Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
40Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Manajemen Operasional Polri Cegah Narkoba

Manajemen Operasional Polri Cegah Narkoba

Ratings: (0)|Views: 2,073 |Likes:
Published by Setyo Bimo

More info:

Published by: Setyo Bimo on Dec 01, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/13/2013

pdf

text

original

 
PERGURUAN TINGGI ILMU KEPOLISIANMAHASISWA ANGKATAN LV
PENANGGULANGAN PENYALAHGUNAAN NARKOBADI INDONESIA
BAB I PENDAHULUANA.LATAR BELAKANG
Krisis ekonomi yang terus-menerus berkepanjangan, berdampak semakin jelas kesenjangan sosial ekonomi, makin mengendur dan bergesernya nilai-nilaidan kaidah kehidupan masyarakat serta timbulnya ancaman terhadap makinmengerdilnya nilai-nilai moral, etik, spiritual dan keagamaan. Fungsi orangtua danikatan keluarga dalam masyarakat tradisional menjadi makin longgar akibatmunculnya perilaku dan gaya hidup yang baru yang tidak dikenal sebelumnya.Permasalahan masyarakat yang timbul dan berkembang bersamaan dengankrisis berkepanjangan di berbagai bidang kehidupan dewasa ini, menjadi makinkompleks dan serius akibat dampak negatif arus globalisasi dan ketergantunganantarbangsa yang makin kuat. Berbagai perilaku yang tadinya tidak dikenalmasyarakat, terutama kalangan generasi muda dan remaja seperti hedonisme,holiganisme, berbagai makanan instan serta penyalahgunaan obat-obat terlarang,kini makin berkembang, bahkan cenderung mewabah dan menjadi tempat pelarianbagi mereka yang tidak mampu mengendalikan diri. Makin meningkatnyapenyalahgunaan obat-obat terlarang oleh sementara generasi muda dan kalanganremaja khususnya, semakin mencemaskan mengingat intensitas penyalahgunaanobat akhir-akhir ini selain makin marak, juga makin meluas sehingga dapatmembahayakan. Kita sangat mengharapkan operasi pembersihan secara besar-besaran terhadap penyalahgunaan obat yang akan dilancarkan, baik oleh inisiatif berbagai kalangan masyarakat maupun oleh kepolisian dewasa ini, akan mencapaihasil optimal, paling tidak dapat membatasi meluasnya penyalahgunaannya.Masalah penyalahgunaan peredaran narkotika dan obat-obat terlarang(narkoba) kembali marak di wilayah Republik Indonesia. Berbagai keberhasilan Polridan masyarakat menguak dan menangkap para pemakai pengedar narkoba,tampaknya tidak menyurutkan nyali pengedar dan penggunanya. Di samping itu,
1
 
berbagai seminar dan bentuk kegiatan lainnya telah gencar membahas masalahtersebut, namun tidak satu pun yang dapat menemukan terapi penanggulangannya.Letak geografis negara Indonesia yang sangat strategis (posisi silang)sangat memungkinkan Indonesia berpeluang menjadi negara transit, bahkanmenjadi negara tujuan lalu lintas perdagangan gelap narkotika dan psikotropika,ditambah dengan era globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologikomunikasi, liberalisasi perdagangan serta pesatnya kemajuan industri pariwisatamenjadikan Indonesia semakin rawan.Jika hal ini tidak diikuti dengan tindakan pencegahan dan pemberantasanyang sistematis dan koordinasi serta kerja sama yang baik di antara bangsa-bangsadi dunia, dapat menimbulkan akibat yang merugikan tidak saja untuk generasi kini,tetapi juga generasi mendatang. Untuk itu, menjadi semakin penting diperhatikanmasalah ratifikasi Konvensi PBB tahun 1988 tentang pemberantasan lalu lintasperdagangan gelap narkotika tersebut.Masalah tersebut menjadi semakin penting terutama dikaitkan dengan
United Nations Convention Against ILLICIT Traffic in Narcotic Drugs anPsychotropic Substance
, 1988 (Konvensi PBB Tahun 1988 tentang PemberantasanLalu Lintas Gelap Narkotika dan Psikotropika) dan Meluasnya perdagangan gelapnarkotika dan psikotropika ,Masyarakat internasional dihadapkan pada masalahserius yang timbul dari peredaran gelap narkotika dan psikotropika yang berakibatsangat buruk bagi kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Pada akhirnya dapatpula menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban, yang dapat mempengaruhiusaha-usaha pembangunan nasional.
B.MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dari penulisan makalah ini adalah :a.Untuk memberikan gambaran kepada para pembaca makalah ini mengenaibahaya NARKOBA serta penyalahgunaan dan peredaran gelapnya.b.Untuk memberikan masukan kepada masyarakat, dalam memahami tentangbahaya Narkoba seta usaha penanggulangan yang dapat dilakukan.c.Strategi penanggulangan penyalahgunaan NARKOBA di IndonesiaAdapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah :Untuk mengetahui upaya-upaya yang mungkin dapat dilakukan dalam usahamenanggulangi Narkoba.
2
 
C.PERMASALAHAN
Berdasarkan pada asumsi masalah yang telah kami uraikan di atas makarumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:1.Bagaimanakah bahaya penyalahgunaan narkoba?
2.
Bagaimanakah Peredaran dan penyalahgunaan narkoba dapat terjadi?3. Bagaimakah upaya penaggulangan narkoba yang dilakukan oleh POLRI daninstansi pemerintah serta masyarakat pada umumnya?
BAB II PENGENALAN TENTANG NARKOBA
Narkoba merupakan sebuah singkatan dari Narkotika Obat-obatan terlarang danbahan adiktif lainya yang merupakan bahan yang dapat menimbulkan kertegantungankepada pemakainya adapun penegrtian lebih lanjut tentang narkoba sebagai berikut :
1.Narkotika
a.
Istilah narkotika yang dikenal di indonesia berasal dari bahasa inggris
Narcotics
yang berarti obat bius, yang sama artinya dengan kata
Narcotics
,dalam bahasa yunani yang berarti menidurkan atau membiuskan. Pengertiannarkotika secara umum adalah suatu zat/substansi yang dapat menimbulkanperubahaan perasaan, suasana pengamatan/penglihatan karena zat/substansitersebut mempengaruhi susunan syaraf pusat serta dapat menimbulkanketergantungan baik fisik maupun psikis.b.Pasal 1 ayat (1) Undang-undang R.I No.22 tahun1997 tentangnarkotika. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukantanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkanpenurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampaimenghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yangdibedakan kedalam golongan-golongan sebagaimana terlampir dalam Undang-undang ini atau yang kemudian ditetapkan dengan Keputusan MentriKesehatan.c.Jenis-jenis narkotika menurut cara pembuatannya dapat dibagikedalam tiga golongan, yaitu :
3

Activity (40)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Rizzqaiite liked this
Irwan Cungkring liked this
Lilis Marhawie liked this
Raysha Kaysa liked this
Andi Septia liked this
Derry Harianto liked this
Diah Yamini liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->