Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Impen-Impenan Sang Air

Impen-Impenan Sang Air

Ratings:
(0)
|Views: 5|Likes:
Naskah Teater
Naskah Teater

More info:

Published by: Alexander Agung Jan Merebean on Nov 28, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/27/2009

pdf

text

original

 
IMPEN-IMPENAN SANG AIR 
Karya : AyEx “TiLaR” Merebean
September 2007
Sekecil Apapun Peranmu Lakukanlah Dengan Sepenuh Hati”
Pembukaan
(setting di sebuah mata air)
Hai teman…Hai Sobat…, ijinkanku bercerita keadamu… Ijinkan kucurahkan apa yang menjadi beban jiwaku ini… agar sedikit kuterima sebentuk pembebasan jiwa dari cengkeraman cakar-cakar sang penguasa yang membuatku lama kelamaan tergila-gila masuk ke dalam tirani alam pikir dan alam nyata yang sungguh-sungguh tak kumengerti.Aku adalah sekumpulan air bersih sumber kehidupan bagi dunia ini…Aku hadir ke dunia ini, tercipta lewat tetesan embun pagi yang begitu menyejukkan…Aku terlahir dari butiran-butiran yang menetes dari mendung sang awan… jatuh satu persatu meneduhkan panas sang mentari…Menghilangkan dahaga ratusan juta jenis tumbuhan… hewan… dan juga manusia…Bagi mereka… akulah zat yang didewa-dewakan…Bagi mereka akulah pemenuh kebutuhan hidup mereka…Dan bagi mereka… akulah sumber hidup…Akulah dewa disaat mereka merasa haus…
 
Akulah dewi disaat mereka kekeringan…Dan bagiku… mereka adalah sahabat yang baik…Bagiku mereka adalah saudara yang begitu ramah yang dengan saksama menyambutkehadiranku di dunia ini…Sungguh suasana yang begitu menyenangkan hatiku…Keadaan penuh kedamaian…Santun… dan saling menghargai sangat terjaga diantara kami…Di saat aku tertawa…mereka juga tertawa penuh kebahagiaan…Di saat aku bersedih hati…merekapun menangis seturut dengan derita yang aku alami…Begitu indah kebersamaan dan selaras alur kehidupan kami saat itu…Hingga akhirnya…
(seorang ibu membuang sampah rumah tangga..)
Satu persatu…
(seorang petugas sampah membuang sampah ke air dan membuang puntung rokok keair)
Mereka…
(seorang memperagakan buang air besar ke air)
Mereka…
(orang demi seorang bergantian membuang sampah… padat…cair…cat..hinggaakhirnya oli)
 
Mereka mengkhianati semua kebaikan yang aku berikan…
Babak I
(setting dipinggir kali kering)
Pujangga
Duh…Gusti ingkang Murbaeng Dumadi…Mengapa langit malam ini terasa begitu tak bersahabat…Angin semribit yang begitu menusuk sumsum tulang…Bumi yang begitu lengang tak seperti biasanya…Akankah datang lagi sebuah petaka baru??Akankah murkamu hadir kembali untuk menghukum umatmu??
Suara
Wahai engkau manusia…Engkau bertanya tentang petaka??Tidak mengertikah kalian bahwa petaka hadir karena ulah kalian sendiri??Tidak sadarkah bahwa kehancuran berakar dari kalian sendiri??
Pujangga
Hei… siapakah engkau yang berani berkata seperti itu??Megapa perkataanmu serasa mengutuk??Adakah kesalahan kami sebagai manusia??

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->