BAB IPENDAHULUANFisika matematis
BAB IIPENERAPAN MATEMATIKA DALAM FISIKA1.Pendahuluan
Pelajaran Fisika salah satu ilmu yang membahas gejala dan prilaku alam, sepanjangdapat diamati oleh manusia. Cara mengungkapkannya tidak saja kualitatif tetapi jugakuantitatif. Dengan demikian ada empat cara memahami ilmu fisika tersebut. Pertamakita memerlukan kejelasan tentang matra atau wadah gejala dan prilaku alam itu berlangsung, kedua kejelasan tentang objek yang menjadi fokus bahasan. ketiga, kita perlu kenal alat dan media yang akan digunakan untuk menangkap gejala dan prilakualam tersebut, dan keempat adalah bahasa yang digunakan untuk mengungkap prilakualam tersebut. Bahasa yang digunakan untuk mengungkap peristiwa alam tersebutadalah bahasa matematika.
Matematika memegang peranan penting dalam fisika. Matematikadi dalam fisika dipelajari secara khusus yaitu dalam mata pelajaran fisika matematika. Fisikamatematika membahas secara terpadu dan sistematis matematika yang dipakai dalam fisika.Ilmu ini erat sekali hubungannya dengan fisika teori yang berupaya membahas hukum-hukumfisika secara matematika melalui penelaah secara logis dan perhitungan serta penerapan secarakuantitatif berbagai hukum-hukum fisika secara empiris. Pada bab I , pembahasan matematikadibatasi pada penerapan operator nabla, persamaan diferensial, sistem koordinat dan penerapanintegral dalam fisika
Penerapan Operator Nabla
Operator nabla atau disebut juga operator del dengan simbol , yang bukan merupakan suatuvektor dalam arti biasanya. Sebagai vektor operator nabla tidak berdiri sendiri, tetapi bekerja pada suatu fungsi tertentu. Misalkan terdapat fungsi dengan satu variabel f(x) . Misal turunandari derivatif df/dx, ini artinya bahwa df = (df/dx)dx, yang maksudnya perubahan dari x, sebesar da akan menyebabkab perubahan harga f sebesar df, dimana df/dx addalah faktor pembandingnya. Interferensi geometris dari df/dx merupakan kemiringan dari lengkungan f(x).Misal suatu fungsi suhu dengan tiga variabel yaitu T(x,y,z) yang menunjukkan suhu pada suaturuangan. Menurut teori derivatif parsial pernyattan ini dapat ditulis:
dT =
dz z T dy yT dx xT
∂∂+ ∂∂+ ∂∂
(1.1)
=
( ) ( )
dl T
.
∇
, dengan dl = i dx + j dy + kdz
Steven day dumanauw S2 sains November 20092