masmamad.blogspot.com
PERKEMBANGAN PARADIGMA KEPEMIMPINAN :GAYA, TIPOLOGI, MODEL DAN TEORI KEPEMIMPINAN
Jenis, gaya, dan ciri yang menandai perkembangan kepemimpinan masa lalu dapat dilihat daripengetahuan atau pun teori kepemimpinan yang berkembang dalam kurun waktu tersebut. Abad20 baru saja berlalu. Kita dapat mencatat sejarah kemanusiaan yang penuh dinamika perubahandi abad itu; termasuk perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tak terkecualiperkembangan pengetahuan tentang paradigma kepemimpinan yang dapat meliputi gayakepemimpinan, tipologi kepemimpinan, model-model kepemimpinan, dan teori-teorikepemimpinan. Sekalipun secara konseptual pada ketiganya terdapat perbedaan, namun sebagaitelaan mengenai substansi yang sama akan terdapat korelasi bahkan interdependensi antar ketiganya.
a.Gaya Kepemimpinan
Gaya kepemimpinan, pada dasarnya mengandung pengertian sebagai suatu perwujudantingkah laku dari seorang pemimpin, yang menyangkut kemampuannya dalam memimpin.Perwujudan tersebut biasanya membentuk suatu pola atau bentuk tertentu. Pengertian gayakepemimpinan yang demikian ini sesuai dengan pendapat yang disampaikan oleh Davis danNewstrom (1995). Keduanya menyatakan bahwa pola tindakan pemimpin secara keseluruhanseperti yang dipersepsikan atau diacu oleh bawahan tersebut dikenal sebagai gayakepemimpinan.Gaya kepemimpinan dari seorang pemimpin, pada dasarnya dapat diterangkan melalui tigaaliran teori berikut ini.
Teori Genetis (Keturunan).
Inti dari teori menyatakan bahwa
“Leader are born and nor made”
(pemimpinitu dilahirkan (bakat) bukannya dibuat). Para penganut aliran teori inimengetengahkan pendapatnya bahwa seorang pemimpin akan menjadi pemimpin karena iatelah dilahirkan dengan bakat kepemimpinan. Dalam keadaan yang bagaimanapun seseorangditempatkan karena ia telah ditakdirkan menjadi pemimpin, sesekali kelak ia akan timbulsebagai pemimpin.Berbicara mengenai takdir, secara filosofis pandangan ini tergolong padapandangan fasilitas atau determinitis.
Teori Sosial.
Jika teori pertama di atas adalah teoriyang ekstrim pada satu sisi, maka teoriinipun merupakan ekstrim pada sisi lainnya. Inti aliran teori sosial ini ialah bahwa “Leader aremade and not born” (pemimpin itu dibuat atau dididik bukannya kodrati). Jadi teori inimerupakan kebalikan inti teori genetika.
Para
penganut teori ini mengetengahkan pendapatyang mengatakan bahwa setiap orang bisa menjadi pemimpin apabila diberikan pendidikandan pengalaman yang cukup.
Teori Ekologis.
Kedua teori yang ekstrim di atas tidak seluruhnya mengandung kebenaran,maka sebagai reaksi terhadap kedua teori tersebut timbullah aliran teori ketiga. Teori yangdisebut teori ekologis ini pada intinya berarti bahwa seseorang hanya akan berhasil menjadipemimpin yang baik apabila ia telah memiliki bakat kepemimpinan. Bakat tersebut kemudian