Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
75Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
DEMAM REMATIK

DEMAM REMATIK

Ratings: (0)|Views: 2,078 |Likes:
Published by maliandosaputra

More info:

Published by: maliandosaputra on Nov 27, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/16/2013

pdf

text

original

 
PENDAHULUAN
Demam reumatik merupakan penyakit vaskular kolagen multisistem yang terjadi setelahinfeksi streptokokus grup A pada individu yang mempunyai faktor predisposisi. Penyakitini masih merupakan penyebab terpenting penyakit jantung didapat (acquired heartdisease) pada anak dan dewasa muda di banyak negara terutama negara sedang berkembang. Keterlibatan kardiovaskular pada penyakit ini ditandai oleh inflamasiendokardium dan miokardium melalui suatu proses autoimun yang menyebabkankerusakan jaringan
2
.Serangan pertama demam reumatik akut terjadi paling sering antara umur 5-15tahun. Demam reumatik jarang ditemukan pada anak di bawah umur 5 tahun
1,2,3,5
.Demam reumatik akut menyertai faringitis
Streptococcus beta hemolyticus
grup Ayang tidak diobati. Pengobatan yang tuntas terhadap faringitis akut hampir meniadakanresiko terjadinya demam reumatik. Diperkirakan hanya sekitar 3 % dari individu yang belum pernah menderita demam reumatik akan menderita komplikasi ini setelahmenderita faringitis streptokokus yang tidak diobati
1,5
.Saat ini diperkirakan insidens demam reumatik di Amerika Serikat adalah 0,6 per 100.000 penduduk pada kelompok usia 5 sampai 19 tahun. Insidens yang hampir samadilaporkan di negara Eropa Barat. Angka tersebut menggambarkan penurunan tajamapabila dibandingkan angka yang dilaporkan pada awal abad ini, yaitu 100-200 per 100.000 penduduk 
1
.Sebaliknya insidens demam reumatik masih tinggi di negara berkembang. Datadari negara berkembang menunjukkan bahwa prevalensi demam reumatik masih amattinggi sedang mortalitas penyakit jantung reumatik sekurangnya 10 kali lebih tinggidaripada di negara maju. Di Srilangka insidens demam reumatik pada tahun 1976dilaporkan lebih kurang 100-150 kasus per 100.000 penduduk. Di India, prevalensidemam reumatik dan penyakit jantung reumatik pada tahun 1980 diperkirakan antara 6-11 per 1000 anak. Di Yemen, masalah demam reumatik dan penyakit jantung reumatik sangat besar dan merupakan penyakit kardiovaskular pertama yang menyerang anak-anak dan menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang tinggi
8
. Di Yogyakarta pasien dengandemam reumatik dan penyakit jantung reumatik yang diobati di Unit Penyakit Anak dalam periode 1980-1989 sekitar 25-35 per tahun, sedangkan di Unit Penyakit Anak RS.Cipto Mangunkusumo tercatat rata-rata 60-80 kasus baru per tahun
1,3
.Insidens penyakit ini di negara maju telah menurun dengan tajam selama 6 dekadeterakhir, meskipun begitu dalam 10 tahun terakhir ini telah terjadi peningkatan kasusdemam reumatik yang mencolok di beberapa negara bagian Amerika Serikat. Haltersebut mengingatkan kita bahwa demam reumatik belum seluruhnya terberantas, danselalu terdapat kemungkinan untuk menimbulkan masalah kesehatan masyarakat baik dinegara berkembang maupun negara maju
1
.
 
Suatu faktor penting yang mempengaruhi insidens demam reumatik adalahketepatan diagnosis dan pelaporan penyakit. Sampai sekarang belum tersedia uji spesifik yang tepat untuk menegakkan diagnosis demam reumatik akut. Terdapat kesanterdapatnya overdiagnosis demam reumatik, sehingga diharapkan dengan kriteriadiagnosis yang tepat, pengertian dan kemampuan untuk mengenal penyakit ini sertakesadaran para dokter untuk menanggulanginya merupakan hal yang sangat pentingdalam menurunkan insidens penyakit ini. 
TINJAUAN PUSTAKADefinisi
Demam reumatik merupakan penyakit peradangan akut yang dapat menyertai faringitisyang disebabkan oleh
Streptococcus beta hemolyticus
grup A
1
.
 Etiologi
Demam reumatik, seperti halnya dengan penyakit lain merupakan akibat interaksiindividu, penyebab penyakit dan faktor lingkungan
3
. Infeksi
Streptococcus betahemolyticus
grup A pada tenggorok selalu mendahului terjadinya demam reumatik, baik  pada serangan pertama maupun serangan ulangan
1,3,5,6
. Untuk menyebabkan serangandemam reumatik, Streptokokus grup A harus menyebabkan infeksi pada faring, bukanhanya kolonisasi superficial. Berbeda dengan glumeronefritis yang berhubungan denganinfeksi Streptococcus di kulit maupun di saluran napas, demam reumatik agaknya tidak  berhubungan dengan infeksi Streptococcus di kulit
3
.Hubungan etiologis antara kuman Streptococcus dengan demam reumatik diketahui daridata sebagai berikut:1.Pada sebagian besar kasus demam reumatik akut terdapat peninggian kadar antibodi terhadap Streptococcus atau dapat diisolasi kuman beta-Streptococcushemolyticus grup A, atau keduanya
3
.2.Insidens demam reumatik yang tinggi biasanya bersamaan dengan insidens oleh beta-Streptococcus hemolyticus grup A yang tinggi pula. Diperkirakan hanyasekitar 3% dari individu yang belum pernah menderita demam reumatik akanmenderita komplikasi ini setelah menderita faringitis Streptococcus yang tidak diobati
1,3
.3.Serangan ulang demam reumatik akan sangat menurun bila penderita mendapat pencegahan yang teratur dengan antibiotika. 
 
Faktor Predisposisi
Faktor Individu1. Faktor Genetik Banyak demam reumatik/penyakit jantung reumatik yang terjadi pada satu keluargamaupun pada anak-anak kembar. Karenanya diduga variasi genetik merupakan alasan penting mengapa hanya sebagian pasien yang terkena infeksi Streptococcus menderitademam reumatik, sedangkan cara penurunannya belum dapat dipastikan
1,3
.2. Jenis KelaminTidak didapatkan perbedaan insidens demam reumatik pada lelaki dan wanita
1,3
.Meskipun begitu, manifestasi tertentu mungkin lebih sering ditemukan pada salah satu jenis kelamin, misalnya gejala korea jauh lebih sering ditemukan pada wanita daripadalaki-laki. Kelainan katub sebagai gejala sisa penyakit jantung reumatik juga menunjukkan perbedaan jenis kelamin. Pada orang dewasa gejala sisa berupa stenosis mitral lebihsering ditemukan pada wanita, sedangkan insufisiensi aorta lebih sering ditemukan padalaki-laki
3
.3. Golongan Etnik dan RasBelum bisa dipastikan dengan jelas karena mungkin berbagai faktor lingkungan yang berbeda pada golongan etnik dan ras tertentu ikut berperan atau bahkan merupakan sebabyang sebenarnya. Yang telah dicatat dengan jelas ialah terjadinya stenosis mitral. Dinegara-negara barat umumnya stenosis mitral terjadi bertahun-tahun setelah serangan penyakit jantung reumatik akut. Tetapi data di India menunjukkan bahwa stenosis mitralorganik yang berat seringkali sudah terjadi dalam waktu yang relatif singkat, hanya 6 bulan-3 tahun setelah serangan pertama
3
.4. Umur Paling sering pada umur antara 5-15 tahun dengan puncak sekitar umur 8 tahun. Tidak  biasa ditemukan pada anak antara umur 3-5 tahun dan sangat jarang sebelum umur 3tahun atau setelah 20 tahun. Distribusi umur ini dikatakan sesuai dengan insidens infeksiStreptococcus pada anak usia sekolah
3
.5. Keadaan Gizi dan adanya penyakit lainBelum dapat ditentukan apakah merupakan faktor predisposisi. Hanya sudah diketahui bahwa penderita
 sickle cell anemia
jarang yang menderita demam reumatik/penyakit jantung reumatik 
3
. 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->