Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PESONA VAGINA MIYABI DAN FANTASI KELAMIN RADITYA DIKA

PESONA VAGINA MIYABI DAN FANTASI KELAMIN RADITYA DIKA

Ratings: (0)|Views: 2,898 |Likes:
Published by Agus SIswanto
Maria Ozawa atau Miyabi akan berperan dalam film komedi: Menculik Miyabi. Dia menyabet peran utama film garapan Maxima Picture.

Raditya Dika, penulis skenario, menyebut ide menampilkan Miyabi sebagai ide cerdas. Sosok Miyabi yang dikenal publik sebagai aktris porno ini akan tampil tanpa adegan seks dan vulgar. Sisi humanis dikedepankan. Bagaimanapun, Miyabi manusia juga, demikian kata Raditya.

Apa yang disebutnya ide atau gagasan cerdas (saya mendengar perkataan ini di televisi) sangatlah tidak tepat. Yang ada justru sebaliknya, gagasan bodoh dan sekadar mencontek perputaran arus baru industri film Hollywood.
Maria Ozawa atau Miyabi akan berperan dalam film komedi: Menculik Miyabi. Dia menyabet peran utama film garapan Maxima Picture.

Raditya Dika, penulis skenario, menyebut ide menampilkan Miyabi sebagai ide cerdas. Sosok Miyabi yang dikenal publik sebagai aktris porno ini akan tampil tanpa adegan seks dan vulgar. Sisi humanis dikedepankan. Bagaimanapun, Miyabi manusia juga, demikian kata Raditya.

Apa yang disebutnya ide atau gagasan cerdas (saya mendengar perkataan ini di televisi) sangatlah tidak tepat. Yang ada justru sebaliknya, gagasan bodoh dan sekadar mencontek perputaran arus baru industri film Hollywood.

More info:

Published by: Agus SIswanto on Nov 27, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/17/2013

pdf

text

original

 
PESONA VAGINA MARIA OZAWA DANFANTASI KELAMIN RADITYA DIKA
Maria Ozawa atau Miyabi akan berperan dalam film komedi:
. Dia menyabet peran utama film garapan Maxima Picture.Raditya Dika, penulis skenario, menyebut ide menampilkan Miyabisebagai ide cerdas. Sosok Miyabi yang dikenal publik sebagai aktrisporno ini akan tampil tanpa adegan seks dan vulgar. Sisi humanisdikedepankan. Bagaimanapun, Miyabi manusia juga, demikian kataRaditya.Apa yang disebutnya ide atau gagasan cerdas (saya mendengarperkataan ini di televisi) sangatlah tidak tepat. Yang ada justrusebaliknya, gagasan bodoh dan sekadar mencontek perputaran arusbaru industri film Hollywood.Kualitas film dalam negeri yang belakangan ini meningkat denganhadirnya Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Laskar Pelangi, danlain-lain, tiba-tiba saja hendak dikoyak dengan ide menampilkan aktrisporno sebagai pemeran utama.Bangunan kualitas film yang sedang direnovasi sejumlah insan filmseakan hendak diruntuhkan kembali menjadi kumpulan puing-puingfilm sampah (junkfilm).Seandainya film Menculik Miyabi benar terwujud, maka menjadi jelasbahwa kualitas film yang telah dibangun susah payah oleh sejumlahinsan perfilman, ternyata dirusak pula oleh insan perfilman lainnya.Sedih dan menyedihkan.
Potret Buram
Sekadar mengenang potret buram produksi film dalam negeri. Padamasa lalu, film berkualitas tidak menjamin memiliki kesempatan tampildi layar bioskop. Terlebih saat Kelompok 21 (Twenty One Group)memiliki kekuasaan penuh atas film yang layak tampil di bioskop kelassatu. Sebagaimana dialami Slamet Raharjo saat karyanya LangitkuRumahku hanya mendapatkan kesempatan 1 hari saja tayang dibioskop Kelompok 21. Sementara film produksi Hollywood dapattayang sesukanya. Tentu saja Slamet Raharjo, Christine Hakim dan rekan-rekannyamenangis pilu. Itulah masa-masa kelam, ketika industri perfilman
 
mendapat perlakuan tidak adil dari penguasa pemilik bioskop elit dinegeri ini.Masa-masa itu sudah berlalu seiring terjadinya reformasi. Industri filmmulai menggeliat dengan hadirnya film berkualitas. Jutaan penontondatang ke bioskop menikmati film karya sendiri dan bukan produksinegara lain.Meski harus diakui ada beberapa film sampah, tetapi film berkualitashadir dengan prosentase lebih besar. Ini patut disyukuri.
Suasana Idul Fitri
Namun sayangnya, beberapa hari setelah umat Islam merayakan IdulFitri, saat saling memaafkan sedang berlangsung dan silaturrahmibelum usai, tiba-tiba masyarakat dikejutkan dengan berita akanhadirnya aktris porno. Miyabi menjadi Top News terbaru setelahtewasnya Noordin M. Top dan gonjang-ganjingnya tubuh KPK. Tentu saja reaksi bermunculan.Ustadz Yusuf Mansurmenolak tegaskehadiran Miyabi. SementaraMUImengecam keras dan menghimbaupencekalan. Menteri Meuthia Hatta bersikap sama.Meski suara-suara tersebut belum cukup keras menolak kehadiranMiyabi, tetapi cukuplah menjadi pegangan bahwa apapun peran yangakan dimainkan Miyabi tidak membawa manfaat apapun bagipeningkatan kualitas kecerdasan masyarakat.Wewenang pencekalan ada di tangan imigrasi. Tetapi tampaknya tidakakan terjadi pencekalan. Minimnya suara tokoh masyarakat dalam topnews ini menjadi pertanda Miyabi akan hadir dengan mulus.Belum ada komentar signifikan dari wakil rakyat, tokoh-tokoh agamadan masyarakat lainnya.Belum ada demo yang merebak. Bahkantokoh-tokoh perfilman belum terdengar gaungnya di media massa.Entah setuju atau menolak Miyabi.Memang ada segelintir pemain muda yang mendukung kehadiranMiyabi. Alasannya sederhana saja, Miyabi datang bermain film komedidan bukan film porno. Singkatnya,bukan kejahatan.Sementara stasiun televisi memberitakan dalam proporsi seimbang.Meski ada sesuatu yang agak aneh, yaitu saat beberapa penyiar beritadari beberapa stasiun televisi menyebut Miyabi sebagai pemain filmdewasa atau pemain film panas. Tidak satupun menyebut aktris porno.
 
Perkataan tersebut tentu saja aneh dan terdengar janggal. Adaperbedaan mencolok antara pemain film dewasa, pemain film panasdan pemain film porno. Para penyiar berita agaknya hendak mencobamenaikkan kehormatan status keartisan Miyabi. Apakah ini anjuranpara Pimpinan Redaksi Berita atau sekadar timbang rasa? Entahlah.
Film Panas dan Film Porno
Konotasi film dewasa, film panas dan film porno jelas berbeda.Umumnya film dewasa jika dalam poster film tercantum tulisan 17 Tahun ke atas (ada pula film untuk semua umur).Film untuk 17 tahun ke atas jelas film dewasa. Sebab tidak adakategori lainnya, seperti film untuk 20 tahun ke atas dan seterusnya.Hal itu menunjukkan bahwa film dewasa layak ditonton untuk yangberusia di atas 17 tahun (tetapi banyak bioskop tidak peduli. PelajarSMP bebas menonton).Istilah film panas yang hadir di layar bioskop cenderung menampilkanadegan seks dalam makna gerakan seks yang tidak secara vulgarmenampilkan atau memertontokan alat kelamin.Ambil contoh, film Last Tango in Paris yang dibintangi Marlon Brando.Film tersebut masuk kategori film panas terbesar dalam sejarahindustri perfilman Hollywood. Padahal adegan seks yang ditampilkanhanya gerakan tubuh menirukan adegan seks, tetapi tidak adavisualisasi alat kelamin.Pada era 70-80 an, aktris panas seperti: Sylvia Kristel, Nastassja Kinski,Edwige Fenech dan Gloria Guida sempat populer di negeri ini. Merekasering menampilkan adegan seks, tetapi hanya sekadar gerakansensual. Busana tetap dipakai, setidaknya masih mengenakan celanadalam. Pada masanya, mereka adalah simbol seks.Popularitas Edwige Fenech sungguh luar biasa. Konon katanya, diasempat diundang ke negeri ini. Dikisahkan, dalam sebuah acara jamuan makan, aktris Italia keturunan Tunisia itu melelang celanadalamnya. Para tamu yang hadir pun berebut ingin memilikinya.Meski tidak jelas, apakah celana dalam itu bersih atau celana dalamyang sedang dipakainya. (Andaikan celana dalam itu yang sedangdipakai, tidak jelas pula apakah pembelinya yang melepas celanadalam tersebut dari tubuh Edwige atau dia sendiri yang melepasnya).

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Agus SIswanto liked this
Repil Ansen liked this
Agus SIswanto liked this
Sriliansi Isima liked this
fadli_irsyad liked this
raffrizal liked this
Agus SIswanto liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->