Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Acara Kebudayaan Di Provinsi Maluku

Acara Kebudayaan Di Provinsi Maluku

Ratings: (0)|Views: 1,846 |Likes:

More info:

Published by: Wulan Wahyu Eganingrum on Nov 29, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2013

pdf

text

original

 
Acara Kebudayaan Di Provinsi Maluku
 
ACARA ADAT “ANTAR SONTONG”Antar Sotong yaitu para nelayan berkumpul menggunakan perahu dan lenterauntuk mengundang cumi-cumi dari dasar laut mengikuti cahaya lentera merekamenuju tepi pantai dimana masyarakat sudah menunggu untuk menciduk merekadari lautPUKUL MANYAPUPukul Manyapu adalah acara adat/tahunan yang di lakukaan di Desa Mamala-Morela, yang biasanya dilakukan pada hari ke-7 Setelah hari Raya Idul Fitri
Perdagangan Rempah
 Propinsi Maluku, satu dari 32 Provinsi di Indonesia terletak dibagian timur. Provinsi ini dikenaldi seluruh dunia sebagai kepulauan rempah-rempah karena rempah-rempah yang dimilikinyadimasa silam yang membuat banyak bangsa-bangsa datang, bahkan sampai menjajah karenaingin memonopoli perdagangan dunia rempah-rempah tersebut. Terdapat penerbangan langsungsetiap hari ke Ambon, ibu Provinsi dari Jakarta, Surabay, Makasar, Manado, disamping kapallaut milik perusahaan Pelni.Maluku memiliki banyak objek dan daya tarik wisata, alam, budaya, sejarah, dan atraksi wisatalainnya. Maluku memiliki cukap fasilitas pariwisata untuk wisatawan. Ada 8 buah hotel bintang1 sampai bintang 3, restoran/rumah makan, biro perjalanan, toko suvenir, kantor telepon/wartel,kantor pos, rumah sakit/puskesmas, perpustakaan nasional/privat, hiburan umum.Pada awal abad ke-7 pelaut-pelaut dari daratan Cina, khususnya pada zaman Dinasti Tang, kerapmengunjungi Maluku untuk mencari rempah-rempah. Karena cengkih hanya terdapat di Malukusaat itu, maka mereka sengaja merahasiakannya selama berabad-abad untuk mencegahdatangnya bangsa lain ke daerah ini, sebuah daerah yang dicatat sebagai Mi Li Ku.Pada abad ke-9 pedagang Arab berhasil menemukan Maluku setelah mengarungi SamudraHindia. Para pedagang ini kemudian menguasai pasar eropah melalui kota-kota pelabuhan sepertiKonstatinopel. Pada abad ke-14, adalah Merupakan masa perdagangan rempah-rempah Timur-Tengah yang membawa agama Islam masuk ke Kepulauan Maluku melalui pelabuhan-pelabuhanAceh, Malaka, dan Gresik, antara 1300 sampai 1400.Pada abad ke-12 wilayah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya meliputi Kepulauan Maluku. Pada awalabad ke-14 Kerajaan Majapahit menguasai seluruh wilayah laut Asia Tenggara. Pada waktu itu para pedagang dari Jawa memonopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku.Dimasa Dinas Ming (1368 – 1643), rempah-rempah dari Maluku diperkenalkan dalam berbagaikarya seni dan sejarah. Dalam sebuah lukisan karya W.P Groeneveldt yang berjudul GunungDupa, Maluku digambarkan sebagai wilayah bergunung-gunung yang hijau dan dipenuhi pohoncengkih - sebuah oase ditengah laut sebelah tenggara. Marco Polo juga menggambarkan perdagangan cengkih di Maluku dalam kunjungannya di Sumatra.
Potensi Wisata
 
 
KOTA AMBONTempayan Setan dan Peninggalan Megalit di SoyaSalah satu perjalanan wisata di pulau Ambon yang sangat menarik adalah perjalanan ke puncak gunung Sirimau untuk melihat salah satu fenomena legenda yang spektakuler yaitu “TempayanSetan”. Memang diakui bahwa sudah tidak banyak orang di kota Ambon yang teringat lagi akankesaktian daripada tempayan ini. Untuk mencapai lokasi ini para turis dapat menempuhnyadengan mobil sampai ke gereja Soya, kemudian berjalan kaki sambil sedikit “hiking” sampai ke puncak gunung. Walaupun agak melelahkan, namun semilir angin sepoi-sepoi sungguh terasanikmat dan menyejukkan badan serta pemandangan ke teluk Ambon menyadarkan kita betapaindahnya ciptaan Tuhan.Tempayan setan ini “……… yang selalu berisi air, walaupun tra hujan………..” demikianlah bunyi syair sebuah lagu kenangan dengan judul Sirimau. Air ini mengandung khasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit, membuat awet muda dan mengusir roh-roh jahat. Percayaataupun tidak, namun keampuhan air yang selalu ada di dalam tempayan ini sudah sering teruji.Di kawasan Soya di Atas ini juga terdapat peninggalan sejarah lainnya berupa batu-batu megalit,yaitu yang merpakan tempat pertemuan para leluhur ketika hendak melakukan musyawarah adat.Monumen Peringatan RumphiusGeorge Everhard Rumphius, seorang peneliti keturunan Jerman, warga negara Belanda di bidangfuana dan flora yang pernah tinggal di Ambon antara tahun 1660-1670. Ia mengadakan penelitian di desa Hila semenanjung Leihitu dan tinggal di samping Benteng Amsterdam.Salah satu karyanya yang terbesar adalah sebuah buku yang berjudul “Het AmbonschKruidboek” (Buku Rempah-Rempah Ambon). Buku ini menguraikan secara ilmiah tentangtumbuh-tumbuhan yang ada di Maluku. Selain buku ini Rumphius juga menulis berbagai bukulainnya. Ia menikahi seorang perempuan suku Ambon, tetapi kehilangan istri dan anak  perempuannya dalam suatu gempa bumi besar yang mengguncang pulau Ambon. Akibat penyakit katarak yang dideritanya akhirnya Rumphius menjadi buta, namun itu tidak menghalanginya untuk terus berkarya. Karya-karya tulisnya yang sempat terbakar ketika Ambondilalap si jago merah, dia tulis kembali dengan bantuan putranya yang bernama Paulus Rumphiusserta beberapa orang pelukis yang khusus didatangkan oleh pemerintah Belanda untuk membantu Rumphius dalam menyelesaikan karyanya. Dahulu rumahnya berada di jalan yangsekarang dikenal sebagai jalan Pattimura. Tugu untuk memperingatinya dibangun di halamanSMA Xaverius Ambon di jalan Raya Pattimura.Pantai HukurilaPantai Hukurila terletak di desa Hukurila kec Sirimau dan dapat ditempuh dengan kendaraanangkutan umum jurusan Hukurila atau dengan angkutan pribadi. Pantainya berbatu halus dan bulat dan sangat baik untuk berjalan di atasnya dengan bertelanjang kaki. Laut Hukurila sangatdikenal dengan kekayaan hayati lautnya berupa rumput laut yang bernilai tinggi dan jugaterumbu karang yang beraneka ragam dengan berbagai jenis ikan, sehingga sangat ideal untuk  berenang, snorkeling dan juga merupakan salah satu titik penyelaman yang sangat disukai oleh para penyelam. Pantai ini juga merupakan titik untuk melakukan kegiatan memancing dan sangatindah apabila matahari terbit. Selain wisata bahari di desa Hukurila juga dapat ditemukan obyek wisata sejarah dan air terjun. Di Hukurila ada 2 buah air terjun, yang pertama setinggi 3 meter dan yang lainnya kurangh lebih 15 meter. Lokasi air terjun ini berada di perbatasan desaHukurila dan desa Ema.Benteng VictoriaBenteng ini dibangun pada tahun 1575 oleh Portugis. Awalnya seorang panglima Portugis tiba di pantai Honipopu yang masih petuanan Soya. Ketika dipertemukan dengan Raja Soya sang
 
 panglima mengajukan permintaan agar diizinkan memiliki sebidang tanah yang luasnya tidak lebih dari selembar “kulit sapi”. Permintaan tersebut dikabulkan oleh raja Soya karena dianggaptidak memberatkan.Sang panglima mengambil selembar kulit sapi yang masih utuh, lalu menjadikannya potongan- potongan kecil. Kemudian menyebarkannya potongan kulit sapi itu hingga menutupi sebidangtanah dari pantai Honipopu hingga kaki bukit Soya.Batu pertama dari benteng di pantai Honipopu diletakkan oleh seorang panglima armadaPortugis di perairan Maluku, Sancho de Vasconcalos, pada tanggal 23 Maret 1575 dan dalamwaktu 3 bulan tembok dan menara-menaranya telah dibangun lengkap dengan sejumlah rumah didalamnya dan langsung diberi nama “Nossa Senhora da Anunciada”. Nama itu berkaitan dengansaat peletakan batu pertama yang bertepatan dengan peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus.Tetapi di kalangan penduduk pulau Ambon beteng tersebut lebih dikenal dengan sebutan “KotaLaha” yang berarti benteng (kota) di teluk (Laha).Benteng ini dikuasai Portugis selama sekitar 30 tahun hingga pada tanggal 23 Maret 1605 benteng ini jatuh ke tangan VOC tanpa pertempuran. Namun baru pada tahun 1614 bentengtersebut berganti nama menjadi “Victoria” (kemenangan) sebagai peringatan atas kemenanganBelanda atas Portugis.Hingga sekarang pintu gerbangnya yang menghadap ke laut, prasasti. monogram dengan tulisanBelanda dan sebagian temboknya yang tebal di bagian timur dan utara masih ada, walupun sudahdihimpit oleh perumahan penduduk. Dewasa ini berada dibawah kekuasaan militer dan menjadimarkas detasemen kaveleri, sehingga diperlukan surat izin khusus untuk mengunjunginya.Gunung NonaGunung Nona adalah sebuah gunung dengan ketinggian 700 meter di atas permukaan laut.Tempat ini cocok bagi mereka yang gemar hiking dan menikmati alam dengan pemandanganlepas ke laut Banda maupun Kota dan Teluk Ambon. Di Gunung Nona didirikan Stasiun danmenara TVRI, stasiun RCTI, SCTV serta fasilitas keselamatan penerbangan. Ada sebuah legendayang mengisahkan tentang Gunung Nona yang ada kaitannya dengan Batu Capeu dan sebagiandaerah Kudamati. Dahulu kala ada seorang putri cantik yang datang dari tempat yang jauh. Putriitu menunggang seekor kuda sambil mengenakan sebuah topi (capeu). Ia hendak ke puncak gunung dengan tujuan untuk menikmati pemandangan. Karena terus dipacu maka akhirnyakudanya mati di suatu tempat yang kini disebut Kudamati. Sang putri terus melanjutkan perjalanannya sambil berjalan kaki. Akhirnya dia tiba di puncak gunung. Karena angin bertiupkencang maka topinya tertiup angin dan akhirnya jatuh di suatu tempat di tepi pantai teluk Ambon. Topinya itu berubah menjadi sebuah batu yang kini dikenal dengan julukan “batucapeu” (capeu/chapeau berarti topi). Oleh karena putri itu sangat kelelahan maka ia tak dapat lagimengejar topinya yang terbawa angin dan kabarnya putri itu tidak pernah kembali bahkan ada berita bahwa ia telah meninggal dunia di atas gunung tersebut. Akhirnya masyarakat menamakangunung itu Gunung Nona.Makam Joseph KamMakam Josep Kam terletak di halaman gereja Joseph Kam di bekas pekuburan Belakang Soya.Joseph Kam dikenal dengan julukan Rasul Maluku. Pada tahun 1815 Joseph Kam tiba di Ambonsebagai salah seorang rohaniawan yang diutus oleh Belanda ke Ambon. Pada saat itu ia berumur 45 tahun dan ia merupakan satu-satunya pendeta di wilayah Maluku, bahkan di seluruh IndonesiaTimur. Pada tahun 1815-1816 ia mengadakan perjalanan pemberitaan firman dan mengadakan pelajaran rohani dan membuka perkumpulan-perkumpulan doa sehingga orang-orang yang sudah beragama Krsiten dapat berkumpul. Ini merupakan salah satu alat baginya untuk membangunkembali gereja di Maluku.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->