“BULETIN AL-AQSHO”
Berita Muslim Mingguan ke-54, Dzulhijjah 1430HPenyelenggara :
Slamet Abd.
,
Khaemi Fauzi
,
Nadhirin
Penanggung-Jawab :
Hadi Sumarsono
http://aqsaworkinggroup.comhttp://ibadalloh.homelinux.orgMasjid Hizbulloh, Gg.Sadewa Pesanggrahan-Wonokerto, PekalonganMasjid Hizbulloh, Gg.Raseh Purwosari-Comal, Pemalang
Rakyat Yordania Minta Ummat IslamBergerak Selamatkan Al-Aqsa
Sabtu, 21/11/2009 http://www.infopalestina.com/ms/ Ribuan warga Yordania yang tergabung dalam aksi bersama yangdiselenggarakan Front Buruh Islam melakukan aksi solidaritasuntuk Masjid Al-Aqsha di salah satu pelosok kota Raja Husen,Jum’at (20/11). Para demonstran mengeluarkan kata-katasolidaritas untuk Al-Aqsha, “Wahai al-Aqsha tidak berarti hidupkita tanpa lumuran darah membelamu”, “Al-Aqsha kita, bukan kuilmereka”, “Yordania-Yordania tanah perjuangan”, “Al-Aqsha-Al-Aqsha Tanah Kemuliaan”.Dalam pada itu mereka juga mengecam sikap membisu negara-negara Arab dan Islam terhadap apa yang terjadi di Masjid Al-Aqsha. Mereka menganggap negara Arab dan Islam bertanggung jawab penuh terhadap apa yang menimpa Al-Aqsha berupaancaman dan penodaan dari kelompok radikal Zionis. Merekaminta bangsa Arab menghentikan kejahatan Zionis yang terusberlanjut dengan memutuskan semua hubungan dengan Zionis.Disamping mendukung perlawanan dan membebaskan blokadeGaza.Bangsa Arab dan Islam dihimbau untuk memobilisasi massa demimenyelamatkan Al-Aqsha dan Palestina terjajah. Sementara itu,pemerintah tetangga seperti Mesir diminta melakukan tanggung jawabnya menghadang Zionis agar tidak melanjutkanpenggaliannya di bawah masjid. Ia juga minta pemerintahYordania untuk membatalkan janjinya. Perjanjian dengan Zionistidak mendatangkan sedikitpun kebaikan. (asy)
Shalah : Israel Habisi RumahDi Sekitar Al-Aqsha Untuk Bangun Sinagog
Sabtu, 21/11/2009 http://www.infopalestina.com/ms/ Ketua gerakan Islam di wilayah Palestina jajahan, Syaikh RaedShalah menegaskan, Israel menghancurkan semua rumah di sekitarAl-Aqsha bertujuan untuk mengecoh perhatian dunia atas aksinyadi bawah masjid dengan membangun sejumlah terowongan, agarmasjid tersebut segera rubuh kemudian diganti dengan sinagogYahudi.Shalah menegaskan hal ini dalam khutbahnya kemarin Jum’at(21/11) di Kamp A-Basatin, Silwan. Ia menyatakan, berjuang didalam Baitul Maqdis merupakan kemuliaan yang tak terkira, walaupenjara dan penindasan serta pengusiran senantiasa menanti kita.Shalah menyerukan semuanya untuk berwasiatkan dengankebenaran dan kesabaran, walau kezaliman penjajahan dan rumah-rumah hancur berantakan, demi melindungi Al-Aqsha Mubarak.Terkait dengan kebolehan untuk mengambil wilayah Palestinadengan mengatasnamakan agama, Shalah menyebutkan, parapendeta Yahudi sudah biasa menghalalkan yang haram danmengharamkan yang halal. Mereka membolehkan kemungkarandan penghancuran. Mereka senantiasa memerangi kebenaran danmembela kebatilan. Semua itu telah terbukti, ungkapnya.Adapun kaitannya dengan wilayah Syaikh Al-Jarrah yang diklaimmilik Zionis sejak 1948 dulunya berupa perkebunan dan tanahkosong. Kemudian perwakilan pengungsi internasionalmembangun permukiman untuk warga pada tahun 1956, maka hariini atas nama kitab Taurat, mereka mengeluarkan warga Palestinadari rumahnya masing-masing.Di sisi lain, kaitannya dengan penjualan organ tubuh manusia yangdiperbolehkan para pendeta Zionis, Syaikh Shalah mengatakan,barang siapa yang membolehkan menjual hati dan tulang manusiasebagaimana difatwakan sejumlah pendeta yahudi, dimana merekamembolehkan membunuh selain Yahudi walaupun itu anak-anak,bertentangan dengan semua agama dan piagam internasional.Di sisi lain, Syaikh Shalah mempertanyakan, darimana sumbernyayang membolehkan pembangunan permukiman Zionis di Al-Quds.Jawabnya jelas dari Amerika.Ia mengisyaratkan, dua perusahaan Perancis telah ikut dalamproyek pembangunan bandara di Al-Quds yang telah menggusurperumahan warga di Al-Quds. Shalah pun menganggap Inggrisbertanggung jawab atas penghancuran rumah-rumah di Al-Quds.Inggris bertanggung jawab atas penghancuran rumah warga di Al-Quds tahun 1948, yang merupakan cikal bakal penggusuran bangsaPalestina dari Al-Quds hingga saat ini. Inggris telah membukapintu penghancuran warga dan pengusiran atas mereka.Disebutkan, yang bertanggung jawab atas yahudisasi Al-Quds sertapenghancuran Al-Aqsha adalah Zionis dan kaum salibisinternasional. Sejak tahun 1948 rakyat Palestina sudahmengkhawatirkan janji-janji dan resolusi internasional, sepertiresolusi tahun 181, 242 atau 338 yang terbukti melanggengkanagresi Zionis, tidak menghentikannya.Saikh Shalah mengatakan, “Kami adalah bangsa yang tak akanmenyerah, hanyalah mati atau menang. Oleh karena itu, pentingsekali mendidik anak-anak dan mengajarkan mereka agar cintapada negaranya”. Diakhir khutbah ia menyerukan warga Al-Qudsuntuk mensosialisasikan distrik Kota Lama dengan Al-Quds,belilah baju dan makanan untuk merayakan hari raya idul Adha. Ia juga menyerukan untuk membentuk delegasi solidaritas untukmengunjungi warga Al-Quds dan menghidupkan hari besarnya.(asy)
Strategi Busuk Israel : Memisahkan PendudukAl-Quds dari Al-Aqsha
Rabu, 25/11/2009 http://eramuslim.com/berita/palestina/strategi-busuk-memisah-penduduk-al-quds-dari-al-aqsha.htmSyekh Raed Shalah mengingatkan umat Islam untuk berhati-hatiterhadap strategi busuk Israel untuk memisahkan penduduk Al-Quds dari Masjid Al-Aqsha. Pernyataan ini beliau sampaikan padaMuktamar Lembaga Al-Aqsha untuk Waqaf dan Literatur yangberjudul, "Al-Aqsha Mulia Tidak akan Pernah Hina."Dalam muktamar tersebut Syekh Shalah mengisyaratkan bahwaadanya keputusan militer Israel yang melarang para aktivis, parapemimpin, dan lembaga-lembaga Al-Quds di Palestina untukmasuk ke Al-Aqsha selama berbulan-bulan, merupakan langkahuntuk mengosongkan Al-Aqsha dari hamba Allah dan parapejuang.Syekh Shalah mengatakan, "Dulu ada pelarangan berkunjung kekota Al-Quds dan Al-Aqsha oleh militer di Tepi Barat dan Al-Qudshingga tahun 2000. Namun saat ini, penjajah berupaya untukmemperdalam jurang pemisah antara warga Al-Quds dengantempat suci mereka. Penjajah menginginkan tidak ada seorang punwarga Palestina memiliki hubungan apapun dengan Al-Aqsha."Beliau menambahkan, "Ini mengingatkan umat Islam akan adanyastrategi busuk dan bahaya yang dilakukan Zionis-Isarel, untukmenguasai Al-Aqsha secara bersenjata."Penciptaan Kondisi Baru untuk Yahudisasi Al-Aqsha dan Al-Quds
Leave a Comment