Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
53Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
tradisional

tradisional

Ratings: (0)|Views: 7,676 |Likes:
Published by yonkie11

More info:

Published by: yonkie11 on Nov 29, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/22/2013

pdf

text

original

 
MUSIK TRADISIONAL NUSANTARAIndonesia sebagai negara kepulauan memiliki alat-alat musik dan budaya yang beraneka ragam yang disebut musik daerah. Musik daerah adalah musik yang lahir dari budaya daerah dan diwariskan secara turun temurun yang secara umum disebutmusik tradisional. Oleh karena itu alat musik maupun lagunya menjadi sifat unsur kesederhanaan dan kedaerahan.Alat musik tradisional Nusantara dapat dikelompokkan menjadi 4 jenis sesuai denganfungsi pengelompokannya, antara lain:1. Chordophone : Instrumen yang sumber bunyinya berasal dari dawai. Contoh:Sasando, Siter/Rebab, Celempung, dll.2. Aerophone : Instrumen yang sumber bunyinya berasal dari udara yang di tiup.Contoh: Seruling, Kledi, dll.3. Membranophone : Instrumen yang sumber bunyinya berasal dari kulit membran.Contoh: Kendang, Ketipung, dll4. Idiophone : Instrumen yang sumber bunyinya berasal dari alat itu sendiri. Contoh:Gong, Saron, Bonang dllBerikut ini beberapa nama-nama alat musik tradisional beserta lagu daerah khas adatkebudayaan Nusantara sesuai dengan daerahnya:
a.
 Propinsi Sumatera Utara / Sumut 
Alat Musik Tradisional : Arumba, Doli-doli, Druri dana, Faritia, Garantung, Gonrang,Hapetan,, Aramba (Gong) Terbuat dari bahan kuningan. Dipergunakan pada saat ada upacara besar (Owasa), pesta pernikahan dsb. Tinggi 13,5 cm, tebal 0,5cm dengan diameter 44 cm.
 
Faritia (canang) Terbuat dari bahan kuningan. Dipergunakan pada saatada upacara besar (Owasa), pesta pernikahan dsb. Tinggi 8,5, cm, tebal 0,4 cm dengandiameter 26 cm.Göndra (gendang) Terbuat dari batang pohon besar yang bulatyang telah dikeruk bagian dalamnya, hingga tembus sampai ke ujung sebelah.Kemudian, kedua sisinya ditutup dengan kulit kambing, diikat dengan rotan disekeliling pinggirnya. Dipergunakan pada upacara besar (Owasa), pesta pernikahandsb.Arama / faritia , Alat musik gesek. Panjang 25,2 cm, Tinggi 96 cm,tebal 1,3 cm dengan diameter14,8 cm.Alat musik pukul, gesek, tiup dan petik juga terdapat di Nias. Alat-alat musik tersebutdibunyikan pada saat pesta. Pada upacara kebesaran, pesta perkawinan dan kematian,Aramba (Gong), Faritia (canang) dan Göndra (gendang), Fondrahi/tutu (tambur)dibunyikan berhari-hari sebelum pesta berlangsung agar masyarakat dan desa tetanggamendengarnya. Alat musik Lagia, Ndruri, Doli-doli (adalah alat musik yang seperti bambu yang ditiup atau di hasapi), dan Surune sering dibunyikan oleh masyarakat pada saat mereka sedang santai, kesepian atau sedih agar mereka dapat terhibur.Di Nias Selatan, selain pada upacara kebesaran (Fa’ulu), pada upacara kematianseorang bangsawan yang dihormati, gong dan gendang juga dibunyikan. Sementara pada upacara pemujaan dewa-dewa, para pemuka agama kuno (Ere) selalumembunyikan Fondrahi sambil mengucapkan mantra-mantra tertentu dalam bentuk syair atau pantun (Hoho).
 
Lagu Daerah : Say Selamat Masineger, Leleng Ma Hupaima Ima, Dago Inang Sarge,Madedek Magambiri, Meriam Tomong, Sigulempong, Rambadia, Sinanggar Tulo,Piso Surit, dll.
Jenis-Jenis Alat Musik Di NAD (Aceh)Arbab
Instrumen ini terdiri dari 2 bagian yaitu Arbabnya sendiri (instrumen induknya) dan penggeseknya (stryk stock) dalam bahasa daerah disebut : Go Arab. Instrumen inimemakai bahan : tempurung kelapa, kulit kambing, kayu dan dawai.Musik Arbab pernah berkembang di daerah Pidie, Aceh Besar dan Aceh Barat. Arbabini dipertunjukkan pada acara-acara keramaian rakyat, seperti hiburan rakyat, pasar malam dsb. Sekarang ini tidak pernah dijumpai kesenian ini, diperkirakan sudah mulai punah. Terakhir kesenian ini dapat dilihat pada zaman pemerintahan Belanda dan pendudukan Jepang.
Bangsi Alas
Bangsi Alas adalah sejenis isntrumen tiup dari bambu yang dijumpai di daerah Alas,Kabupeten Aceh Tenggara. Secara tradisional pembuatan Bangsi dikaitkan denganadanya orang meninggal dunia di kampung/desa tempat Bangsi dibuat. Apabiladiketahui ada seorang meninggal dunia, Bangsi yang telah siap dibuat sengajadihanyutkan disungai. Setelah diikuti terus sampai Bangsi tersebut diambil oleh anak-anak, kemudian Bangsi yang telah di ambil anak-anak tadi dirampas lagi oleh pembuatnya dari tangan anak-anak yang mengambilnya. Bangsi inilah nantinya yangakan dipakai sebagai Bangsi yang merdu suaranya. Ada juga Bangsi kepunyaan orangkaya yang sering dibungkus dengan perak atau suasa.
Rapai
Rapai terbuat dari bahan dasar berupa kayu dan kulit binatang. Bentuknya sepertirebana dengan warna dasar hitam dan kuning muda. Sejenis instrumen musik pukul(percussi) yang berfungsi pengiring kesenian tradisional.Rapai ini banyak jenisnya : Rapai Pasee (Rapai gantung), Rapai Daboih, RapaiGeurimpheng (rapai macam), Rapai Pulot dan Rapai Anak.

Activity (53)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Md Saiful Hafiz liked this
Cean Kho liked this
Anna Celly Cupzt liked this
Hartono Tony liked this
Vina Astriani liked this
Pink Mela liked this
Resty Meirina II liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->