diplomatik yang diberkan kepada Israel untuk kepentingan Masjid al Aqsha.“Apa yang terjadi jika sebaliknya, warga Arab menangkap warga Yahudi yang hendak beribadah di dekat sinagog, mungkin kami akan melihat pertunjukan yang lain,” tegasHasan Khater.Peristiwa penyerbuan al Aqsha adalah rangkaian aksi Zionis Israel untuk melengkapi penggalian yang sudah dimulai sejak 1957. Pemerintahan Israel, jika memang benar mentaati peraturan internasional tentang kota suci Yerusalem, tentu tak akanmembiarkan. Mereka tahu, dan dengan sengaja membiarkan kelompok Yahudi radikalmelakukan provokasi terhadap kaum Muslimin tentang Masjid al Aqsha.Sampai hari ini, dua orang jamaah Masjid al Aqsha masih berada di rumah sakit karenaluka yang sangat serius. Salah satu matanya tertembus peluru karet yang digunakantentara Israel. Seorang yang lain, pemuda belasan tahun yang terluka kepalanya karenagranat asap yang ditembakkan oleh polisi Israel.Hari itu, sekitar 70 polisi Israel menyerbu masuk ke Masjid al Aqsha, mereka bahkanmasuk ke masjid dan menyeret jamaah yang sedang beribadah. Mahmoud Abu Atta,salah seorang saksi mata penyerangan polisi Israel ke dalam Masjid al Aqshamengatakan, “Dengan mata kepala saya sendiri, saya menyaksikan mereka menyeret para pemuda dan memukuli mereka tanpa ampun.”Pertempuran terus merembet ke pintu Babul Majlis. Polisi Israel menyerang ratusan jamaah yang sedang berada di dalam kompleks masjid. Bahkan mereka menganiayaAbduladzim Salhab, Ketua Dewan Pertimbangan Muslim saat berusaha memasukiMasjid al Aqsha. Semua pintu masuk al Aqsha kini telah dijaga oleh polisi Israel,termasul Babul Asbat. Dan pemerintahan Israel menerbitkan surat larangan memasukiMasjid al Aqsha.Tak hanya Salhab, Israel juga melarang masuk Syaikh Ikrima Sabri ke dalam Masjid alAqsha yang selama ini dipimpinnya. Hatim Abdulqadir, anggota dewan legislatif Palestina juga mendapat larangan yang sama.“Situasi perang setelah kasus penyerbuan dan pelarangan memasuki al Aqsha bisa terjadikapan saja,” ujar Syaikh Ikrima.“Wahai kaum Muslimin, secara terus menerus kami menyeru kepada kalian untuk menyelamatkan Masjid al Aqsha. Menjaga masjid yang suci ini, bukan saja tanggung jawab kaum Muslimin di Palestina. Masjid al Aqsha juga menjadi tanggung jawabseluruh kaum Muslimin di seluruh dunia. Kaum Muslimin di seluruh dunia harus pedulidengan Masjid al Aqsha dari rencana setan Zionis yang ingin menghancurkannya,” ujar Syaikh Ikrima menyeru.Kaum Muslimin di seluruh dunia harus memainkan peranannya masing-masing untuk menjaga Masjid al Aqsha.
Leave a Comment