Dalam proses pembelajaran dengan metode ceramah harus peka terhadaprespon siswa. Skiner dalam Driscoll (1994 : 30) menjelaskan bahwa diskripsihubungan antara stimulan dan respon tidaklah sesederhana yang diperkirakan,melainkan stimulan yang diberikan berinteraksi satu dengan lainnya, dan interaksiini artinya mempengaruhi respon yang diberikan juga menghasilkan berbagaikonsekwensi yang akan mempengaruhi tingkah laku siswa. Untuk menciptakanterjadinyan interaksi, menarik perhatian siswa dan melatih keterampilan siswa,metode ceramah biasanya dikombinasikan dengan metode tanya jawab dan pemberian tugas. Resitasi atau tugas dapat pula dikerjakan di luar rumah ataupun didalam laboratorium. Pasaribu mengemukanan bahwa metode resitasi mempunyaitiga fase, yaitu : a) guru memberi tugas, b) siswa melaksakan tugas, dan c) siswamempertanggung-jawabkan pada guru apa yang telah dipelajari (Sutomo, 2003:45).Menurut Sujadi (1983 : 3), di dalam pembelajaran matematika penggunaanmetode ceramah dan tanya jawab tersebut masih ditambah dengan pemberiancontoh-contoh berupa gambar-gambar, model bangunan, dan contoh rumus-rumus beserta penggunaannya. Guru menjelaskan materi dengan bantuan gambar ataumodel, untuk mempermudah penanaman konsep bangun datar dan ruang.Percival dan Elington dalam Yeni Indrastoeti S.P (1999 : 43) menamakanmodel konvensional ini dengan model pembelajaran yang berpusat pada guru (
theTeacher Centered Opproach).
Dalam model pembelajaran yang berpusat pada guruhampir seluruh kegiatan pembelajaran dikendalikan penuh oleh guru. Seluruhsistem diarahkan kepada rangkaian kejadian yang rapi dalam lembaga pendidikan,tanpa ada usaha untuk mencari dan menerapkan strategi belajar yang berbedasesuai dengan tema dan kesulitan belajar setiap individu.Somantri (2001 : 45) membedakan metode ekspositori dan metode ceramah.Dominasi guru dalam metode ekspositori banyak dikurangi. Guru tidak terus bicara, informasi diberikan pada saat-saat atau bagian-bagian yang diperlukan,seperti di awal pemebelajaran, menjelaskan konsep-konsep dan prinsip baru, padasaat memberikan contoh kasus di lapangan dan sebaginya. Metode ekspositoriadalah suatu cara menyampaikan gagasan atau ide dalam memberikan informasidengan lisan atau tulisan.Menurut Herman Hudoyo(1998 : 133) metode ekspositori dapat meliputigabungan metode ceramah, metode drill, metode tanya jawab, metode penemuandan metode peragaan. Pentatito Gunawibowo (1998 : 6.7) dalam pembelajaranmenggunakan metode ekspositori, pusat kegiatan masih terletak pada guru.Dibanding metode ceramah, dalam metode ini dominasi guru sudah banyak berkurang. Tetapi jika dibanding dengan metode demonstrasi, metode ini masihnampak lebih banyak.Kegiatan guru berbicara pada metode ekspositori hanya dilakukan pada saat-saat tertentu saja, seperti pada awal pembelajaran, menerangkan materi,memberikan contoh soal. Kegiatan siswa tidak hanya mendengarkan, membuatcatatan, atau memperhatikan saja, tetapi mengerjakan soal-soal latihan, mungkindalam kegiatan ini siswa saling bertanya. Mengerjakan soal latihan bersamadengan temannya, dan seorang siswa diminta mengerjakan di papan tulis. Saatkegiatan siswa mengerjakan latihan, kegiatan guru memeriksa pekerjaan siswa