Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
51Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kewenangan Daerah di Wilayah Laut

Kewenangan Daerah di Wilayah Laut

Ratings: (0)|Views: 4,887 |Likes:
Published by denny KARWUR
Regional Coastal Law
Regional Coastal Law

More info:

Categories:Types, Research, Law
Published by: denny KARWUR on Nov 27, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/25/2014

pdf

text

original

 
KEWENANGAN PEMERINTAH DAERAH DI WILAYAH LAUT
OlehDenny Karwur, SH, MSiDosen Fakultas Hukum UNSRATDomestic Natural Resources Lawyer / MCRMP-DKPMahasiswa S3 Program Studi SPL – IPB Bogor 
I.
PENDAHULUANBatas wilayah yurisdiksi pemerintah daerah di laut merupakan masalahyang penting untuk segera ditetapkan secara definitif. Penetapanwilayah yurisdiksi ini berkaitan langsung dengan pelaksanaanwewenang pengelolaan sumberdaya oleh pemerintah daerah.Demikian pula pelaksanaan wewenang dalam pemberian ijin bagiberbagai kegiatan dan/atau usaha di laut, baik yang menjadiwewenang pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota akan sangattergantung pada penetapan batas wilayah yurisdiksi masing-masing.Sementara itu Undang-Undang Pemerintahan Daerah tidakmenetapkan tata cara yang harus ditempuh untuk menetapkan batasluar wilayah yurisdiksi pemerintah daerah provinsi di laut. Demikianpula ketentuan mengenai siapa yang harus menetapkannya belumpula ditetapkan, apakah ditetapkan oleh masing-masing provinsi yangsaling berbatasan ataukah oleh pemerintah pusat bersama denganmasing-masing provinsi. Pasal 18 ayat (7) Undang-UndangPemerintahan Daerah hanya mengindikasikan hahwa pelaksanaanketentuan ayat (1), ayat (3), ayat (4) dan ayat (5) diatur lebih lanjutdalam peraturan perundang-undangan.Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerahmenetapkan batas wilayah laut kewenangan pemerintah daerahprovinsi sejauh dua belas mil laut diukur dari garis pantai ke arah LautLepas dan/atau ke arah Perairan Kepulauan, sedangkan kewenanganpemerintah daerah kabupaten/kota adalah sejauh sepertiga dariwilayah laut kewenangan daerah provinsi (Pasal 18 ayat (4)).Ketentuan tersebut menunjukan bahwa yurisdiksi pemerintah provinsidan pemerintah kabupaten/kota saling berkaitan. Keterkaitan initampak pula dalam rumusan urusan-urusan pemerintahan yangmenjadi wewenang pemerintah provinsi yang jatuh bersamaan denganwewenang daerah kabupaten/kota. Kewenangan yang dimaksudadalah kewenangan otonom untuk mengelola sumberdaya di wilayahlaut sebagaimana dirumuskan dalam Pasal 18 ayat (3). Dengandemikian implementasi dari dua ketentuan tersebut, khususnya dalam
 
penetapan batas wilayah yurisdiksi pemerintah provinsi danpemerintah kabupaten/kota (spatial jurisdiction), tidak dapat dilakukansecara bersamaan, melainkan harus dilakukan secara berurutan.Secara logika penetapan batas wilayah laut yang menjadi wewenangpemerintah daerah provinsi harus ditetapkan terlebih dahulu, yaitusejauh 12 mil dari garis pantai. Dengan kata lain, penetapan bataskewenangan pemerintah kabupaten/kota di wilayah laut, yaitusepertiga dari wilayah laut kewenangan provinsi, hanya dapatditetapkan apabila batas wilayah yurisdiksi pemerintah daerah provinsitelah ditetapkan secara definitif. Penetapan batas tersebut tidak dapatdilakukan secara bersamaan, misalnya 4 mil dari garis pantai untukkebupaten/kota dan sisanya yang 8 mil untuk provinsi. Penetapansecara bersamaan disamping akan menimbulkan kesan pengkaplinganlaut juga menjadi tidak masuk akal karena penghitungan sepertigaharus menunggu penetapan batas wilayah kewenangan pemerintahdaerah provinsi.Perlu pula diperhatikan bahwa batas wilayah kewenangan yang 12 miltersebut merupakan batas maksimum, bahkan mungkin saja dalamkenyataannya kurang dari 12 mil, khususnya pada bagian-bagian lautprovinsi yang berbatasan dengan provinsi lain yang lebar lautnyakurang dari 24 mil. Dalam hal ini Pasal 18 ayat (5) menetapkan bahwabatas wilayah laut untuk dua provinsi yang saling berhadapan dibagisama jarak, dengan kata lain ditentukan melalui penetapan garistengah (median line). Ketentuan dalam Pasal 18 ayat (4) dan ayat (5)Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerahdapat menimbulkan ketidakpastian dalam pelaksanaannya. Olehkarena itu perlu segera diterbitkan suatu pedoman yang mengatur tatacara penetapan batas wilayah laut kewenangan provinsi, baik yangletaknya berhadapan, berdampingan, ataupun provinsi yang berbentukkepulauan.Tulisan ini mencoba mereka-reka tata cara penetapan bataskewenangan pemerintah provinsi di wilayah laut. Dalam hal ini perludisampaikan kepada para pembaca yang budiman bahwa walaupuntulisan ini mengacu pada ketentuan Konvensi Hukum Laut 1982namun tidak mempunyai kekuatan hukum untuk diterapkan, karenahanya merupakan karya akademis saja. Oleh karena itu segala kritikdan saran sangat diperlukan demi penyempurnaannya, disertaidengan harapan agar dapat digunakan sebagai bahan untukperumusan pedoman penetapan batas wilayah laut kewenanganpemerintah daerah. Perumusan pedoman ini menjadi sangat pentingmenjelang diterbitkannya Undang-Undang Pengelolaan WilayahPesisir yang akan diberlakukan pada bagian laut sejauh 12 mil yangdiukur dari garis pantai ke arah Laut Lepas dan/atau ke arah Perairan
2
 
Kepulauan. Dengan demikian, dalam rangka menyongsong terbitnyaUndang-Undang Pengelolaan Wilayah Pesisir maka batas luar wilayahlaut kewenangan pemerintah daerah provinsi sudah harus ditetapkantitik-titik koordinat geografisnya. Penetapan batas tersebut mutlakdiperlukan demi kepastian hukum dalam pelaksanaan wewenangpemerintah daerah, baik yang bersumber dari ketentuan Pasal 18 ayat(3) Undang-undang Pemerintahan Daerah maupun yang bersumber dari Undang-Undang Pengelolaan Wilayah Pesisir yang diharapkanakan segera ditetapkan dan disahkan. Pembahasan dalam tulisan iniakan difokuskan pada aspek penetapan batas ruang laut (sebagaiwadahnya), sedangkan aspek kewenangan (sebagai isinya), yaitumengenai urusan-urusan pemerintahan yang menjadi wewenangpemerintah daerah akan dibahas pada tulisan secara terpisah.
II.
MAKSUD DAN TUJUAN PERLUASAN WILAYAH KEWENANGANPEMERINTAH DAERAH
A.
Maksud Perluasan Wilayah KewenanganSebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004tentang Pemerintahan Daerah, wilayah provinsi hanya mencakupdaratan saja. Demikian pula wilayah kabupaten dan kota.Perubahan besar yang dibawa oleh undang-ungang ini adalahbahwa sekarang kewenangan daerah provinsi meliputi wilayahdaratan dan lautan sejauh dua belas mil laut yang diukur dari garispantai ke arah Laut Lepas dan/atau ke arah Perairan Kepulauan.Sedangkan kewenangan daerah kabupaten/kota adalah sejauhsepertiga dari wilayah laut kewenangan daerah provinsi. Rumusandi atas menunjukkan perbedaan makna yang terkandung didalamnya, khususnya karena perbedaan dalam formulasinya.Rumusan pada Pasal 18 ayat (1) dengan jelas mengindikasikanbahwa daerah yang “memiliki” wilayah laut diberikan kewenanganuntuk mengelola sumberdaya di wilayah laut. Tetapi daerahkabupaten/kota tidak secara eksplisit dikatakan sebagai memilikiwilayah laut, melainkan memperoleh “wewenang” atas sepertigadari wilayah laut daerah provinsi (Pasal 18 ayat (5).Perbedaan dalam perumusan seagaimana terurai di atas harusdiartikan sebagai perbedaan maksud, karena apabila maksudnyasama, pasti rumusannyapun sama. Pemahamannya adalah bahwahanya daerah provinsi yang memiliki wewenang atas unsur “ruang”,yaitu ruang lautan, dan sekaligus atas “isinya”, yaitu sumber dayaalam laut. Dari rumusan yang berbeda tersebut maka dapatdisimpulkan bahwa hanya daerah provinsi yang “memiliki” wilayahlaut, sedangkan daerah kabupaten/kota “tidak memilikiwilayahlaut, melainkan memperoleh wewenang atas pengelolaan “isinya”,yaitu sampai sepertiga dari wilayah laut daerah provinsi.
3

Activity (51)

You've already reviewed this. Edit your review.
Zepty Eka Putri Ramadani added this note
(y)
1 thousand reads
1 hundred reads
Dwi Purnasari liked this
Ilham Nugraha liked this
Utam Alif liked this
hasbi adilendra liked this
tarukallo liked this
tarukallo liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->