Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
301Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengaruh Merger Dan Akuisisi

Pengaruh Merger Dan Akuisisi

Ratings: (0)|Views: 19,341 |Likes:
Published by ratzzz86

More info:

Published by: ratzzz86 on Dec 01, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/23/2013

pdf

text

original

 
Pengaruh Merger dan AkuisisiI.Pendahuluan
Salah satu strategi untuk menjadi perusahaan yang besar dan mampubersaing adalah melalui ekspansi baik dalam bentuk ekspansi internalmaupun ekspansi eksternal. Ekspansi internal terjadi pada saat divisi-divisi yang ada dalam perusahaan yang tumbuh secara normal melaluikegiatan capital budgeting sedangkan ekspansi eksternal dapat dilakukandalam bentuk penggabungan usaha (
business combination
).Penggabungan usaha dalam akuntansi ada tiga bentuk yaitu: konsolidasi,merger, akuisisi.Namun merger dan akuisisi juga mempunyai sisi gelap. Dia dianggapdapat membahayakan kegairahan ekonomi pasar, karena dapatmematikan kompetisi. Lebih-lebih jika dilandasi oleh hostile take over.Dalam proses merger dan akuisisi bukan hanya masalah aset yangmenjadi persoalan, tetapi yang bersifat intangible juga perlu mendapatperhatian tersendiri.Perbedaan budaya mesti dikelola dengan baik, agar tidak menjadikontributor kegagalan merger dan akuisisi. Sebaliknya, budayaperusahaan dapat direkayasa sebagai sarana trust building, bagian yangpaling rentan masalah dalam sebuah proses pasca merger dan akuisisi.
’Trust’ 
secara vertical maupun horisontal masih menjadi barang langkayang didamba oleh bank -bank nasional hasil merger.
II.Permasalahan
Dari pendahuluan diatas maka pada paper ini masalah yang akan dibahasdibatasi sebagai berikut :
Penggabungan usaha hanya dalam bentuk merger dan akuisisi
Faktor-faktor perusahaan melakukan merger dan akuisisi
Dampak yang terjadi setelah terjadi merger dan akuisisi
I.Landasan Teori
Merger, konsolidasi, akuisisi adalah hal yang sangat umum dilakukan agarperusahaan dapat memenangkan persaingan, serta terus tumbuh danberkembang.
Page | 1
 
 Joseph F. Sinkey 
(1983), menjelaskan motivasi yang mendorong bankuntuk melakukan merger, antara lain:
1.
Untuk mendapatkan kesempatan beroperasi dalam skala usahayang hemat
2.
Guna meningkatkan pangsa pasar
3.
Menghilangkan tidak efisien melalui operasional dan pengendalianfinansial yang lebih baik
4.
Kesempatan menggabungkan sumber daya ataupun pasar yangdimiliki masing-masing Bank. Selain itu masih terdapat beberapafaktor yang mendorong motivasi untuk merger, seperti: upayadiversifikasi, menurunkan biaya dana, dan menaikkan harga sahamsecara emosi (
bootstrapping of earning per 
 
share
) karena adanyapengumuman akan merger bagi Bank publik.Merger merupakan salah satu pilihan terbaik untuk memperkuatfondasi bisnis, jika merger tersebut dapat memberikan sinergi. SutanRemy Syahdeini dalam makalah berjudul “Merger, Konsolidasi danAkuisisi Bank” memberikan definisi merger atau penggabungan usahaadalah penggabungan dari dua Bank atau lebih dengan cara tetapmempertahankan berdirinya salah satu Bank dan melikuidasi Bank-banklainnya.Menurut pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 22 tentangpenggabungan badan usaha, definisi akuisisi adalah suatu penggabunganusaha dimana salah satu perusahaan, yaitu pengakuisisi memperolehkendali atas aktiva netto dan operasi perusahan yang diakuisisi, denganmemberikan aktiva tertentu, mengakui suatu kewajiban atau denganmengeluarkan saham.Akuisisi adalah bentuk pengambil alihan kepemilikan perusahaan olehpihak pengakuisisi sehingga mengakibatkan berpindahnya kendali atasperusahaan yang diambil alih tersebut. Biasanya pihak pengakuisisimemiliki ukuran yang lebih besar dibanding dengan pihak yang diakuisisi.
A.Merger
Merger merupakan suatu strategi bisnis yang diterapkan denganmenggabungkan antara dua atau lebih perusahaan yang setuju menyatukankegiatan operasionalnya dengan basis yang relatif seimbang, karena merekamemiliki sumber daya dan kapabilitas yang secara bersama-sama dapatmenciptakan keunggulan kompetitif yang lebih kuat, (Hitt, et.al., 2001).Sedangkan menurut Brian Coyle (2000) merger dapat diartikan secara luas
Page | 2
 
maupun secara sempit. Dalam pengertian yang luas, merger juga menunjukpada setiap bentuk pengambilalihan suatu perusahaan oleh perusahaanlainnya, pada saat kegiatan usaha dari kedua perusahaan tersebutdisatukan. Pengertian yang lebih sempit merujuk pada dua perusahaandengan ekuitas hampir sama, menggabungkan sumber-sumber daya yangada pada kedua perusahaan menjadi satu bentuk usaha. Pemegang sahamatau pemilik dari kedua perusahaan sebelum merger menjadi pemilik darisaham perusahaan hasil merger, dan top manajemen dari kedua perusahaantetap menduduki posisi senior dalam perusahaan setelah merger.Merger menurut Morris (2000), adalah
“the absorption of one corporationinto another corporation,….. Usually but not always, the selling corporation’sshareholders receive stock in the buying corporation” 
. Bagi Morris mergerdapat dengan mudah dimengerti sebagai suatu bentuk yang secarastruktural serupa dengan pengambilalihan saham. Semua hak dan kewajibandari perusahaan yang merger dialihkan demi hukum kepada perusahaanyang mengambil alih tersebut. Dalam suatu transaksi merger yangsebenarnya terjadi adalah pengalihan hak dan kewajiban dari perusahaanyang diambil alih ke perusahaan yang mengambil alih. Pada pengambilalihansaham biasa, hak dan kewajiban dari perusahaan yang diambil alih tetapdipisahkan dalam suatu perusahaan independen yang berbeda dariperusahaan yang mengambil alih tersebut. Agar tidak merugikankepentingan dari perusahaan yang mengakuisisi, dalam merger, makadiciptakanlah triangular merger, dimana perusahaan yang mengambil alihmendirikan satu perusahaan baru yang akan mengabsorbsi seluruh hak dankewajiban dari perusahaan yang diambil alih tersebut.Merger berdasarkan aktivitas ekonomik dapat diklasifikasikan dalam limatipe, yaitu:1.Merger HorisontalMerger horisontal adalah merger antara dua atau lebih perusahaanyang bergerak dalam industri yang sama. Sebelum terjadi mergerperusahaan-perusahaan ini bersaing satu sama lain dalampasar/industri yang sama. Salah satu tujuan utama merger danakuisisi horisontal adalah untuk mengurangi persaingan atau untukmeningkatkan efisiensi melalui penggabungan aktivitas produksi,pemasaran dan distribusi, riset dan pengembangan dan fasilitasadministrasi. Efek dari merger horisontal ini adalah semakinterkonsentrasinya struktur pasar pada industri tersebut. Apabilahanya terdapat sedikit pelaku usaha, maka struktur pasar bisa
Page | 3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->