Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
16Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Menjawab Tafsir Misoginis

Menjawab Tafsir Misoginis

Ratings: (0)|Views: 678 |Likes:
Published by Ar. Rezekian

More info:

Published by: Ar. Rezekian on Nov 28, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/22/2012

pdf

text

original

 
Menjawab Tafsir Misoginis (1)
Kajian masalah wanita, menjadi topik yang masih hangat, seiring dengan pembahasan hak-hak asasi manusia yang tidak hanya berimplikasi pada permasalahanwanita itu sendiri tetapi masuk dalam dataran politik, ekonomi, hukum bahkan berimbas pula pada pembahasan agama, termasuk Islam, hingga pada relung-relungkeyakinan pribadi pada setiap orang. Salah satu implikasi yang tidak terelakkanadalah isu ini berusaha membongkar dogma-dogma agama, menentang sebagian ayat-ayat al-Qur’an, menghujat hadis-hadis dan melawan setiap ide penerapan hukumIslam dengan alasan ketidaklayakan hukum itu dalam membentengi hak-hak wanita, bahkan jelas-jelas dianggap meminggirkan wanita.Para ahli sejarah telah sepakat bahwa Islam muncul di saat perempuan terderadalam puncak keteraniayaan, dimana hak untuk hidup, yang merupakan hak asasisetiap manusia tidak bisa mereka dapatkan. Fenomena semacam ini terus menggejalasampai Islam datang dengan membawa pesan-pesan Ilahi yang menyelamatkanmanusia dari alam kegelapan dan kehidupan hewani menuju cahaya dan kehidupaninsani. Pada saat itu pula islam mengangkat derajat perempuan dan melepaskan perempuan dari belenggu keteraniayaan. Islam telah mengangkat martabat perempuandengan memberikan hak-hak yang telah sekian lama terampas dari tangannya sertamenempatkannya secara adil.Tidak hanya sampai disitu, untuk mempermudah masyarakat Islam dalammerubah kultur jahili menuju kultur Islami, Tuhan pun menganugrahkan ana perempuan, Sayyidah Fathimah az-Zahra as, kepada utusan-Nya agar masyarakatmudah meniru dalam memandang dan berprilaku terhadap perempuan. Layaknyaskenario film yang berakhir dengan keindahan, datangnya Muhammad saw laksana pepatah “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang menjadi harapan RA Kartini. Artikelini mencoba menganalisa beberapa teks di dalam doktrin ajaran Islam yang seringdikaji dengan bebas sebagai senjata untuk menisbahkan sebab-sebab kemunduranwanita di dalam Islam. Dikarenakan teks-teks itu pula, budaya dominasi laki-laki atas perempuan terbentuk sejalan dengan keyakinan atas doktrin tersebut.Akar Permasalahan Tafsir MisoginisDi dalam kitab-kitab hadis dapat ditemukan beberap hadis yang notabene-nyamenyandang gelar sebagai salah satu sumber hukum Islam, tapi secara zahir telahmerendahkan derajat perempuan, seperti sabda Rasul saw: “Tidaklah aku tinggalkansetelahku bagi laki-laki fitnah yang lebih bahaya dari perempuan”.[1]“Sebesar-
 
 besarnya bala tentara setan adalah wanita, marah,…”[2]“Sesungguhnya perempuanimannya, akalnya,…adalah kurang…”[3]“Jauhilah bermusyawarah dengan perempuan karena pendapat dan tekadnya lemah…”[4] Semua itu dijadikan senjataoleh para musuh Islam untuk menyerang Islam. Lantas, apakah doktrin-doktrin agamatersebut menunjukkan adanya perbedaan substansi perempuan sebagaimana yangdipahami oleh orang awam? Kalau memang mempunyai maksud yang lain, lantas bagaimana kita menginterpretasi hadis-hadis tersebut? Apakah dengan metodetertentu makna yang lebih dalam dari teks tersebut dapat dipahami?Munculnya interpretasi bahwa Islam membenci dan merendahkan wanitaibarat sebuah penyakit kronis dan menahun dalam sejarah kehidupan manusia, yangtidak hanya dialami Islam tapi juga menimpa sekte, agama dan aliran kepercayaanlainnya. Jika kita analisa pokok permasalahannya, maka akan kita dapati bahwasebenarnya pemahaman ini muncul dikarenakan penafsiran secara dangkal terhadapsebuah doktrin agama dan sekte. Misalkan saja Islam, maka kita pun akan mengambilsecara sepenggal baik dari hadis ataupun al-Qur’an lantas menisbahkan kepada Islamdengan mengatakan, “Seperti inilah perempuan dalam prespektif Islam”.Penarikan kesimpulan semacam ini tidak dapat dibenarkan oleh akal. Kenapa?Jika kita benar-benar ingin mengetahui perempuan dalam prespektif Islam, maka kitaharus menelaah ajaran Islam itu sendiri dari sumber-sumbernya. Dengan kata lain,kita harus mengetahui apa yang dijadikan sumber dan tolok ukur dalam Islam. Kalauyang dijadikan sumber dalam Islam adalah al-Qur’an dan hadis, maka harus merujuk  pada kedua sumber tersebut dan menganalisanya, setelah itu baru dapat menarik kesimpulan dan mengatakan seperti inilah Islam memandang perempuan. Apakahdibenarkan dengan hanya melihat sebuah hadis yang belum jelas apakah hadistersebut memenuhi standar atau tidak, legal atau tidak, lalu kita to the pointmengambil kesimpulan dan mengatakan, “Seperti inilah Islam memandang perempuan!”Misoginis, Sebuah DefinisiMisoginis seperti kebanyakan istilah ilmiah yang lainnya (seperti feminis, humanis,liberalis dll) merupakan istilah yang berasal dari bahasa Inggris. Oleh karena itu,untuk mengetahui definisi istilah tersebut kita harus merujuk ke dalam kamus bahasaaslinya. Dalam kamus bahasa Inggris misoginis berasal dari kata “misogyny” yang berarti ”kebencian terhadap wanita”.[5] Dalam kamus ilmiah popular terdapat tiga
 
ungkapan yaitu: “misoginberarti: benci akan perempuan, membenci perempuan,“misogini” berarti, “benci akan perempuan, perasaan benci akan perempuan” sedang“misoginisartinya “laki-laki yang benci kepada perempuan”. Namun secaraterminologi istilah misoginis juga digunakan untuk doktrin-doktrin sebuah aliran pemikiran yang secara zahir memojokkan dan merendahkan derajat perempuan,seperti yang terdapat dalam beberapa teks hadis di atas.[6]Menjawab Tafsir MisoginisDalam makalah ini hanya akan dibatasi analisis beberapa teks hadiskontroversial sebagai berikut: Sesungguhnya perempuan imannya, akalnya …adalahkurang.[7]Jauhilah bermusyawarah dengan perempuan karena pendapat dan tekadnyalemah…[8]Apakah teks-teks seperti di atas menunjukkan kekurangan perempuansecara eksistensial? Jika teks-teks tersebut menunjukkan kekurangan eksistensial perempuan, lantas bagaimana halnya dengan pribadi-pribadi seperti Maryam as danAsyiah as, dimana Allah swt telah memuji mereka dalam al-Qur’an. Atau juga sepertisosok Khadijah as, dan Fathimah Zahra as dimana Allah swt telah memuji merekamelalui Rasul-Nya, dsb. yang merupakan manusia sempurna (insan kamil)? Padahal,konsekuensi sebagai manusia sempurna bukankah berarti akal dan iman mereka harussempurna juga?Untuk menjawab pertanyaan di atas terdapat beberapa langkah yang harusdilalui: Pertama, menganalisa sanad hadis tersebut, apakah memenuhi standar legalyang diperlukan atau tidak? Jika ternyata dari sisi sanad tidak terdapat masalah,lanjutkan dengan langkah berikutnya. Kedua, harus memahami muatan hadis tersebut.Untuk memahami muatan teks suatu hadis, terutama seperti hadis di atas, kita harusmelihat semua teks-teks hadis yang berkaitan dengannya. Apakah ada pertentangan diantara hadis-hadis tersebut atau tidak? Ketiga, melihat situasi dan kondisi ketikariwayat tersebut disampaikan oleh perawi hadis, sehingga dapat lebih mudahmemahaminya. Inilah langkah-langkah umum untuk memahami hadis dengan benar.Kembali kepada hadis di atas, benarkah dispensasi pada masa haidmenyebabkan kekurangan iman? Berkenaan dengan kekurangan iman perempuan,terdapat tiga hadis yang menggunakan ungkapan: “memiliki kekurangan dankelemahan dari sisi agama”, dan dalam satu riwayat lain menggunakan ungkapan“memiliki kekurangan dari sisi iman”. Sedang maksud dari kekurangan sisi agama disini adalah berkurangnya taklif (kewajiban syar’i) dimana hal ini sama sekali tidak 

Activity (16)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nadia Edelwais liked this
faradibs liked this
Syarif Hidayat liked this
Achmad Idris liked this
kasykul liked this
basthoni liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->