• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 1
    CommentGo Back
Download
 
GEOGRAFI INDUSTRI
TAKE HOMESAHESTY ADRIANI106351400647
Soal 
1.
Bagaimana kebijakan dan strategi pembangunan industri di Indonesia?
2.
Bagaimana dampak industri terhadap kehidupan sosial budaya di suatu wilayah?
3.
Mengapa dilakukan klasterin atau pemusatan kegiatan industri?
4.
Bagaimana kaitan antara pembangunan/pengembangan industri dengan kemiskinan?
5.
Susun satu strategi penempatan lokasi industri yang mengoptimalkan keuntungan!
 Jawab
1.
Persaingan di era globalisasi mengarah pada semakin ketatnya persaingan di sektor industri. Daya saing tidak lagi dikatakan oleh keberadaan kekayaan alam, modal/asset berwujud melainkan juga berdasrkan kemampuan untuk melaksanakan perencanaan yangmatang, penguasaan pengetahuan dan teknologi dan pola, metode serta proses kerja yang berdaya dan berhasil guna. Karenanya pengembangan pembangunan industri nasional perlumemperhatikan dimensi pembangunan inovasi manajemen dan teknologi, pembangunaninfrastruktur ekonomi dan peningkatan kualitas SDM secara terpadu dengan komitmenseluruh pemangku kepentingan di sektor industri. Dengan demikian industri nasional kitamapu menawarkan produk yang berdaya saing tinggi, baik dari segi harga, kualitas,teknologi dan inovasi.Pembangunan industri kita menerapkan pendekatan resources based yang megedepankan pengmbangan kompetensi inti (core competency), arah kebijakan sektor industri Indonesiaadalah untuk mengembangkan dan memperkuat klaster industri yang menitikberatkan pada pengembangan industri kecil dan menengah, melalui pengembanganb kompetensi inti yangada di daerah.Pembangunan perananan industri kecil dan menengah IKM di sektor industri meupun dalam perekonomian nasional perlu dilakukan dengan memperkenalkan kondisi actual serta
 
mengantisipasi perkembangan ke depan. Ada beberapa langkah strategi pengembanganIndustri:
a.
Perkuatan program yang meliputi perkuatan program pengembangan 6 klaster IKM, program pengembangan IKM pendukung 10 klaster industri prioritas dan industri andalanmasa depan, program pengembangan IKM berbasis komoditi unggulan daerah, program pengembangan IKM di daerah tertinggal, perbatasan, pasca konflik dan bencana, program pendukung dan program pemecahan masalah actual. b.Perkuat SDM yang dilaksanaan bagi aparat Pembina/tenaga penyuluh perindustrianmaupun para pengusaha IKM melalui pemberian pelatihan manajemen dan teknik,magang, pendampingan bagiperusahaan IKM oleh konsultan, penciptaan konsultandiagnosis IKM, seminar, workshop dan studi banding.
c.
Perkuatan kelembaagaan yang dilaksanakan melalui pembentukan unit pendampinganlangsung UPL IKM di setiap provinsi, kabupaten/kota, di Indonesia.
d.
Perlakuan operasional pendampingan perusahaan dan sentra IKM melalui penyediaansarana dan dana operasional UPL IKM untuk pendampingan langsung perusahaan dansentra IKM oleh enagaPenyuluh Perindustrian, penggunaan pihak ketiga dalam pendampingan perusahaan dan sentra IKM.
e.
Perluasaan jejaring kerja melalui: (1) pembentukan forumklaster pada tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan dan sentra IKM di desa-desa; (2) produktivitas,teknologi pemanfaatan tenaga ahli baik dalam maupun luar negeri di bidang desain danmutu; (3) kerjasama dengan lembaga, perguruan tinggi, lembaga konsultasi, LSM danlain-lain; (4) fasilitasi aliasi strategis antar pengusaha/asosiasi IKM dengan mitranya didalam dan di luar negeri serta lembaga lainnya di luar dalam peningkatan bisnis dan dayasaing.f.Perkuatan anggaran untuk pembinaan IKM melalui pemanfaatan dana dari dalam meupunluar negeri dalam hal ini termasuk menggali dan memfasilitasi sumber-sumber  pembiayaan (investasi dan modal kerja) bagi perusahaan-perusahaan IKM sertakemudahan akses kepada sumber-sumber pembiayaan tersebut (perbankan dan NonBank)
 
2.
Di bidang sosial, industri dapat membawa perubahan dalam stratifikasi sosial daninteraksi sosial hal ini juga akan berpengaruh terhadap budayanya.Dampak industri terhadap kehidupan sosial budaya yang disebut sebagai dampak 
 psikososioekonomi,
dampak tersebut antara lain:a.Urbanisasi
Karena daya tarik industri: masyarakat desa yang semula bekerja di bidang pertanian berpindah bekerja di daerah industri.
Karena tidak berbekal keahlian yang memadai, maka hanya bisa menjadi tenagakerja atau buruh kasar 
Sebagai tenaga kasar, gajinya pas-pasan, dan hanya cukup untuk menyambunghidup.
Tempat tinggal juga seadanya, sehingga penataan tempat tinggal dan lingkungan juga seadanya, mengakibatkan lingkungan kumuh, kotor, tidak sedap dipandang,sehingga kualitas lingkungan hidup dan kenyamanan menurun.
Perpindahan masyarakat dari desa ke industri, mengakibatkan jumlah petanimenjadi berkurang, sehingga hasil panen juga berkurang, dan akhirnya masyarakatkekurangan stok bahan pangan. Di sisi lain kegiatan import beras merugikan kaum petani yang ada. Tetapi yang tersedia tidak mencukupi kebutuhan yang diperlukan. b.Perilaku
Saat masih tinggal di desa: hidup saling tolong menolong, gotong royong,hubungan satu dengan yang lain terjalin dengan baik. Suasana tenang dan damai didaerah pinggiran menjadikan manusia hidup tenteram, dan tidak diburu-buru waktu.
Setelah pindah ke kota: suasana kota yang selalu dikejar waktu, hiruk pikuk, bising, serta pemandangan alam yang tidak hijau lagi, menyebabkan manusiamenjadi stres dan tegang. Sehingga perilaku manusia yang semula ramah bersahabatmenjadi kasar, acuh tak acuh dan sangat individualisme.c.Kriminalitas
Kegiatan industri dan teknologi di pabrik memerlukan tenaga keahlian secarakhusus. Sehingga tenaga kerja yang tidak punya ijasah atau keahlian khusus sangatsulit untuk mendapatkan pekerjaan dengan layak.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...