Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
uco pembahasan

uco pembahasan

Ratings: (0)|Views: 753 |Likes:
Published by uco_ela

More info:

Published by: uco_ela on Nov 25, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/02/2012

pdf

text

original

 
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
Pada tanggal, 07 Desember 1975, pemerintah Indonesia dengan kekuatanmiliternya telah menginvasi dan mengklaim wilayah Timor-Leste menjadi bagiandari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini tidak diterima oleh masyarakatTimor Leste dan diperkuat oleh hukum internasional, yang hanya mengakui Timor Leste merupakan bagian administrasi dari pemerintahan Portugal. Untuk itu, secara
de jure atau y
uridis, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengakui bahwa Timor Leste adalah wilayah pemerintahan portugis hingga adanya pemberian kebebasankepada masyarakat Timor Leste untuk menentukan nasibnya sendiri. Artinya, inginmemisahkan diri dari Negara Kesatuan Republic Indonesia atau merdeka, berfederasi dengan Australia, kembali bergabung dengan Portugal atau berintegrasike Indonesia.Fakta menunjukan bahwa pemerintah Indonesia, di bawah kekuasan presiden Soeharto, telah memerintah secara
de facto
di wilayah Timor Leste selama24 tahun. Keinginan rakyat Timor Leste pada waktu itu untuk bergabung denganAustralia maupun kembali ke pemerintahan Portugis semua tidak terjadi.Masyarakat Timor Leste mayoritas hanya ingin memisahkan diri dari kekuasan pemerintah Indonesia atau ingin menetukan nasibnya sendiri (merdeka).Selama masa pendudukan Pemerintahan Indonesia di Negara Republik Demokratik Timor-Leste( RDTL), yang telah menyatakan kemerdekaan padatanggal 28 Nevember 1975 namun tetap saja disebut sebagai Propinsi Timor-Timur yang merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia
berdasarkan
1
 
undang-undang nomor 07 pada tahun 1976, tertanggal, 17 Juli 1976, yandiputuskan berintegrasi kekesatuan Republik Indonesis sebagai propinsi yang ke27.
pemerintah Indonesia berperan aktif dalam pembangunan, diberbagai bidang,salah satu sektor adalah sektor Infrastruktur yakni; membangun gedung sekolah,gedung perkantoran, serta perumahan-perumahan baik itu milik instansi pemeritahmaupun perusahan perusahan swasta, yang mana saling bekerjasama. Namundemikian tahun 1999, pada masa
pemerintahan B.J. Habibie
sebagai PresidenIndonesia pada saat itu
 
secara diplomatik menawarkan opsi kepada masyarakatTimor-Timur untuk menentukan nasib sendiri atau otonomi yang seluas-luasnyadengan jalan melakukan referedum, berdasarkan pada perjanjian 5 Mei 1999 yangdiadakan di Newyork, Amerika Serikat antara pemrintah Portugal dan pemerintahIndonesaia yang telah diprakasai oleh pereikatan bangsa-bangsa (PBB). Dimanadalam isi perjanjian tersebut mengatakan bahwa “memberikan kesempatan kepadarakyat Timor-timur untuk menentukan nasib sendiri dengan jalan melaksanakanreferendum.Maka masyarakat Timor-Timur dengan dukungan Dunia Internasionaltepatnya pada tanggal 30 Agustus 1999, masyarakat Timor-Timur melaksanakan pemilu (Referendum) tersebut atas prakrasa Dewan keamanan PerserikatanBangsa-bangsa (PBB). dalam penyelenggaraan referendum ini dimemenangkanoleh Pro-kemerdekaan dengan suara terbanyak yakni, (78,5% suara) dan pihak pro-otonomi yang mendukung pemerintah Indonesia hanya memperoleh 21,5% suara.Dengan hasil tersebut, pemerintah Indonesia telah meninggalkan propinsikesayangan Timor-Timur pada tanggal, 04 September 1999. Atas kemenanganmasyarakat Timor Leste yakni “pro-kemerdekaan”, mengakibatkan terjadinya2
 
 pembumihangusan diseluruh wilayah Timor Leste terhadap sebagian bangunan- bangunan yang dibangun oleh pemerintah Indonesia, namun masih ada sebagian bangunan-bangunan yang masih utuh berupa perumahan- perumahan atau aset lainyang berada di kota Dili dan di kota-kota lain di Timor Leste masih tampak adayang dikuasai oleh masyarakat Timor Leste pada tahun 1999 hingga saat ini.Hal ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat Timor Leste danganmenempati perumahan-perumahan peninggalan milik pemerintah Indonesiatersebut walaupun secara ilegal karena pada saat itu terjadi kevakuman hukum,untuk mengatur kepemilikan bangunan-bangunan tersebut., maka dengan hadirnya perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yakni UNTAET (United NationTransitional Administration in East Timor) bertujuan untuk membantu memulihkankembali stabilitas keamanan, kevakuman hukum dan keadaan ekonomi yang morat-marit, pemerintah transisi mengeluarkan udang-undang, salah satunya adalahRegulasi UNTAET No 1 tahun 1999 tentang pembentukan pemerintahan transisi diTimor Leste. Dalam pasal 7 yang mengatur secara khusus tentang benda bergerak dan benda tidak bergerak yang ada di Timor Leste bertujuan melindungi danmenyelamatkan aset-aset peninggalan pemerintah Indonesia yang pada suatu saatakan dikuasai oleh negara dan dijadikan menjadi milik pemerintah Timor-Lestemenurut hukum yang berlaku.Regulasi tersebut di atas ditindak lanjuti dengan Regulasi UNTAET Nomor 27 tahun 2000 untuk mempertahankan benda tidak bergerak, akan tetapi pemerintah transisi mengalami kendala karena banyak penempatan perumahan olehmasyarakat secara ilegal, baik itu perumahan pemerintah, perumahan swastamaupun perumahan masyarakat biasa. Namun selama pemerintah UNTAET3

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Aliin Tilman liked this
Aliin Tilman liked this
Aliin Tilman liked this
Aliin Tilman liked this
asshofa liked this
Cak Ku Zainul liked this
Moy Taram liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->