yang tak dapat. .dipercayai, mengabajkan_masalah pertahananmiliter menyerahkan administrasi negara kepada orang-orangtidak kompeten dan intervensi asing.Lemahnya rasa persaudaraan Islam_Juga merupakan sebab bagikemunduran umat Islam. Tai persaudaraan Islam telah terputus, bukan di kalangan awam saja, tetapi juga di kalanganalim ulama.Ulama Turki tidak kenaJ lagi pada ulama Hejaz, demikian pulaulama India tidak mempunyai hubungan dengan ulama Af-ghanistan. Tali persaudaraan antara Raja-raja Islam juga sudahterputus.
Jalan untuk memperbaiki keadaan umat Islam, menuruf. AI-Afghani, ialah melenyapkan pengertian-pengertian salah yang yangdianut umat pada umumnya, dan kembai keepada ajaran-ajaran Islamyang sebenarnya. Hati mesti disucikan, budi-pekerti luhur dihidupkankembali, dan demikian pula kesediaan berkorban untuk kepentinganumat . Dengan berpedoman pada ajaran-ajaran dasar, umat Islamakan dapat bergerak maju men-capai. kemajuan.
Corak pemerintahan otokrasi harus dirqbah_dengan corak Pemerintahan demokrasi. Kepala negara harus mengadakan
syura
dengan pemimpin-pemimpin masyarakat yang banyak mempunyai pengalaman. Pengetahuan manusia secara individual terbatas se-
kali. Islam dalam pendapat Al-Afghani menghendaki pemerintahanrepublic di dalamnya
terdapat kebebasan mengeluarkan
_ pendapatdan kewajiban kepada negara tunduk kepada undang-
undang dasar.Di atas segala-galanya persatuan umat Islam mesti diwujud-kan kembali. Dengan bersatu dan mengadakan kerja-sama yangeratlah umat Islam akan dapat kembali memperoleh kemajuan.Persatuan dan kerja-sama merupakan sendi yang amat pentingdalam Islam.Semasa hidupnya Al-Afghani memang berusaha untuk mewujudkan persatuan itu. Yang terkandung dalam ide-ide pan_islamialah persatuan seluruh umat Islam. Tetapi usahanya tidak ber-
hasil.-————————————
Bagaimanapun ide-idenya banyak mempengaruhi pemikiranMuhammad Abduh tentang pembaharuan dalam Islam. DanAbduh, sebagai gurunya juga, mempuryai pengaruh besar di du-nia Islam.
***( Sumber : Harun Nasution.
Pembaharuan dalam Islam: Sejarah Pemikirandan Gerakan
. Jakarta: Bulan Bintang. 1975. h. 51-57)
52
53
56
Leave a Comment