Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
7. Tender

7. Tender

Ratings: (0)|Views: 141 |Likes:
Published by api-19649669

More info:

Published by: api-19649669 on Nov 25, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/24/2014

pdf

text

original

7. Tender
133
TENDER

Tengah hari. Terik sang surya tak berkutik melawan dinginnya AC sentral di ruang rapat yang luas namun terkesan agak muram itu. Sony sedang duduk membuka-buka berkas di hadapan seseorang. Ada pekerjaan dari Kantor Walikota. Tapi hanya perusahaan Sony yang hadir saatanwiizing. Maka, dia harus menyiapkan minimal lima perusahaan untuk dilakukan tender bo\u2019ong-bo\u2019ongan. Pak Rustam Gazali, ketua panitia lelang, tak mau tahu, pokoknya besok semuanya harus sudah siap. Kalau tidak, tender dibatalkan.

\u201cDaripada mondok, lebih baik tidak jadi sajalah. Nggak usah ngapa-ngapain. Kita balikin saja uangnya,\u201d ujar pria tambun yang rambutnya sudah mulai menipis itu, sambil menutup map hijau kusam yang ada di hadapannya.

Biasa. Cuma gertakan.

\u201cKalau memang harus begitu, akan kita siapkan semua. Beres, Bos. Bapak tidak usah khawatir. Besok pagi pasti sudah siap.\u201d Sony langsung pamitan.

Model beginian sebenarnya sudah jamak di mana-mana, dan sebagian memang diatur begitu, agar kedua belah pihak tidak perlu repot-repot. Yang penting sama-sama diuntungkan dan aman. Sama-sama senang. \u201cDi sini senang di sana senang. Di mana-mana hatiku riang,\u201d kata anak-anak Pramuka.

Bahkan Sony pegang beberapa dokumen legal yang dia pinjam dari teman-temannya, lengkap dengan kop surat, stempel asli tapi palsu dan semua tetek-bengeknya, yang memang khusus disiapkan untuk jadi perusahaan pendamping dalam tender. Bukan soal besar. Semua bisa diatur. Hanya saja, kali ini agak lain dari

134
ASBUN: Asal Bunyi
biasanya. Tidak hanya berkasnya yang harus hadir, semua
penanggung jawab perusahaan wajib datang secara \ue000sik karena

proses tender akan didokumentasikan dengan video. Agar benar- benar aman. Sebagai antisipasi bila nanti ada pertanyaan macam- macam dari pihak pemeriksa.

Agak merepotkan, memang. Apalagi ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Berarti harus datang beberapa kali. Tapi tetap harus dilakukan. Dulu Sony tak pernah mau ikut tender kecuali dia sendiri yang mengatur tender itu. Tapi sekarang agak sulit. Maka Sony menghubungi sejumlah kawannya agar mau membantu. Beberapa menyanggupi. Tapi ada juga yang tak bisa ikutan karena pekerjaan lagi padat.

Gampang. Seperti biasanya, Sony memoles dan mendandani karyawannya. Dua orang terpilih untuk bermain sandiwara. Heru Wibowo, Manajer Pemasaran, dan Astrid Saraswati,mojang Priangan yang jelita itu. Cukup diberikanbrie\ue000ng ringan kepada Astrid, sedangkan Heru sudah biasa lompat kadal seperti itu.

\u201cKamu harus begini. Kamu harus begitu. Kalau ditanya begini
kamu jawab seperti ini. Kalau ditanya begitu kamu jawab seperti itu.\u201d
Beres sudah.
Bayar berapa?
Gratis. Namanya juga karyawan dan teman. Cukup diajak
makan siang, sekalian sambil ngobrol-ngobrol.

\u201cSekarang serba susah. Kita sudah bekerja sesuai aturan. Tapi pemeriksa suka berkata lain. Padahal aturan yang dipakai sama. Penafsirannya saja yang suka beda-beda,\u201d ujar Pak Rustam seraya membetulkan letak kacamatanya. Kemudian pria berparfum Cigar itu bercerita kepada Sony tentang seorang Kasudin yang

masuk kurungan karena tender yang tidak beres. Pesertanya \ue000ktif

dan bodong semua. Pemenang tender menjual kontraknya kepada perusahaan lain. Tanpa harus bekerja, dia mendapatkanfee lumayan. \u201cSebenarnya, itu Kasudin lagi apes saja. Korban pemeriksaan

random. Mungkin ada orang yang jail, sirik, iri dan iseng. Yang lain
aman-aman saja, kok,\u201d tambah Pak Rustam.
135
TENDER

\u201cBetul, Pak. Pasti ada yang sirik,\u201d Sony menimpali. Sony memperhatikan sedari tadi pria asli kelahiran Jakarta itu mengelus- elus jenggotnya yang agak awut-awutan dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya asyik bermain-main dengan rokok kreteknya yang tak pernah berhenti menyala.

\u201cSemuanya mesti transparan. Pekerjaan di atas lima puluh juta harus ditenderkan. Wajib pasang iklan di koran,\u201d imbuhnya lagi, sambil mencomot pisang goreng yang sudah dingin dan agak keras itu.

Sony mendengarkan dengan penuh perhatian semua keluh kesah penggemar gulai kepala kakap tersebut. Dia senang, karena Pak Rustam yang belum lama dikenalnya sudah berani bicara blak- blakan kepadanya. Berarti dia sudah dianggap bukan orang lain lagi. Bagus. Tinggal digarap lebih serius ini orang, pikirnya.

\u201cCoba Pak Sony pikir. Kita sudah pasang iklan tender ini sejak lebih dari dua minggu lalu. Kenyataannya, hanya Bapak yang datang. Sia-sia itu iklan.\u201d

Sony hanya tersenyum menggiyakan. Sesungguhnya, iklan tender itu sudah direkayasa sedikit. Sony mendapat bocoran informasi mengenai proyek tersebut dari orang dalam dan berhasil menggarap salah seorang anggota tim tender untuk memunculkan beberapa syarat yang pasti akan sulit dipenuhi oleh perusahaan lain.

Memang, jarang-jarang orang cari proyek dengan melototi iklan tender di koran. Setiap kali ada iklan tender yang muncul di koran, Sony suka apriori. Itu hanya untuk memenuhi syarat formal. Karena pekerjaan yang ditenderkan sudah dikerubuti banyak orang dan, biasanya sudah ada calon pemenangnya, terutama pekerjaan- pekerjaan yang nilainya besar. Kalau ngotot mau masuk, hanya akan jadi penggembira.

Tapi, jangan juga terlalu apriori. Bagaimanapun, kewajiban memasang iklan tender di koran membawa banyak perubahan. Instansi pemerintah tidak bisa lagi menawarkan proyek secara umpet-umpetan kepada kalangan terbatas. Siapa saja boleh masuk

asal kuali\ue000kasinya memenuhi. Kenyataannya, ada juga tender
yang meski sudah diiklankan namun tak ada yang meliriknya,

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Welly Lyn liked this
Diasode La liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->