟ ﺍﻭُﺪُ ﺠْ ﺳﺍ َﻡَﺩﻵ ﺍﻭُﺪَ ﺠَ ﺴَ ﻓ ﻻِﺇ َﺲْ ﻴِ ﻠْ ﺑِﺇ ﻰَ ﺑَﺃ َﺮَ ﺒْ ﻜَ ﺘْ ﺳﺍَﻭ َﻥﺎَ ﻛَﻭ َﻦِ ﻣ َﻦْ ﻳِﺮِ ﻓﺎَ ﻜْ ﻟﺍ
 “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam,’ maka sujudlahmereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (Al-Baqarah: 34)Juga ada alasan-alasan lain berupa beberapa riwayat Israiliyat.Pendapat yang kuat adalah pendapat yang pertama, insya Allah, karena kuatnya dalil mereka dari ayat-ayatyang jelas.Adapun alasan pendapat kedua (yakni surat Al-Baqarah ayat 34), sebenarnya ayat tersebut tidakmenunjukkan bahwa iblis dari malaikat. Karena susunan kalimat tersebut adalah susunan istitsna` munqathi’ (yaitu yang dikecualikan tidaklah termasuk jenis yang disebutkan).Adapun cerita-cerita asal-usul iblis, itu adalah cerita Israiliyat. Ibnu Katsir menyatakan: “Dan dalam masalahini (asal-usul iblis), banyak yang diriwayatkan dari ulama salaf. Namun mayoritasnya adalah Israiliyat (cerita-cerita dari Bani Israil) yang (sesungguhnya) dinukilkan untuk dikaji –wallahu a’lam–,Allah lebih tahu tentang keadaan mayoritas cerita itu. Dan di antaranya ada yang dipastikan dusta, karenamenyelisihi kebenaran yang ada di tangan kita. Dan apa yang ada di dalam Al-Qur`an sudah memadai dariyang selainnya dari berita-berita itu.” (Tafsir Ibnu Katsir, 3/94)Asy-Syinqithi menyatakan: “Apa yang disebutkan para ahli tafsir dari sekelompok ulama salaf, seperti Ibnu ‘Abbas dan selainnya, bahwa dahulu iblis termasuk pembesar malaikat, penjaga surga, mengurusi urusandunia, dan namanya adalah ‘Azazil, ini semua adalah cerita Israiliyat yang tidak bisa dijadikan landasan.” (Adhwa`ul Bayan, 4/120-121)
 Siapakah Setan?
Setan atau Syaithan (
ٌﻥﺎَ ﻄْ ﻴَ ﺷ
) dalam bahasa Arab diambil dari kata (
َﻦَ ﻄَ ﺷ
) yang berarti jauh. Ada pulayang mengatakan bahwa itu dari kata (
َ ﻁﺎَ ﺷ
) yang berarti terbakar atau batal. Pendapat yang pertama lebih
 
3
Siapakah Iblis & Syethan ‐ http://masjid.phpbb24.com/forum/viewtopic.php?p=7647
kuat menurut Ibnu Jarir dan Ibnu Katsir, sehingga kata Syaithan artinya yang jauh dari kebenaran atau darirahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala(Al-Misbahul Munir, hal. 313).Ibnu Jarir menyatakan, syaithan dalam bahasa Arab adalah setiap yang durhaka dari jin, manusia atau hewan,atau dari segala sesuatu.Demikianlah Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
 
َﻚِ ﻟَﺬَ ﻛَﻭ ﺎَ ﻨْ ﻠَ ﻌَ ﺟ ﻞُ ﻜِ ﻟ ﻲِ ﺒَ ﻧ ﺍﻭُﺪَ ﻋ َﻦْ ﻴِ ﻃﺎَ ﻴَ ﺷ ِﺲْ ﻧِﻹْﺍ ﻦِ ﺠْ ﻟﺍَﻭ ﻲِ ﺣْﻮُ ﻳ ْﻢُ ﻬُ ﻀْ ﻌَ ﺑ ﻰَ ﻟِﺇ ٍﺾْ ﻌَ ﺑ َﻑُﺮْ ﺧُﺯ ِﻝْﻮَ ﻘْﻟﺍ ﺍًﺭْﻭُﺮُ ﻏ
 “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (Al-An’am: 112)(Dalam ayat ini) Allah menjadikan setan dari jenis manusia, seperti halnya setan dari jenis jin. Dan hanyalahsetiap yang durhaka disebut setan, karena akhlak dan perbuatannya menyelisihi akhlak dan perbuatanmakhluk yang sejenisnya, dan karena jauhnya dari kebaikan. (Tafsir Ibnu Jarir, 1/49)Ibnu Katsir menyatakan bahwa syaithan adalah semua yang keluar dari tabiat jenisnya dengan kejelekan(Tafsir Ibnu Katsir, 2/127). Lihat juga Al-Qamus Al-Muhith (hal. 1071).Yang mendukung pendapat ini adalah surat Al-An’am ayat 112:
 
َﻚِ ﻟَﺬَ ﻛَﻭ ﺎَ ﻨْ ﻠَ ﻌَ ﺟ ﻞُ ﻜِ ﻟ ﻲِ ﺒَ ﻧ ﺍﻭُﺪَ ﻋ َﻦْ ﻴِ ﻃﺎَ ﻴَ ﺷ ِﺲْ ﻧِﻹْﺍ ﻦِ ﺠْ ﻟﺍَﻭ ﻲِ ﺣْﻮُ ﻳ ْﻢُ ﻬُ ﻀْ ﻌَ ﺑ ﻰَ ﻟِﺇ ٍﺾْ ﻌَ ﺑ َﻑُﺮْ ﺧُﺯ ِﻝْﻮَ ﻘْﻟﺍ ﺍًﺭْﻭُﺮُ ﻏ
 “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (Al-An’am: 112)Al-Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Dzar radhiallahu 'anhu, ia berkata: Aku datang kepada NabiShallallahu 'alaihi wa sallam dan beliau berada di masjid. Akupun duduk. Dan beliau menyatakan: “Wahai AbuDzar apakah kamu sudah shalat?” Aku jawab: “Belum.” Beliau mengatakan: “Bangkit dan shalatlah.” Akupunbangkit dan shalat, lalu aku duduk. Beliau berkata: “Wahai Abu Dzar, berlindunglah kepada Allah darikejahatan setan manusia dan jin.” Abu Dzar berkata: “Wahai Rasulullah, apakah di kalangan manusia adasetan?” Beliau menjawab: “Ya.” Ibnu Katsir menyatakan setelah menyebutkan beberapa sanad hadits ini: “Inilah jalan-jalan hadits ini. Dansemua jalan-jalan hadits tersebut menunjukkan kuatnya hadits itu dan keshahihannya.” (Tafsir Ibnu Katsir,2/172)Yang mendukung pendapat ini juga hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam riwayat Muslim:
 
ُﺐْ ﻠَ ﻜْ ﻟﺍ ُﺩَﻮْ ﺳَﻷْﺍ ٌﻥﺎَ ﻄْﻴَ ﺷ
 “Anjing hitam adalah setan.” Ibnu Katsir menyatakan: “Maknanya –wallahu a’lam– yaitu setan dari jenis anjing.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/173)Ini adalah pendapat Qatadah, Mujahid dan yang dikuatkan oleh Ibnu Jarir, Ibnu Katsir, Asy-Syaukani dan Asy-

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
sbrehoh liked this
raizo7 liked this
Elvin Roziansyah liked this
Rashid Khalid liked this
Cece Protonic liked this
amaliksy7635 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->