• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
 ROBOHNYA AL-AQSA
Masjidil Aqsha digali dan terowongan panjang sedang dibangun Zionis Yahudi, itu sudahcerita lama. Tapi hari ini, masjid yang pernah menjadi kiblat pertama kaum Muslimin itu,diambung keruntuhan. Temboknya rusak. Lantainya runtuh. Bangunannya retak-retak disegala penjuru. Pada Ahad, (25/10), tentara Israel masuk menyerbu. Menembaki jamaahdengan peluru karet dan gas air mata. Lengkap sudah penderitaan Masjid al Aqsha dan jamaahnya.Sebagai usaha membela diri, para pemuda di dalam Masjid al Aqsha melempari batu,menumpahkan minyak dan menghalau tentara Israel yang hendak menyerbu. TentaraIsrael kian represif. Polisi Israel menambah pasukan. Keputusan sudah dikeluarkan. Tak ada yang boleh masuk ke al Aqsha. Jamaah yang sudah di dalam, tak ada satupun yang boleh keluar.Demonstrasi lebih besar pecah. Tujuan utamanya, membebaskan al Aqsha dari tentaraIsrael yang sampai hari ini masih menguasai sudut-sudut masjid yang menjadi tempatsuci ketiga bagi kaum Muslimin di seluruh dunia. Pemuda-pemuda Palestina, berjaga digang-gang di sekitar Masjid al Aqsha sambil sesekali melontarkan batu pada pasukanIsrael yang bersenjata lengkap.Sejak awal tahun, provokasi warga Yahudi di sekitar kompleks Masjid al Aqsha sudahterjadi. Pada bulan Februari 2009 misalnya, pihak otoritas Israel mengizinkanserombongan turis yang mengaku dari Eropa untuk memasuki Masjid al Aqsha. Para turisini berpakaian terbuka dan tidak pantas memasuki masjid dengan pengawalan aparatkeamanan Israel yang bersenjata (9/2).Banyak yang meyakini, kelompok yang mengaku sebagai turis ini sebenarnya wargaIsrael sendiri yang dimobilisasi untuk memasuki Masjid al Aqsha. Tapi hari itu, para pemimpin dan imam Masjid al Aqsha berhasil meredam reaksi kaum Muslimin agar tetapterkendali.Tapi nampaknya, tak perlu waktu lama Israel kembali melakukan provokasi. Pada bulanMaret 2009, sekelompok pemuda-pemuda Yahudi menyerbu memasuki kompleks Masjidal Aqsha. Jamaah yang hari itu berada di sekitar masjid melakukan perlawanan, tapisyukurnya para pemimpin lembaga waqaf al Aqsha berhasil meredam emosi jamaah.Belakangan diketahui bahwa beberapa di antara para penyerbu ini berasal dari kelompok Zionis esktrem yang kedapatan membawa bahan peledak dengan maksud menghancurkanMasjid al Aqsha.Mereka masuk melalui pintu al Maqharibi, sambil berjalan kelompok ini melakukanritual agama Yahudi menuju pintu ar Rahmah dan terus mengarah ke Qubbah ashShakhrah. Beberapa di antara mereka berusaha masuk ke Qubbah ash Shakhrah, tapi berhasil dicegah oleh penjaga. Nampaknya, di kalangan masyarakat Zionis Israel sudah terjadi ekskalasi dan agitasi
 
tentang pembangunan Kuil Sulaiman atau Solomon Temple yang mereka percayai beradadi bawah kompleks Masjid al Aqsha. Oleh pihak-pihak tertentu, mereka dibakar denganketerangan dan pernyataan yang memprovokasi tentang Solomon Temple dankebangkitan kaum Yahudi.Tak hanya menerobos masuk ke dalam kompleks Masjid al Aqsha, aparat keamananIsrael juga menangkap Syaikh Ikrima Sabri, Mufti Yerusalem yang juga imam besar Masjidil Aqsha. Syaikh Sabri diinterograsi lebih dari empat jam pada bulan September 2009.Syaikh Sabri ditangkap dengan alasan melindungi para demonstran yang memasukimasjid dan menyembunyikan mereka di dalam bangunan masjid. Dalam prosesinterograsi tersebut, Syaikh Sabri ditekan agar tidak memberikan keterangan apapunkepada pers lokal, nasional atau internasional.Provokasi terakhir yang terjadi untuk mematangkan situasi merebut al Aqsha, akhir bulanOktober lalu (25/10), sekelompok Yahudi radikal dengan dikawal oleh polisi menyerbumasuk ke kompleks Masjid al Aqsha. Kelompok Yahudi radikal ini rencana akanmenggelar upacara dan ritual di Hari Temple Mount. Tak hanya didukung oleh polisiIsrael, kelompok radikal ini juga di back up oleh para politisi Zionis garis kanan.Dalam penyerangan ini, jamaah di Masjid al Aqsha yang membertahankan masjid danmemberikan perlawanan mengalami luka-luka akibat serangan polisi. Sedikitnya 40orang dikabarkan terluka dan 15 lainnya ditangkap oleh polisi Israel. Sebelum melakukanserangannya ke Al Aqsha untuk merayakan Temple Mount Day, kelompok Yahudiradikal ini menyebarkan pengumuman dan memobilisasi massa agar melakukan penyerangan ke al Aqsha.Peningkatan intensitas penyerangan al Aqsha pada tahun ini, nampaknya juga tidak terlepas dari sinyal lampu hijau yang diberikan oleh Amerika. Dr Hasan Khater, SekjenKomite Islam dan Kristen di Yerusalem mengatakan, nampaknya Benjamin Netanyahusudah mendapatkan izin dari Amerika untuk terus melakukan kekerasan di Yerusalemdan tempat-tempat suci di kota tersebut.“Pembiaran yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap perkembangan hari demi haridi Yerusalem yang semakin buruk adalah bukti tidak adanya itikad baik dan tidak ada pembuktikan pernyataan Presiden Barack Obama,ujar Hasan Khater.Komite Islam Kristen di Yerusalem ini juga mencatat, sudah hampir sepekan lebih alAqsha dikepung oleh pasukan bersenjata Israel, mereka memasuki al Aqsha, menangkapi para jamaah yang hendak beribadah, menyerang perempuan dan anak-anak yang beradadi sekitar masjid, tapi tidak ada yang melakukan intervensi ditingkat internasional.Barangkali, pernyataan Hasan Khater yang juga mewakili masyarakat Kristen diYerusalem ini juga menyindir pemerintahan Indonesia yang memimpin masyarakatMuslim terbesar di dunia. Sampai detik ini tidak ada intervensi ataupun tekanan
 
diplomatik yang diberkan kepada Israel untuk kepentingan Masjid al Aqsha.“Apa yang terjadi jika sebaliknya, warga Arab menangkap warga Yahudi yang hendak  beribadah di dekat sinagog, mungkin kami akan melihat pertunjukan yang lain,” tegasHasan Khater.Peristiwa penyerbuan al Aqsha adalah rangkaian aksi Zionis Israel untuk melengkapi penggalian yang sudah dimulai sejak 1957. Pemerintahan Israel, jika memang benar mentaati peraturan internasional tentang kota suci Yerusalem, tentu tak akanmembiarkan. Mereka tahu, dan dengan sengaja membiarkan kelompok Yahudi radikalmelakukan provokasi terhadap kaum Muslimin tentang Masjid al Aqsha.Sampai hari ini, dua orang jamaah Masjid al Aqsha masih berada di rumah sakit karenaluka yang sangat serius. Salah satu matanya tertembus peluru karet yang digunakantentara Israel. Seorang yang lain, pemuda belasan tahun yang terluka kepalanya karenagranat asap yang ditembakkan oleh polisi Israel.Hari itu, sekitar 70 polisi Israel menyerbu masuk ke Masjid al Aqsha, mereka bahkanmasuk ke masjid dan menyeret jamaah yang sedang beribadah. Mahmoud Abu Atta,salah seorang saksi mata penyerangan polisi Israel ke dalam Masjid al Aqshamengatakan, “Dengan mata kepala saya sendiri, saya menyaksikan mereka menyeret para pemuda dan memukuli mereka tanpa ampun.Pertempuran terus merembet ke pintu Babul Majlis. Polisi Israel menyerang ratusan jamaah yang sedang berada di dalam kompleks masjid. Bahkan mereka menganiayaAbduladzim Salhab, Ketua Dewan Pertimbangan Muslim saat berusaha memasukiMasjid al Aqsha. Semua pintu masuk al Aqsha kini telah dijaga oleh polisi Israel,termasul Babul Asbat. Dan pemerintahan Israel menerbitkan surat larangan memasukiMasjid al Aqsha.Tak hanya Salhab, Israel juga melarang masuk Syaikh Ikrima Sabri ke dalam Masjid alAqsha yang selama ini dipimpinnya. Hatim Abdulqadir, anggota dewan legislatiPalestina juga mendapat larangan yang sama.“Situasi perang setelah kasus penyerbuan dan pelarangan memasuki al Aqsha bisa terjadikapan saja,ujar Syaikh Ikrima.“Wahai kaum Muslimin, secara terus menerus kami menyeru kepada kalian untuk menyelamatkan Masjid al Aqsha. Menjaga masjid yang suci ini, bukan saja tanggung jawab kaum Muslimin di Palestina. Masjid al Aqsha juga menjadi tanggung jawabseluruh kaum Muslimin di seluruh dunia. Kaum Muslimin di seluruh dunia harus pedulidengan Masjid al Aqsha dari rencana setan Zionis yang ingin menghancurkannya,ujar Syaikh Ikrima menyeru.Kaum Muslimin di seluruh dunia harus memainkan peranannya masing-masing untuk menjaga Masjid al Aqsha.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...