Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
JUDUL MAKALAHPENERAPAN MATEMATIKA DALAM PELAJARAN FISIKA
OlehSteven Day DumanauwNIM: 09725045
JURUSAN PENDIDIKAN SAINSFAKULTAS PASCA SARJANAUNIVERSITAS NEGERI SURABAYA2009
Steven day dumanauw S2 sains November 20091
 
BAB IPENDAHULUANFisika matematis
adalah cabang ilmuyang mempelajari "penerapanmatematikauntuk  menyelesaikan persoalanfisika dan pengembanganmetode matematisyang cocok untuk   penerapan tersebut, serta formulasi teori fisika". Ilmu ini dapat dianggap sebagai penunjang fisika teoritisdanfisika komputasi.
BAB IIPENERAPAN MATEMATIKA DALAM FISIKA1.Pendahuluan
Pelajaran Fisika salah satu ilmu yang membahas gejala dan prilaku alam, sepanjangdapat diamati oleh manusia. Cara mengungkapkannya tidak saja kualitatif tetapi jugakuantitatif. Dengan demikian ada empat cara memahami ilmu fisika tersebut. Pertamakita memerlukan kejelasan tentang matra atau wadah gejala dan prilaku alam itu berlangsung, kedua kejelasan tentang objek yang menjadi fokus bahasan. ketiga, kita perlu kenal alat dan media yang akan digunakan untuk menangkap gejala dan prilakualam tersebut, dan keempat adalah bahasa yang digunakan untuk mengungkap prilakualam tersebut. Bahasa yang digunakan untuk mengungkap peristiwa alam tersebutadalah bahasa matematika.
Matematika memegang peranan penting dalam fisika. Matematikadi dalam fisika dipelajari secara khusus yaitu dalam mata pelajaran fisika matematika. Fisikamatematika membahas secara terpadu dan sistematis matematika yang dipakai dalam fisika.Ilmu ini erat sekali hubungannya dengan fisika teori yang berupaya membahas hukum-hukumfisika secara matematika melalui penelaah secara logis dan perhitungan serta penerapan secarakuantitatif berbagai hukum-hukum fisika secara empiris. Pada bab I , pembahasan matematikadibatasi pada penerapan operator nabla, persamaan diferensial, sistem koordinat dan penerapanintegral dalam fisika
Penerapan Operator Nabla
Operator nabla atau disebut juga operator del dengan simbol , yang bukan merupakan suatuvektor dalam arti biasanya. Sebagai vektor operator nabla tidak berdiri sendiri, tetapi bekerja pada suatu fungsi tertentu. Misalkan terdapat fungsi dengan satu variabel f(x) . Misal turunandari derivatif df/dx, ini artinya bahwa df = (df/dx)dx, yang maksudnya perubahan dari x, sebesar da akan menyebabkab perubahan harga f sebesar df, dimana df/dx addalah faktor  pembandingnya. Interferensi geometris dari df/dx merupakan kemiringan dari lengkungan f(x).Misal suatu fungsi suhu dengan tiga variabel yaitu T(x,y,z) yang menunjukkan suhu pada suaturuangan. Menurut teori derivatif parsial pernyattan ini dapat ditulis: 
dT =
d z dy ydx x
     +      +     
(1.1)
=
( ) ( )
d
.
, dengan dl = i dx + j dy + kdz
Steven day dumanauw S2 sains November 20092
 
maka gradien suhu
T =
=
 z   j yi x
     +      +     
,
merupakan besaran vektor dengantiga konponennya yang masing-masing mempunyai arah sesuai dengan arah suatu vektor i, j dank. Jadi interferensi geometri suatu gradien, seperti vektor yang mempunyai harga dan arah danditulis dalam bentuk abstrak, yaitudT =
.
=
cos
d
(1.2)Operator del dedifinisikan sebagai deferensial dari suatu fungsi yang oleh koordinat kartesiusdefinisiskan =
 z  y  j xi
++
.Ada tiga cara dalam perkalian untuk opertor nabla, seperti dalam vektor:
1.
Bekerja pada fungsi skalar yang disebut
 gradien. 
=
 z   j yi x
     +      +     
2.
Bekerja pada fungsi vektor yang disebut
divergensi
, melalui perkalian dot. 
.
     +      +     
 z  y x
3.
Bekerja pada fungsi vektor melalui perkalian silang yang disebut
rotasi atau curl 
x
=
 z y x
 z y x ji
. ..... . . .. . . .. .
=
      +     +      
 y x x z   j z  yi
Vx y z  xVy z 
 beberapa aturan dalam perkalian operator nabla1.
( ) ( ) ( )
  f   g  g   f    fg 
+=
2.
( )
A B A
=
.
x ( x
 B B
+
)
x ( x
 A
) + (
.
 A
)
 B
+ (
.
 B
)
A
3.
( )
 A  f  
=
( )
( )
  f   A A  f  
+
.
4.
A
.(
x
 B
)
=
 B
( x
 A
) -
 A
.( x
 B
).
5.
A  f   
.(
 
)
= f( x
 A
) -
 A
.(f).6. x (
A
x
 B
) =
( )
( )
 B A A B
..
Perkalian tripel
1.
B A
.(
x
)
=
 A
.(
x
 B
) =
 B
.(
x
 A
)
2.
A
x (
 B
x
) =
).().(
B A A B
Turunan kedua
1.
.
( x
 A
) = 0.
2.
x
( )
  f  
= 0
3.
x ( x
 A
) =
(
x
)
 A
-
 A
2
Steven day dumanauw S2 sains November 20093
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more