Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
316Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Jenis-jenis teori komunikasi

Jenis-jenis teori komunikasi

Ratings: (0)|Views: 29,209 |Likes:
Published by Andar WIdya Permana

More info:

Published by: Andar WIdya Permana on Nov 25, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/01/2013

pdf

text

original

 
TUGAS MATA KULIAHPERSPEKTIF TEORI KOMUNIKASIDosen : Ibu Umainah Wahid
 Jenis-jenis teori komunikasiBerdasarkan buku :“Teori Komunikasi”Sasa Djuarsa SenjayaPenerbit Universitas Terbuka, 2007
Andar Widya Permana55209110012UNIVERSITAS MERCU BUANAPROGRAM MAGISTER KOMUNIKASIANGKATAN VII – 2009
 
Secara umum teori-teori komunikasi dapat dibagi dalam beberapakelompok :
1.
Teori-teori umum (general theories).
Teori ini merupakanteori yang mengarah pada bagaimana menjelaskan fenomenakomunikasi (metode penjelasannya).
2.
Teori-teori fungsional dan struktural.
Ciri dan pokok pikirandari teori ini adalah: Individu dipengaruhi oleh struktur sosialatau sistem sosial dan individu bagian dari struktur. Sehinggacara pandangnya dipengaruhi struktur yang berada di luardirinya. Pendekatan ini menekankan tentang sistem sebagaistruktur yang berfungsi. Karakteristik dari pendekatan iniadalah :a.Mementingkan sinkroni (stabilitas dalam kurun waktutertentu) daripada diacrony (perubahan dalam kurunwaktu tertentu). Misalnya dalam mengamati suatufenomena menggunakan dalil-dalil yang jelas dari suatukaidah. Perubahan terjadi melalui tahapan metodologisyang telah baku.
 b.
Cenderung memusatkan perhatiannya pada akibat-akibatyang tidak diinginkan (unintended consequences)daripada hasil yang sesuai tujuan. Pendekatan ini tidakmempercayai konsep subjektivitas dan kesadaran. Fokusmereka pada faktor-faktor yang berada di luar kontrolkesadaran manusia.c.Memandang realitas sebagai sesuatu yang objektif danindependent. Oleh karena itu, pengetahuan dapatditemukan melalui metode empiris yang cermat.d.Memisahkan bahasa dan lambang dari pemikiran danobjek yanng disimbolkan dalam komunikasi. Bahasahanyalah alat untuk merepresentasikan apa yang telahada.e.Menganut prinsip the correspondence theory of truth.Menurut teori ini bahasa harus sesuai dengan realitas.Simbol-simbol harus merepresentasikan ssuatu secaraakurat.
3.
Teori-teori behavioral dan kognitif.
Teori ini berkembangdari ilmu psikologi yang memusatkan pengamatannya pada dirimanusia secara individual. Beberapa pokok pikirannya :
a.
Model stimulus-respon (S-R) yang menggambarkanproses informasi antara stimulus dan respon.
 b.
Mengutamakan analisa variabel. Analisis ini padadasarnya merupakan upaya mengidentifikasi variabel-variabel kognitif yang dianggap penting serta mencarihubungan antar variabel.c.Menurut pandangan ini komunikasi dipandang sebagaimanifestasi dari proses berfikir, tingkah laku dan sikap
 
seseorang. Oleh karenanya variabel-variabel penentumemegang peranan penting terhadap kognisi seseorang(termasuk bahasa) biasanya berada di luar kontrolindividu.
4.
Teori-teori konvesional dan interaksional.
Teori iniberanggapan bahwa agar komunikasi dapat berlangsung,individu-individu yang berinteraksi menggunakan aturan-aturandalam menggunakan lambang-lambang. Bukan hanya aturanmengenai lambang itu sendiri tetapi juga harus sepakat dalamgiliran berbicara, bagaimana bersikap sopan santun atausebaliknya, bagaimana harus menyapa dan sebagainya. Teoriini berkembang dari aliran interactionisme simbolik yangmenunjukan arti penting dari interaksi dan makna. Pokokpikiran teori ini adalah :
a.
Kehidupan sosial merupakan suatu proses interaksi yangmembangun, memelihara, serta mengubah kebiasaan-kebiasaan tertentu, termasuk dalam hal ini bahasa dansimbol. Komunikasi dianggap sebagai alat perekatmasyarakat (the glue of society).b.Struktur sosial dilihat sebagai produk dari interaksi.Interaksi dapat terjadi melalui bahasa, sehingga bahasamenjadi pembentuk struktur sosial. Pengetahuan dapatditemukan melalui metode interpretasi.
c.
Struktur sosial merupakan produk interaksi, karenabahasa dan simbol direproduksi, dipelihara serta diubahdalam penggunaannya. Sehingga focus pengamatannyaadalah pada bagaimana bahasa membentuk struktursocial, serta bagaimana bahasa direproduksi, dipelihara,serta diubah penggunaannya.d.Makna dapat berubah-ubah dari waktu ke waktu darikonteks ke konteks. Sifat objektif bahasa menjadi relatif dan temporer. Makna pada dasarnya merupakankebiasaan-kebiasaan yang diperoleh melalui interaksi.Oleh karena itu makna dapat berubah dari waktu kewaktu, konteks ke konteks, serta dari kelompok social kekelompok lainnya. Dengan demikian sifat objektivitas darimakna adalah relative dan temporer.
5.
Teori kritis dan interpretif.
Jenis teori ini berkembang daritradisi sosiologi interpretift, yang dikembangkan oleh AlfredSchulzt, Paul Ricour et al. sementara teori kritis berkembangdari pemikiran Max Weber, Marxisme dan Frankfurt School.Interpretif berarti pemahaman (verstechen) berusahamenjelaskan makna dari suatu tindakan. Karena suatu tindakandapat memiliki banyak arti, maka makna idak dapat denganmudah diungkap begitu saja. Interpretasi secara harfiahmerupakan proses aktif dan inventif. Teori interpretif umumnyamenyadari bahwa makna dapat berarti lebih dari apa yang

Activity (316)

You've already reviewed this. Edit your review.
auroralungs3767 liked this
Sisca Amelia liked this
thangs, udah terbantu ni :D
Ami Saptiyono liked this
Bastar Njsg liked this
Indra Yanti liked this
Ā'i Sha liked this
Nurul Fadillah liked this
Bagus Septian liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->