bersifat intermitten, sedikit-sedikit atau sekaligus banyak.Anemia.Bisa disertai preeklampsia (eklampsia), terjadi lebih muda dari kehamilan biasa.Bisa terjadi tirotoksikosis, emboli sel trofoblas ke paru-paru.DiagnosisAmenorea, perdarahan pervaginam, uterus lebih besar dari tuanya kehamilan, tidak ditemukantanda kehamilan dan tidak ditemukan tanda kehamilan pasti.Peninggian HCG terutama setelah hari ke 100.Pemeriksaan foto abdomen, biopsi transplasental.Pemeriksaan sonde uterus yang diputar, anjuran Wiknjosastro.USG : gambaran berupa badai salju (snow flake pattern)Diagnosis yang paling tepat : terlihatnya gelembung mola.Terapi1. Perbaikan keadaan umumTransfusi darah untuk mengatasi anemia, obati preeklampsia dan tirotoksikosis.2. Pengeluaran jaringan molaa. Vakum kuretase b. Histerektomi : pada wanita cukup umur dan cukup anak.3. Terapi profilaksis dengan sitostatika.4. Pemeriksaan tindak lanjut.Lama pengawasa berkisar antara satu atau dua tahunPenderita dinyatakan sehat bila HCG dua kali berturut-turut normal, atau bila sudahmelahirkan anak yang normal.Selama pengawasan, secara berkala dilakukan pemeriksaan ginekologik, kadar HCG dan radiologik.PrognosisKematian karena perdarahan, infeksi, eklampsia, payah jantung atau tirotoksikosis.Angka kematian 2,2 – 5,7%.Persentase keganasan 5,56 %.Terjadinya proses keganasan bias berlangsung antara 7 hari sampai 3 tahun pasca mola, tetapi paling banyak pada 6 bulan pertama.Kemampuan reproduksi pasca mola, tidak banyak berbeda dari kehamilan lainnya.Anak-anak yang dilahirkan setelah mola hidatidosa ternyata umumnya normal.Koriokarsinoma villosum = invasive molePenyakit ini termasuk ganas, tetapi derajat keganasannya lebih rendah.Sifatnya seperti mola, tetapi dengan daya penetrasi yang lebih besar.Sel-sel trofoblas dengan villi korialis akan menyusup ke dalam miometrium, kemudianmengadakan perforasi pada dinding uterus dan menyebabkan perdarahan intra abdominal.Jarang disertai metastasis.